Sejak insiden kena hukum karena tidak mengerjakan tugas tadi. Kini keduanya tengah berada dikantin bersama teman-teman mereka. Kebiasaan, selalu bersama kalau sudah berurusan dengan Kantin.
"Wey! Gue lagi sedih nih!" Ucap Jordan dengan wajah sedihnya.
Semua nengok kearah Jordan meminta penjelasan.
"Iya sedih, masa kemaren gue lagi bercanda sama mama malah digetok pala gue!" Ucapnya lirih. Percayalah manusia satu ini penuh dengan drama.
"Kenapa?" Serentak mereka.
"Iya gini nih, padahal gue cuma nanya doank. Kaya gini gue nanya, 'ma, masa kalau nabur uler disekitar garem bisa ngusir rumah?', lah guenya malah digetok pake spatula!" Kesalnya.
Satu detik, masih loading.
Dua detik, saling pandang.
Tiga detik, mandang Jordan.
"BHAHAHA!" Tawa mereka semua pecah karena cerita Jordan.
"Lah anjir! Ya kali!"
"Woy goblog! Pintar kagak, cerdas kagak, goblog iya!"
"Buset! Bego dipelihara!"
"GUE SETUJU SAMA NYOKAP LO!"
Banyak makian dari mereka yang berada di meja ini. Murid-murid pun ikutan ketawa karena melihat tawa-tawa mereka yang tak terkontrol. Tawa yang menular.
"Apanya yang lucu coba? Gue lagi sedih nih?!" Kesal Jordan.
"Lah, elonya yang goblog! Emang ada yak kalimat kaya gitu? Yang bener tuh gini, 'tabur garem disekitar rumah bisa mengusir uler', lah elo! Apaan tuh kalimat tadi. Ngga punya akhlak emang lo!" Ucap Bara dengan sisa-sisa tawanya.
"USIR DIA DARI DAFTAR PERTEMANAN!" Ucap Mildan.
"TERUS MASUKIN KEPENDAFTARAN MANUSIA TIDAK PUNYA AKHLAK. GUE JAMIN LO YANG JADI PERTAMA!" Ucap Nita tak kalah nyaringnya juga dari Mildan. Dua sejoli itu, memang serasi, sama-sama toa.
"Gue boleh mutilasi lo ngga Jor?!" Tanya Sylvia sambil menghapus air matanya yang sempat keluar karena kebanyakan tertawa.
"Boleh tuh! Ambil jantung sama hatinya. Terus ntar dijual! Hasilnya kita bagi rata, gimana?!" Antusias Nita yang memang berada di samping Jordan, lebih tepatnya diapit oleh Mildan dan Jordan.
"Kenapa sih kalian suka banget mojokin gue?!" Kesal Jordan dengan bibir mengerucut.
"JAUH-JAUH LO DARI GUE TUMAN!" Ucap Mildan, jijik melihat kelakuan Jordan.
"Land, lo kok diem aja si?! Belain kek gitu!" Kesal Jordan.
"Maaf, anda siapa ya?" Ucap Roland santai.
"BHAHA... ANJIR, MANTUL, MANTUL!" Tawa Mildan yang paling keras dari yang lain.
"Nistain aja terus gue!"
"Memang cocok dielonya itu Jor... rok!" Ucap Nita dengan sekilas melirik Jordan.
"Bahagia banget gue nistain lo tiap hari!" Semangat Mildan.
"Temen gue semua ngga punya akhlak!" Kesal Sylvia yang mulai bosan dengan canda garing mereka.
"Saat pembagian akhlak, lo pada kemana sih?!" Lanjut Sylvia, heran dengan mereka ini.
"Aduh sayang, jangan kasar-kasar. Aku-gue ngga suka kamu-lo ngomong kaya gitu." Ucap Roland sambil mengelus puncak kepala Sylvia lembut.
"Lah nih bocah satu lagi, konslet kali tuh kosakata!" Gumam Sylvia melirik malas pada Roland.
"Aduh Syl, sini, sini. Lo sama gue aja, cuma gue yang waras diantara mereka ini." Ucap Bara seraya bangkit dari duduknya dan ingin memeluk Sylvia.
BUGH
"Sekali lagi coba! Bilang sekali lagi!" Berubah sudah Roland. Ini tanda-tanda bahaya memang. Sedangkan Bara sudah tersungkur dengan tidak elitnya, bayangkan saja. Wajahnya mencium lantai. Kelama jomblo manusia satu ini.
"ANJIR! KURANG BELAIAN LO BAR, SAMPE NYIUM LANTAI SEGALA!" Ucap Mildan.
"DIMONYONGIN LAGI BIBIRNYA! GILA SIH, LANTAI APA RASANYA BAR?" Ucapa Jordan dengan tawa ngakaknya.
"Ck! Roland kagak nyante! Padahal gue bercanda doank. Lah, tiba-tiba ditonjok, donk?!" Kesal Bara melihat kesal pada Roland sambil mengusap kasar bibirnya yang memang benar-benar menyentuh lantai itu. Sedangkan Roland mendekap tubuh Sylvia erat dan melihat Bara dengan tatapan membunuh. Dijamin yang melihat Roland saat ini akan ketakutan setengah mampus.
~o0o~
Disini mereka sekarang, di taman. Jangan salah, mereka bolos dari sekolah dan menuju taman yang berada di dekat sekolah. Bagaimana cara mereka keluar itu sangat gampang, jalan bolos dari mantan senior dulu-dulu itu masih terjaga. Jalan yang aman untuk bolos. Dari situlah mereka keluar, anak rajin memang.
"Land! Kita ngapain kesini sih! Lo nakal banget sampe ngajak gue bolos! Gimana kalau sampe ada yang tau? Gimana kalau gue disuruh masuk bk? Hancur nama baik gue kalau kaya gini! Ish! Roland! Lo nye-" cerocos Sylvia yang terhenti karena bekapan tangan Roland yang menutup mulut Sylvia.
Sylvia melepas kasar bekapan Roland, "Tangan lo bau terasi!"
Roland hanya nyengir, memang bingung ingin mengatakan apa.
Perlahan ia memegang kedua tangan Sylvia dengan lembut dan menatap mata Sylvia.
Sylvia yang mendapat perlakuan dari Roland dan perubahan tiba-tiba Roland langsung menegang.
Mau ngapain nih bocah?
"Sayang, aku mau jadi pacar kamu dengan benar, maksudnya, seperti perilaku anak remaja yang memulai awal mula mereka berpacaran. Aku mau kamu jadi pacar aku. Aku mau kamu yang pertama dan terakhir bagiku. Bisakan, kita mencoba untuk pertahanin hubungan kita. And i wanna say, do you will to be my girlfriend?" Ucap Roland panjang lebar.
Sylvia yang mendengarnya pun tanpa sadar, bahwa matanya sudah berkaca-kaca. Perlahan ia menganggukan kepalanya pelan, "yes, i will." Nyaris tidak terdengar Dengan rona merah yang merekat dipipinya.
Roland yang mendengar jawaban dari Sylvia langsung lega dan menampilkan senyum lebarnya. Ia langsung memeluk Sylvia yang sekarang sudah resmi menjadi pacaranya. Walaupun memang sudah dari lama, ya.
"Nah, gini donk. Yang elit dikit nembaknya," antusias Sylvia yang berada dipelukan Roland.
Perlahan pelukannya kendur dan Roland menatap kesal pada Sylvia, "iya deh, cewe selalu benar." Ucap Roland cuek. Tak lama ia kembali memeluk Sylvia dengan eratnya.
Pokoknya jangan dicontoh aja nih dua sejoli. Tetep aja ngga elit. Masa nembak harus bolos dulu terus pake gombalan basi segala. Ngga setuju, kan? -Author.
T B C
.
.
_________________________________
♡︎シ︎
KAMU SEDANG MEMBACA
The Devil Cruel [COMPLETED]
AléatoireSebenarnya, ia ditakdirkan untuk bahagia atau tidak? Sylvia Queenella, Kini, ia yang tidak disangka akan berubah 180° dari sikap aslinya. Siapa sangka ia akan memasuki dunia gelap yang sangat dihindari oleh kebanyakan orang. Sikapnya pun dingin, dat...
![The Devil Cruel [COMPLETED]](https://img.wattpad.com/cover/218641726-64-k972037.jpg)