~ Happy Reading ~
________________________________
****
Sylvia tentunya di seret paksa oleh Roland gara-gara ucapan Bara yang membuat Sylvia kini menuju ambang kematian. Bercanda.
Semua ini salah Sella sama Bara. Itu pasangan emang cocok. Cocok bikin gue sengsara.
Sylvia mendengus mengingat ucapan kedua pasang kekasih tersebut dan lihat lah sekarang. Diseret-seret menuju Rooftop sepertinya. Karena, memang ini jalannya ke Rooftop.
Rooftop
Sylvia dan Roland berada di Rooftop. Berdiri di terik matahari yang tumben sekali sangat panas dan mereka berhadapan tentunya saling pandang. Namun, mereka hanya saling diam.
"Kenapa?" Sylvia mempertanyakan terlebih dahulu. Apa maksud Roland menyeretnya kesini.
Tidak ada hujan dan tidak ada badai tubuh Sylvia di tubruk oleh tubuh kekar Roland. Untung Sylvia tidak jatuh karena tubrukan tiba-tiba tersebut dan tanpa aba-aba sehingga Sylvia terhuyung kebelakang.
Tentu saja Sylvia sempat terkejut dengan perlakuan Roland ini. Namun, sikap terkejut tersebut hanya persekian detik saja selebihnya Sylvia bersikap seperti biasa lagi.
Apa sih?! Ini anak ngapa dah. Tumben-tumbenan.
Perlahan Sylvia membalas pelukan Roland dan mengelus punggung Roland.
Sylvia mendongkan kepalanya pada saat Roland menegakan badannya. Namun, masih dengan posisi yang sama.
"Kenapa hm?" Tanya Sylvia ulang.
Hanya sebuah gelengan yang Roland berikan sembari menatap lekat mata Sylvia dan itu membuat jantung Sylvia berdebar-debar dan salting dibuatnya.
Sylvia mengalihkan pandangannya kearah lain karena merasakan hawa panas pada dirinya.
"Apa si?! Kenapa ngeliatinnya gitu banget." Ucap Sylvia. Namun, tangannya masih saja melingkar pada pinggang Roland.
Cup
Ciuman eh ralat kecupan secepat kilat mendarat di pipi Sylvia dan tentunya si pelaku ini Roland.
Pipi Sylvia kembali terasa panas dan kemungkinan kini pipinya sudah seperti kepiting rebus. Cepat-cepat Sylvia membenamkan kepalanya pada dada bidang Roland dan Roland terkekeh dengan sikap gadisnya? ini. Refleks Roland mengelus surai hitam Sylvia.
Oh my...pipi gue keadaannya gimana sekarang. Ya ampun malu banget gue. Salah ini orang juga. Ngapain pake nyosor segala. Kan jadi gini jadinya.
"Gue kira pengen marah-marah. Eh gini ternyata maunya. Dasar, bilang aja kalau mau modus." Gumam Sylvia dan mendengus. Berbeda dengan lengkungan kecil terbit pada bibirnya.
"Aku dengar lho, sayang!" Ucap Roland dan menegakan badan Sylvia untuk menghadapnya.
"Terserah! Mau dengar mau ngga bodo amat" kesal. Pasti lah. Siapa yang tidak kesal diperlakukan seperti itu. Namun, beda dengan di dalam lubuk hati Sylvia yang sedang jingkrak-jingkrak.
"Sini. Kita duduk disini" ucap Roland dan membimbing Sylvia untuk duduk di kursi yang berada di sekitar mereka.
"Kamu ngajak aku bolos?" Tanya Sylvia polos sambil mengikuti saja apa yang Roland pinta.
"Huh, kamu ngga bakal nolak juga kan?" Tanya Roland memastikan.
"Iya si. Terus ngapain kita disini. Berdua lagi"
"Kenapa kalau berdua doank?"
"Yang ketiganya setan"
"Yaudah kalau gitu. Ayo kita kekelas"
KAMU SEDANG MEMBACA
The Devil Cruel [COMPLETED]
RandomSebenarnya, ia ditakdirkan untuk bahagia atau tidak? Sylvia Queenella, Kini, ia yang tidak disangka akan berubah 180° dari sikap aslinya. Siapa sangka ia akan memasuki dunia gelap yang sangat dihindari oleh kebanyakan orang. Sikapnya pun dingin, dat...
![The Devil Cruel [COMPLETED]](https://img.wattpad.com/cover/218641726-64-k972037.jpg)