Part XXVII [Cerai]

2.6K 155 5
                                        

***
     Semilir angin yang meniupkan anak rambutnya serta menciptakan kesejukan kecil tak mampu menyejukkan hatinya, sedari tadi ia duduk dengan wajah ditekuk menatap wanita di depannya yang kelihatan cuek dengan ekspresinya.

     "Sudahlah Prill, magang di tempat kaka sama mama aja biar kamu enggak usah repot-repot cari tempat. Lagipula bulan depan ada acara kan" Emily meletakkan telefon genggamannya di atas meza lalu menatap adik bungsunya yang masih sedikit kesal.

     "Prilly itu mau coba ka, Prilly mau rasain gimana sulitnya berjuang buat dapat kerja" ia kembali menyuarakan keinginannya untuk tetap mencari tempat magang sendiri yang tentu itu mendapat penolakan dari Emily.

     Emily menggeleng atas sikap keras kepala adiknya yang tidak mau menjadi mahasiswi magang di kantornya bersama Hanna -- ibu mereka.

     "Udah enggak ada penolakan, kamu itu pelajar sekaligus ibu dan istri jadi tugas kamu bukan hanya magang saja. Pokoknya magang di kantor titik"

     Prilly membuang mukanya kesal, ia tahu maksud kakanya agar dia tidak kerepotan nantinya sa'at magang karena tentu Emily akan sangat memberikan kelonggaran jika itu menyangkut Diego tapi bukan itu yang dia inginkan.

     "Kingston juga pasti setuju kalau kamu magang di kantor, biar kamu enggak terlalu capek nantinya"

     Sudah Prilly malas berdebat, meraih jus alpukatnya yang masih agak dingin lalu diteguknya melalui sedotan untuk membasahi tenggorokannya yang terasa kering akibat dari kekesalannya.

     "Dan satu lagi acara itu biar kaka sama mama yang handle"

     "Kalau ini Ali pasti enggak setuju ka, kaka tahu sendiri kan gimana sayangnya Ali sama Diego pasti dia mau apapun yang menyangkut anaknya harus dia yang tangani"

     Emily mengangguk kecil "Oke enggak masalah yang penting kamu magang di kantor kaka"

     "Hm" jawab Prilly dengan wajah betenya yang membuat Emily terkekeh kecil.

     Bukan bermaksud mengatur namun Emily hanya ingin mempermudah urusan adiknya, untuk apa dia dan mama mereka memiliki segalanya jika adiknya harus susah walau hanya untuk mencari tempat magang.

***
     Prilly menatap lelah kertas-kertas di depannya yang sudah penuh dengan goresan-goresan tangannya hingga menciptakan beberapa model gaun terbaru.

Hubby

Aku sama Diego nanti tunggu di halte dekat kantor yah bunda

Udah selesai urusannya?

Hampir, bentar lagi kami pulang kok

Hati-hati yah hubby sama Diego

Ya, semangat kerjanya yah sayang

     Prilly tersenyum simpul melihat gambar diri tiga orang yang menjadi wallpaper chat salah satu aplikasi yang dia gunakan, mereka adalah penyemangatnya.
.
.
.
     Dari jarak beberapa meter dia sudah bisa melihat suami dan anaknya yang sedang duduk di halte menunggunya. Tersenyum lalu kembali melanjutkan langkahnya yang sangat bersemangat, dia sudah tidak sabar ingin menggendong putranya yang pasti juga akan memekik girang ketika melihatnya nanti. Namun kejadian di depan matanya membuatnya berhenti sejenak.

     Terlihat Ali yang berdiri menatap datar seseorang di hadapannya, lalu membawa Diego pergi dari hadapan orang itu.

SURGA DINI [Selesai]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang