"Kadang senyum hanyalah topeng yang menutupi badai di hati. Dan di balik kata-kata lembut, bisa tersimpan peringatan yang mengubah segalanya."
~
Beberapa hari kemudian, Parvati sudah menetapkan tanggal pernikahan Sharmistha dan Shekar. Acara itu akan dilaksanakan minggu depan. Swasan dan Raglak pun sibuk membantu mempersiapkan segala kebutuhan pernikahan kedua orang tua mereka—mulai dari dekorasi, fitting baju, catering makanan dan minuman, undangan, hingga perlengkapan lainnya.
“Dekorasi sudah. Sekarang tinggal fitting baju,” ucap Ragini sambil memegang buku catatan berisi List Persiapan Wedding.
“Hm… bagaimana kalau fitting baju di toko yang sama dengan pernikahan kita waktu itu? Aku rasa model dan warnanya bagus, bahannya juga nyaman dipakai,” usul Swara.
“Aku setuju! Di Pooja Sharma’s Store banyak pilihan model kekinian. Ibu Sharmistha dan Paman Shekar pasti suka,” timpal Sanskar setuju.
“Ya sudah, aku setuju!” kata Ragini.
Laksh mengangguk. “Iya, aku juga setuju.”
“Oke, baiklah,” ujar Ragini sambil mencontreng kolom Fitting Baju di daftar persiapan. Ia juga mencatat nama toko yang disarankan Swara tadi, yaitu Pooja Sharma’s Store.
“Selanjutnya catering makanan dan minuman,” lanjut Ragini.
“Soal catering, aku kurang tahu. Kalau catering yang kita pakai waktu pernikahan kemarin, menurutku makanannya biasa saja dan kurang enak. Jadi lebih baik cari yang lain saja. Ada yang tahu catering yang enak dan terpercaya?” tanya Swara.
Semua terdiam sejenak, sibuk berpikir dan mencari referensi di media sosial. Hingga beberapa saat kemudian, Ragini tiba-tiba teringat sesuatu.
“Aku tahu, Swara!!!” seru Ragini tiba-tiba.
“Oh ya? Di mana?” tanya Swara antusias.
“Di Veerchandrakanta Cake & Food & Drink!” jawab Ragini semangat.
“Bagaimana kau tahu toko itu?”
“Tentu saja aku tahu, Swara! Waktu pernikahan Sanskar dan Tina, aku sempat mencoba makanan dan minumannya. Rasanya… luar biasa! Aku sangat menyukainya!” jelas Ragini dengan mata berbinar.
“Pernikahan?” Swara mengernyit.
Sanskar segera menggenggam tangan Swara. “Itu dulu. Tenang saja, pernikahan itu tidak pernah terjadi.”
“Iya, Swara. Yang Sanskar katakan benar. Pernikahan itu batal karena kekuatan cinta kalian yang begitu besar, sampai akhirnya kalian bisa bersatu kembali,” ujar Ragini sambil tersenyum hangat.
Swara hanya membalas dengan senyum tipis. “Baiklah.”
“Kalau begitu, aku dan Ragini akan ke Veerchandrakanta Food, sementara kau dan Laksh pergi ke Pooja Sharma’s Store. Bagaimana?” usul Sanskar.
‘Bodoh! Kau malah memberiku kesempatan untuk berduaan dengan Swara. Terima kasih, Sanskar… kau memang kakak terbaik!’ gumam Laksh dalam hati sambil menahan senyum liciknya.
“Ya sudah, aku setuju. Lagian, hanya kalian yang tahu di mana Veerchandrakanta Food, dan Sanskar juga sudah mengenal pemilik catering itu. Sedangkan aku sudah kenal pemilik Pooja Sharma’s Store, jadi Swara bisa memilihkan model baju untuk Ibu Sharmistha dan Paman Shekar,” jelas Laksh cepat.
“Iya, benar, Laksh. Aku percaya Swara pintar dan modis dalam memilih model pakaian,” puji Ragini.
“Kalau begitu, ayo kita berangkat! Oh ya, Swara… hati-hati,” ujar Sanskar sambil mengecup kening istrinya.
KAMU SEDANG MEMBACA
PERJODOHAN💔
FanfictionBagaimana rasanya jika setelah satu tahun menjalin hubungan, orang yang kita cintai justru menikah dengan orang lain? Sakit, bukan? Bagaimana rasanya merayakan hari jadi yang pertama, lalu mendengar bahwa pasangan kita akan dijodohkan dengan orang l...
