~ Happy Reading ~
______________________________
2 tahun kemudian...
Akhirnya, masalah yang datang pada diri Sylvia kini tidak begitu menantang lagi atau masih bisa ia tangani.
Selama 2 tahun setelah pembongkaran identitasnya saat itu sampai saat ini tidak ada masalah apapun memasuki garis takdirnya --masalah berat.
Semua kembali normal seakan-akan kejadian beberapa tahun lalu lenyap dari memori mereka. Kini hanya ada kebahagian, kebahagian, dan kebahagiannya yang ada.
Setiap harinya berlalu cepat, hingga tak terasa kini ia tidak lagi menjadi pelajar. Sebenarnya, memang tidak ya. Tapi, karena keinginannya yang ingin menjadi anak remaja pada umumnya yang ingin menikmati masa remaja saja saat itu.
Sekedar informasi, Sella dan Bara kini sudah menikah pada saat tahun lalu atau bisa dibilang saat lulus dari masa SMA mereka tunangan, menikah dan sudah sah menjadi suami-istri. Mereka pun mempunyai satu anak yang bernama Joy Alexa. Iya, mereka dikaruniai anak perempuan.
Begitu pula dengan Jessie dan Jordan pun begitu. Mereka sudah sah menjadi suami-istri dua bulan setelah Sella dan Bara. Bedanya, Jessie dan Jordan tidak tinggal dekat dengan mereka. Melainkan tinggal di Bandung. Tempat kelahiran Jordan. Mereka juga sudah mempunyai anak bernama Stevano Dhika. Lelaki memang anak mereka.
Nita dan Mildan baru saja menikah bulan lalu. Dan kini Nita sedang mengandung anak pertamanya.
Sebenarnya, hubungan Sylvia dan Roland itu tidak karuan. Kenapa bisa begitu? Karena, status mereka yang tidak jelas. Iya, mereka tidak berpacaran. Namun, mereka dekat sangat dekat malah. Entahlah, tinggal menunggu prianya melamar saja, entah kapan hari itu tiba. Bersabar saja, tunggu waktu yang tepat.
Apalagi sekarang, tepatnya pada malam hari. Roland berjanji akan mengajaknya pada suatu tempat yang entah itu dimana.
Sekarang, Sylvia tengah berdiri mematung di depan cermin sambil melihat pantulan dirinya yang menggunakan dress hitam selutut, rambut di gerai tidak lupa lip balm tipis pada bibirnya.
Padahal waktu yang dijanjikan yaitu pada jam 8. Namun, Sylvia sudah bersiap setengah jam lebih cepat.
Tampaknya ia sudah tidak sabar untuk malam ini. Pikirannya selalu bertanya, kemana Roland akan membawanya?
"Huftt...ok Via. Lo ngga usah gugup. Santai aja santai." Beberapa kali pula ia berbicara sendiri untuk menenangkan dirinya supaya tidak terlalu gugup.
Dilihatnya jam dinding dan masih ada sisa 10 menit lagi untuk berangkat. Anehnya, ia sadar. Tumben sekali ini rumah sepi. Padahal biasanya ada saja hal yang orang rumah lakukan. Namun sekarang, tampak lebih sepi.
Ia berjalan mangambil tas selempengannya dan memasukan Hp-nya. Ia mulai berjalan keluar, menuruni anak tangga dan pada anak tangga terakhir terdengar deru mobil dari arah luar. Ia yakin, bahwa itu Roland yang menjemputnya.
Ia percepat jalannya dan membuka pintu. Tampaklah Roland dengan Toxedo yang senada dengan dress yang ia kenakan.
Seulas senyum tercetak pada bibir keduanya untuk saling sapa.
"Sekarang nih?" Tanya Sylvia pada saat sampai tepat dihadapan Roland.
"Iya, ayo berangkat sekarang." Dan Roland membuka pintu untuk Sylvia dengan senang hati Sylvia memasuki mobil tersebut.
KAMU SEDANG MEMBACA
The Devil Cruel [COMPLETED]
De TodoSebenarnya, ia ditakdirkan untuk bahagia atau tidak? Sylvia Queenella, Kini, ia yang tidak disangka akan berubah 180° dari sikap aslinya. Siapa sangka ia akan memasuki dunia gelap yang sangat dihindari oleh kebanyakan orang. Sikapnya pun dingin, dat...
![The Devil Cruel [COMPLETED]](https://img.wattpad.com/cover/218641726-64-k972037.jpg)