"Cinta sejati bukan soal siapa yang kau kejar, tapi siapa yang tetap tinggal saat kau terluka."
~
Di rumah Maheshwari.
“Sanskar, Ibu mau pergi sebentar. Kamu antar Ibu, ya?” ucap Sujata sambil merapikan tasnya.
“Iya, Bu. Tapi kita mau ke mana?” tanya Sanskar sambil mengambil kunci mobil.
“Ke suatu tempat. Ayo ikut aja dulu,” jawab Sujata misterius.
Sanskar mengangkat bahu, lalu mereka pun berangkat bersama.
Sesampainya di mall.
“Di sini, Bu?” tanya Sanskar sedikit bingung.
“Iya. Kamu mau ikut?” tanya Sujata.
“Aku mau ke supermarket dulu, mau beli sesuatu,” kata Sanskar.
“Ya sudah. Nanti Ibu telepon kalau sudah selesai, ya,” ujar Sujata sebelum mereka berpisah.
Sementara itu, di tempat lain.
“Bu, Swara mau beli cemilan, nggak apa-apa, kan?” tanya Swara sambil tersenyum manis.
“Ya sudah, Ibu juga ada urusan. Jadi kalau kamu mau pulang duluan juga nggak apa-apa,” jawab Sharmistha.
“Oke, nanti kalau Ibu udah selesai, kabarin aku ya. Nanti aku jemput,” kata Swara.
“Iya, hati-hati ya, Sayang,” ucap Sharmistha sambil melambaikan tangan.
Di dalam supermarket.
Sanskar sedang mengambil snack dari rak. Tapi tiba-tiba, tangannya bersentuhan dengan tangan lain yang juga mengincar barang yang sama.
“Loh, kok…” Sanskar terkejut. “Swara?”
Swara menatapnya dan ikut kaget, “Sanskar? Yang kemarin nolongin aku itu?”
“Iya, aku. Kamu ngapain di sini?” tanya Sanskar.
“Menurut kamu, orang ke supermarket ngapain?” balas Swara sambil tertawa kecil.
“Belanja?” jawab Sanskar polos.
“Nah, itu tahu,” jawab Swara dengan senyum geli.
“Kamu sendiri?” tanya Sanskar lagi.
“Tadi sama Ibu, tapi Ibu ada urusan. Kalau kamu?”
“Aku juga sama. Tapi Ibu lagi ke toko lain,” jawab Sanskar.
“Oh, gitu… Ya udah deh, aku belanja dulu, ya. Bye.” Swara pun membalikkan badan hendak pergi.
“Swara, tunggu!” panggil Sanskar.
“Iya, kenapa?” Swara menoleh.
“Kamu nggak apa-apa kan?” tanya Sanskar, suaranya lebih pelan.
Swara tersenyum, “Nggak kok, aku baik-baik aja.” Lalu ia kembali berjalan.
KAMU SEDANG MEMBACA
PERJODOHAN💔
Fiksi PenggemarBagaimana rasanya jika setelah satu tahun menjalin hubungan, orang yang kita cintai justru menikah dengan orang lain? Sakit, bukan? Bagaimana rasanya merayakan hari jadi yang pertama, lalu mendengar bahwa pasangan kita akan dijodohkan dengan orang l...
