13 | Roftoof

1.5K 65 0
                                        

Enam hari sudah terlewatkan, selama itu juga Icha selalu menjadi nerd. Namun hari ini Icha berangkat tidak menjadi Nerd melainkan Icha X IPA 3.

Saat jam kosong dikelasnya Icha memutuskan pergi ke Roftoof menenangkan dirinya.

Ia bersandar pada dinding, dan menidurkan dirinya disana. Namun sebuah suara mengusik tidur tenangnya.

Disana ada Tarisha dan juga Risa. Mau apa mereka ke sini? Tanya Icha dalam hati.

Ia sedang malas berurusan dengan mereka. Namun mereka berdua terus mengusik Icha.

"Bisa gak sih kalian gak ganggu gue" Icha memberikan tatapan dingin dan tajamnya.

"Mau lo apaan sih?" tanya Icha sekali lagi.

"Mau kita, liat lo hancur hahaha" seru mereka berdua, Icha mendesis.

"Lepasin gue" Titah Icha. Tarisha dan Risa memegang Kedua bahu Icha menggunakan tangan kirinya.

Tangan kanan Risa digunakan untuk menjambak rambut Icha. Tangan kanan tarisha digunakan untuk menampar pipi Icha.

"Lo rasain, ini rasanya saat lo rebut Niko dari gue" Murka Tarisha.

Plak

Plak

Srettt

Tamparan dan Jambakan didapatkan Icha dari Tarisha dan Risa. Mereka tertawa puas.

Kring kring

Bel pulang sekolah berbunyi, banya siswa/i berhamburan keluar dari kelas.

Icha dengan sekuat tenaga melawan, hingga Tarisha dan Risa terpental agak jauh dari tempatnya.

Icha mundur berusaha meredam amarahnya. Tarisha maju dan ingin mendorong Icha namun Icha menghindar.

Tarisha tidak mampu menahan tubuhnya sehingga ia terdorong melewati tembok tersebut.

Icha terkejut dengan kejadian tersebut. ia mencoba membantu Tarisha, bagaimana pun Tarisha pernah menjadi sahabatnya. Ia masih punya hati.

"Cha tolongin gue" ujar Tarisha, ia sudah menangis.

Orang orang dibawah berteriak histeris takut kalau Tarisha jatuh dari Roftoof (lantai 4).

Sebelum Icha menggapai tangan Tarisha. Arka dkk datang, mereka segera membantu Tarisha.

Tarisha memeluk erat Arka. Arka dkk melihat ke Arah Icha.

"Cha lo boleh benci Tarisha, tapi gak gini caranya" Bentak Shasa

"Ternyata lo Gak sebaik tampangnya" Sindir Gerry

"Arka gue takut, Icha dorong gue tadi" adu dia, ia benar benar muak dengan Tarisha. ingin sekali dia membunuh Tarisha sekarang.

"Cha gue gak nyangka kalau lo giniin Tarisha. Bener apa yang dibilang lo boleh benci sama dia, tapi gak gini juga caranya Cha" Ucap Arka.

"Gue gak ngelakuin apa apa, gu-" Ucapan  Icha terpotong.

"Cukup Cha cukup disini lo udah salah, gak usah ngelak lagi" Ujar Arka.

"Jadi lo lebih bela dia, Cewek jalang ini?" tanya Icha Muak.

Plak

"JAGA UCAPAN LO, DISINI LO YANG GAK TAU DIRI" Bentak Arka.

Dada Icha mendadak sesak, kepalanya pusing, pandangannya mulai mengabur. Air matanya tak berhenti menetes.

"Kemana janji lo dulu, janji yang gak bakal nyakitin gue, janji yang bakal selalu nyayangin gue, janji yang selalu percaya sama gue, janji yang gak akan pernah hianatin gue, gue tanya kemana janji itu, KEMANA ARKA, KEMANA!!, hiks hiks" Icha menangis sejadi jadinya.

FeliciaCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang