~ Happy Reading ~
~o0o~
Tepat di Rooftop. Ya Rooftop. Kalian ingatkan kejadian tadi yang dimana Sylvia mengatakan ia ingin ke Rooftop? Tentunya dengan Roland yang mengikutinya.
Disinilah mereka. Sylvia serta Roland sedang berdiri di Rooftop menerima setiap hembusan angin menerpa wajah mereka. Suasana begitu hening. Tak ada yang memulainya duluan.
"Ekhmm." ucap Roland yang memutuskan keheningan dengan mencairkan suasana hening tersebut.
Tak ada sahutan dari seorang gadis atau bisa dibilang Sylvia di sampingnya.
"Ekhmm." sepertinya Roland tidak menyerah dengan aksinya tersebut.
Sama saja. Tidak ada sahutan dari Sylvia. Mengapa? Posisi Sylvia sekarang berada di samping Roland. Berdiri tentunya. Menerima setiap hembusan dari angin dan menutup matanya. Sylvia tidak peduli dengan Roland yang berusaha mengajaknya bicara. eh ralat, hanya untuk mencairkan keheningnya.
"Kamu cemburu, ya, tadi." ucap Roland pada Sylvia yang tentunya perhatian Sylvia sekarang sepenuhnya terhadap Roland.
Mata Sylvia terbuka dan melotot kaget dengan perkataan Roland yang dimana itu pernyataan yang tepat untuk suasana hati Sylvia sekarang. Dan Sylvia menghadapkan wajahnya menghadap Roland. Sepenuhnya!
"Pd banget." Ucap Sylvia yang masih menghadap Roland. Setelah mengatakan kata tersebut Sylvia kembali menghadap depan. Melihat gedung-gedung yang menjulang tinggi.
"Yakin." ucap Roland dengan nada yang menggoda. Tapi untuk sekarang tak mempan untuk menggoda Sylvia karena sekarang Sylvia lagi dalam mode Cemburu!
"Yakin." ucap Sylvia percaya diri. Tetapi tidak dengan hatinya yang mengatakan 'ya' bahwa ia sedang cemburu sekarang dan Sylvia yakin Roland tau itu. Ah entahlah. Roland berusaha menggodanya sekarang.
"Ya sudah lah! Kalau Agatha itu berusaha dekatin aku. maka, aku akan biarin doank dong kalau kaya gitu." ucap Roland santai seakan-akan tak ada bebannya dengan dia mengucapkan kata tersebut.
Sehingga Sylvia menghadapkan dirinya 90° kearah Roland. Wajah Sylvia terlihat cemberut. Setelah menghadapakan tubuhnya ke Roland. Sylvia meninju, ralat hanya memukul lengan Roland sebagai mana wanita pada umumnya.
"Awss..." ucap Roland. Drama merasa sakit terhadap pukulan Sylvia padahal itu tidak berpengaruh sama sekali. Biarkan itu terjadi selagi aksi menggoda Roland berhasil dan yah, Sekarang aksi absurdnya tersebut berhasil membuat Sylvia cemberut serta marah terhadap Roland.
"Ngomong lagi kaya tadi. Ayo! Ngomong lagi." ucap Sylvia yang sambil menatap manik Roland dan ya Roland pun sama seperti Sylvia sedangkan sekarang sedang terjadi aksi tatap menatap satu sama lain.
Roland tak kunjung menjawab. Mengapa? Karena ia luluh melihat manik Sylvia yang begitu indah menurutnya. Indah! Sangat indah sehingga ia terpesona. Dan ini baru bertama kalinya ia melihat manik Sylvia dan ia baru menyadari bahwa warna mata Sylvia itu biru laut. Bisa dibayangkan bukan indahnya mata Sylvia?
"Kenapa? Jawab Roland. Hey. Astaga ternyata dia sedang melamun." ucap Sylvia ketika ia melihat Roland ya sebenarnya dari tadi. Tetapi ia baru menyadarinya.
"Hah! Iya? Gimana?" Tanya Roland pada saat ia terbangun dari lamunannya.
Sylvia memutar bola matanya malas dan menghela nafas pelan. Bagaimana bisa ia berbicara tadi tetapi Roland tak mendengarkannya. Sungguh membuang-buang waktu saja. Pikir Sylvia.
"Ah sudah lah. Aku pengen ke kelas aja. Mood aku makin down gara-gara kamu." ucap Sylvia dan menunjuk, Ralat menyentuh dada bagian kanan Roland dengan telunjuknya.
KAMU SEDANG MEMBACA
The Devil Cruel [COMPLETED]
RandomSebenarnya, ia ditakdirkan untuk bahagia atau tidak? Sylvia Queenella, Kini, ia yang tidak disangka akan berubah 180° dari sikap aslinya. Siapa sangka ia akan memasuki dunia gelap yang sangat dihindari oleh kebanyakan orang. Sikapnya pun dingin, dat...
![The Devil Cruel [COMPLETED]](https://img.wattpad.com/cover/218641726-64-k972037.jpg)