PART 16 : RASA BERSALAH DAN RENCANA ULANGAN

350 14 0
                                        

"Rasa bersalah adalah penjara batin, tapi rencana bisa menjadi kunci pelarian."

~

Di kamar Laksh.

“Laksh.” Annapurna masuk ke dalam kamar putranya.

“Ibu? Ada apa?” tanya Laksh, sedikit heran.

“Ibu membawakan segelas susu untukmu,” ucap Annapurna sambil menyodorkan gelas.

“Tumben sekali Ibu membuatkan aku susu,” kata Laksh, menerima gelas tersebut.

“Ayo diminum,” ujar Annapurna lembut.

“Baik, Bu.” Laksh pun meminum susu itu hingga habis.

“Tidurlah yang nyenyak.” Annapurna mengecup kening putranya lalu beranjak keluar.

---

Di luar kamar.

“Bagaimana, Ibu?” tanya Ragini, penuh harap.

“Laksh menghabiskan susu yang kau buat,” jawab Annapurna.

“Terima kasih, Ibu.” Ragini langsung memeluk mertuanya.

“Kalau begitu, Ragini masuk dulu ya. Makasih, Ibu,” ucap Ragini sebelum masuk ke kamar. Annapurna memandang kepergian menantunya dengan alis terangkat.

“Ada apa dengan Ragini? Kenapa dia terlihat sangat bahagia?” batin Annapurna sebelum kembali ke kamarnya.

---

Di kamar Laksh.

“Laksh...” panggil Ragini pelan.

Tak ada jawaban.

“Kau sudah menghabiskan susu yang Ibu berikan tadi, kan?” tanya Ragini, duduk di sofa.

“Iya,” jawab Laksh singkat, sudah berbaring di tempat tidur.

“Baiklah,” gumam Ragini. Ia mulai memperhatikan gerak-gerik suaminya dari kejauhan.

Beberapa menit berlalu. Ragini menatap Laksh tanpa berkedip. “Kenapa belum bereaksi? Apa harus kupancing sedikit?”

Ragini bangkit dan menghampiri ranjang. Tangannya perlahan membelai lengan Laksh.

“Apa yang kau lakukan, Ragini?” Laksh sontak terbangun.

“L-Laksh... apa yang kau rasakan saat aku menyentuhmu?” tanya Ragini, sedikit gugup namun memaksakan senyum.

“Apa maksudmu?” Laksh terlihat bingung.

“Apa kau merasakan sesuatu?” Ragini kini menyentuh dada Laksh, mencoba lebih dekat.

“Ragini, kau kenapa?” Laksh dengan sigap menjauh.

“Kau benar-benar tidak merasakan apa pun?” tanya Ragini, tak menyerah, lalu mengalungkan tangannya di leher Laksh.

“Ragini! Kau sudah gila?!” bentak Laksh, mendorong Ragini menjauh.

“Aku tidak merasakan apa pun saat kau menyentuhku. Jadi tolong, jauhi aku!” ucapnya dengan nada tegas.

“Tapi... kau sudah meminum susu itu, kan?” tanya Ragini, bingung.

“Iya. Dan kenapa? Apa maksudmu?” Laksh mulai kesal. “Ragini, aku benar-benar tidak mengerti apa yang kau lakukan!”

Ragini mendekat sekali lagi. “Kau benar-benar tak merasakan apa pun?”

“Tidak. Sudah, Ragini. Tolong tidur. Jangan ganggu aku. Aku lelah dan ingin istirahat. Oke?!” Laksh kembali berbaring dan memalingkan tubuhnya.

Ragini duduk di sofa dengan wajah kecewa.

PERJODOHAN💔Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang