38. Sylvia Demam

11.1K 530 3
                                        

~ Happy Reading ~

****

Sudah seminggu, sejak kepergian Sylvia ke korea dan kini sudah memasuki hari senin kembali. Tetapi Sylvia tidak ingin pergi kesekolah hari ini dikarenakan ia sakit. Kali ini ia benar-benar sakit, demam.

Hachimmm

Bersin Sylvia sedari tadi tidak berhenti-henti. Sepulangnya dari korea memang Sylvia langsung pulang dan itu tepatnya siang hari dan pada malam seninnya ia terkena demam seperti ini.

Hidung memerah, badan panas, keringat dingin dan pusing. Inilah yang Sylvia rasakan. Berbaring di kasur empuknya dengan handuk kecil tertempel di keningnya. Baskom berisikan air berada di nakas samping kasur ini.

Ayah dan Daddy yang mendapat kabar jika Sylvia sedang sakit pun langsung segera pulang, hanya untuk menjenguk Sylvia. Mereka tinggalkan begitu saja pekerjaan mereka, seakan-akan itu tidak penting dan yang sekarang mereka pentingkan yaitu Sylvia, anak gadis terbungsung yang lebih utama.

Mommy dan Bunda direpotkan dengan Sylvia yang tiba-tiba demam sedari malam tadi. Malamnya memang Sylvia kesulitan untuk tidur. gelisah, itulah yang ia rasakan hanya untuk mencoba tidur.

Namun, sampai akhirnya ia tertidur dikarenakan harus ditemanin abang-abangnya. Jadilah, abangnya tidur di kamar Sylvia pada malam itu. Khawatirnya mereka pun sangat sangat jika kalian ingin tau.

Pagi tadi, keempat abangnya bersikeras untuk tidak kuliah karena beralasan ingin menemani Sylvia yang sedang demam tersebut. Namun, dengan kekehnya Mommy dan Bunda menyuruh mereka untuk kuliah. Jadilah, mereka berangkat untuk kuliah.

Hachimm

"Ya ampun sayang, kamu kenapa sih sampe bisa demam gini?" Ucap Bunda dengan khawatir sambil memeras handuk kecil yang ia masukan ke baskom dan dikeluarkan lagi lalu ditempelkan kembali pada kening Sylvia.

"Via ngga papa Bun" ucap Sylvia pelan. Tenaganya seakan-akan terkuras banyak sehingga tidak sanggup untuk berbicara.

"Ngga papa gimana. Panas gitu dibilang ngga papa. Ayo lebih baik kita kerumah sakit aja" ucap Mommy yang sedikit kesal dengan anak gadisnya ini.

"Ngga usah Mom. Via dirumah aja. Kan ada Bunda sama Mommy yang rawat" ucap Sylvia dengan senyum paksanya.

"Yaudah lebih baik kamu makan dulu nih. Mommy bikinin bubur. Harus dimakan jangannya jawab ngga ngga" ucap Mommy yang berada di samping Sylvia dan menyodorkan sesuap bubur kemulut Sylvia. Namun, Sylvia tidak kunjung membuka mulutnya dan menggelang, pertanda ia tidak ingin makan.

"Sayang, kamu dari tadi malam ngga ada makan loh. Isi dulu perutnya sedikit aja yang penting keisi, terus minum obatnya biar cepat istirahat" jelas Mommy berusaha sesabar mungkin menghadapkan sifat anaknya ini. Sedangkan Bunda sibuk mengompres Sylvia dengan handuk kecil berulang kali seperti itu saja.

"Dikit aja ya" ucap Sylvia yang bibirnya sudah pucat tersebut dan wajah sayunya. Ini benar-benar tidak punya tenaga lagi. Prihatin sekali.

"Iya, yang penting keisi. Sini aaaa" ucap Mommy seperti menyuapi anak kecil saja.

Dan dengan senang tidak senang saja Sylvia menerima suapan sang Mommy dan meneguknya. Tak payah mengunyah, hanya sekedar bubur sekali teguk kelar.

The Devil Cruel [COMPLETED]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang