"Tak semua luka terlihat, karena beberapa hanya bisa dirasakan di dalam hati."
~
Sanskar pulang. Ia membuka pintu rumah.
"Sanskar, kamu sudah pulang?" Sujata langsung menghampirinya. "Eh, baju kamu kenapa basah?"
Sanskar melirik cepat ke bajunya yang masih lembap, lalu buru-buru menjawab, "Nggak kenapa-kenapa, Bu. Tadi kena tumpahan air putih, jadi basah."
"Oh, hati-hati dong. Tapi kamu nggak apa-apa, kan?" Sujata tampak khawatir.
"Enggak, Bu. Sanskar baik-baik aja. Tapi Sanskar capek, mau istirahat dulu, ya."
"Iya, istirahat sana."
Beberapa menit kemudian...
"Sanskar!" Suara Sujata terdengar sambil mengetuk pintu kamar.
"Iya, Bu! Masuk aja."
Sujata membuka pintu dan masuk sambil membawa segelas susu hangat. "Nih, Ibu buatin susu. Diminum, ya."
"Makasih, Bu." Sanskar mengambil gelas itu dan langsung meminumnya sampai habis.
"Iya, sekarang tidur yang nyenyak. Selamat malam, sayang."
"Selamat malam, Bu."
Sujata mencium kening putranya, lalu keluar dari kamar.
Sanskar menatap langit-langit kamar sejenak sebelum membisik pelan, "Semoga Swara bahagia..."
Ia memejamkan mata dan perlahan tertidur.
♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡
Pagi yang cerah.
"Ragini, sayang... ayo bangun," ujar Parvati sambil membuka gorden kamar. Sinar matahari langsung menyinari wajah cucunya yang masih terlelap.
"Ayo, Nak. Hari ini kamu kan mau fitting baju pengantin sama Laksh," lanjut Parvati dengan lembut.
"Oh iya! Ragini lupa," gumam Ragini sambil segera duduk dan mengusap matanya.
"Cepat mandi, ya. Nenek sudah siapkan sarapan di meja," ucap Parvati sebelum keluar dari kamar.
Beberapa menit kemudian.
"Pagi, Ragini sayang," sapa Shekar saat Ragini datang ke ruang makan.
"Pagi, Ayah," balas Ragini sambil tersenyum kecil.
"Nah, ayo kita sarapan dulu. Habis itu kamu bersiap-siap. Ingat, kamu harus tampil cantik hari ini karena akan bertemu calon suamimu," kata Parvati dengan semangat.
"Iya, Nek," jawab Ragini, menunduk malu.
Tak lama setelah itu.
"Ragini, sayang. Kamu sudah siap belum?" Parvati mengetuk pintu kamar Ragini.
"Iya, Nek. Sebentar ya," jawab Ragini dari dalam.
"Ayo, nanti telat, loh," desak Parvati lembut.
Shekar ikut berseru dari ruang tamu, "Ayo, Sayang. Kita berangkat sekarang."
Tak lama kemudian, pintu kamar terbuka.
Parvati dan Shekar terperangah melihat Ragini. Gaun sederhana yang ia kenakan begitu cocok dengannya. Rambutnya ditata rapi, dan wajahnya tampak bersinar alami.
KAMU SEDANG MEMBACA
PERJODOHAN💔
FanfictionBagaimana rasanya jika setelah satu tahun menjalin hubungan, orang yang kita cintai justru menikah dengan orang lain? Sakit, bukan? Bagaimana rasanya merayakan hari jadi yang pertama, lalu mendengar bahwa pasangan kita akan dijodohkan dengan orang l...
