"Terkadang cinta tak datang dari pilihan, tapi dari takdir yang tak bisa ditolak."
~
“Selamat hari jadi, ya. Nggak terasa, hubungan kita sudah satu tahun.”
Ucap seorang laki-laki sambil menggenggam kedua tangan perempuan di hadapannya.
“Iya, nggak kerasa. Kita sudah melewati banyak hal bareng—susah senang bersama. Aku harap, kita akan terus begini, ya.”
Jawab perempuan itu dengan senyum hangat.
“Iya. Aku janji, aku nggak akan pernah ninggalin kamu. Sampai kapan pun.”
“Aku percaya, kok.”
Mereka pun berpelukan di bawah langit malam, disinari cahaya rembulan dan taburan bintang-bintang yang menemani.
Malam itu, Laksh dan Swara sedang merayakan hari jadi pacaran mereka yang pertama.
“Oh iya, aku punya sesuatu buat kamu.”
Laksh berjalan ke arah sebuah meja.
“Apa tuh?”
Swara mengikuti dengan penuh penasaran.
“Tutup mata kamu dulu.”
Ucap Laksh sambil tersenyum.
“Kamu pasti mau iseng, ya?”
Swara menatap curiga.
“Nggak, serius. Tutup mata, dong. Aku janji, nggak akan aneh-aneh.”
“Ya udah, janji ya... Oke.”
Swara pun menutup matanya perlahan.
“Sebentar, ya.”
Laksh mengambil sesuatu dari balik meja.
“Udah belum?”
Tanya Swara, tak sabar.
“Belum. Jangan ngintip, ya.”
“Ayo cepetan dong, aku penasaran banget nih!”
“Iya, iya. Sabar.”
Beberapa menit berlalu.
“Nah, sekarang buka mata kamu.”
Swara membuka matanya perlahan—dan langsung terkejut melihat sebuket bunga, boneka, dan sebuah kotak kado di hadapannya.
“L-La-Laksh...”
Ucap Swara terbata.
“Gimana? Kamu suka?”
Laksh memeluknya dari belakang.
“Suka banget... Makasih ya, Laksh.”
Swara terlihat sangat terharu.
“Eh, jangan nangis dong. Kenapa kamu nangis?”
Laksh membalik tubuh Swara, menatapnya, lalu memegang pipinya lembut.
“A-aku nangis karena bahagia.”
“Bagus deh kalau nangisnya karena bahagia. Tapi... aku tetap nggak suka lihat kamu nangis. Jadi, boleh nggak, kamu berhenti nangis?”
“Baiklah... Aku nggak akan nangis lagi.”
Swara mengusap air matanya sambil tersenyum.
“Nah, sekarang buka kadonya!”
“Sekarang?”
Swara mengerutkan kening.
“Bukan, nanti tahun depan. Ya sekaranglah!”
Laksh mencubit pipi Swara pelan.
“Aw! Iya, iya! Aku buka sekarang.”
Swara membuka kotak kado itu perlahan, jantungnya berdebar.
“Laksh... aku gemeteran nih.”
“Haha, tenang aja. Itu bukan bom, kok!”
Begitu kado terbuka, Swara mendapati ratusan foto polaroid—kenangan manis kebersamaannya dengan Laksh.
“Laksh... k-kamu cetak semua ini?”
“Iya.”
“Aku... aku nggak tahu harus bilang apa. Pokoknya... makasih.”
Swara langsung memeluk Laksh erat.
KAMU SEDANG MEMBACA
PERJODOHAN💔
FanfictionBagaimana rasanya jika setelah satu tahun menjalin hubungan, orang yang kita cintai justru menikah dengan orang lain? Sakit, bukan? Bagaimana rasanya merayakan hari jadi yang pertama, lalu mendengar bahwa pasangan kita akan dijodohkan dengan orang l...
