🌑 "Kebenaran bisa dibungkam, tapi tak bisa dimatikan. Ia akan terus bernapas dalam diam, menunggu saatnya membebaskan luka yang tersembunyi."
~
"Tidak! Itu bohong!! Saat kejadian itu, aku tidak melakukan apa pun. Dan Laksh memang benar-benar sedang mabuk!" seru Swara dengan suara bergetar.
"Oh ya? Kalau memang begitu, kenapa kau tidak berteriak? Kenapa kau tidak minta tolong? Atau... jangan-jangan kau menikmatinya?" sindir Ragini tajam, matanya menatap Swara penuh tuduhan.
"Ragini! Apa yang kau bicarakan?! Aku bersumpah, aku tidak pernah melakukan hal yang melampaui batas dengan Laksh!" Swara mulai menangis.
"Iya, Ragini. Meskipun aku masih mencintai Swara... aku tidak akan pernah menyentuhnya lebih dari yang seharusnya," ujar Laksh penuh penyesalan.
"Tapi aku justru setuju dengan Ragini," timpal Sujata. "Kita yang memaksa mereka menikah, jadi jangan-jangan karena tekanan itulah mereka nekat melakukan hal-hal seperti ini!"
"Apa jangan-jangan... kau sebenarnya tidak mengandung anak Sanskar, tapi anak Laksh?" Parvati tiba-tiba angkat suara, membuat semua orang terdiam kaku.
"Nenek, apa maksudmu?! Ini anak Sanskar! Bukan anak Laksh! Aku bahkan tidak pernah disentuh Laksh sejauh itu!" Swara membela diri dengan wajah pucat.
"Sanskar... kau percaya padaku, kan? Ini anakmu," Swara menatap suaminya dengan air mata berlinang.
"Tidak."
Satu kata dingin dari Sanskar menghancurkan dunia Swara.
"Apa...?" Swara terisak, tak percaya. "Sanskar, kita pernah melakukannya... kau ingat, kan?"
"Iya, kita memang pernah... tapi itu tidak sengaja. Kau sendiri yang mencampurkan obat perangsang ke dalam susu yang kau buat. Karena itu aku... aku kehilangan kendali." Suara Sanskar tajam, penuh luka.
Ragini terpaku. Dunia seakan runtuh di depan matanya.
"J-Jadi... susu yang kucampur dengan obat perangsang itu... justru diminum Sanskar?" Ragini membatin, wajahnya mendadak pucat. "Bagaimana bisa tertukar? Pantas saja... Laksh tidak bereaksi apa-apa malam itu."
"Sudah kuduga kau pasti ceroboh, Ragini," bisik Parvati lirih namun tajam. "Kalau saja Laksh yang meminumnya, mungkin sekarang kau sedang hamil."
"Benar kan dugaanku... Mana mungkin Swara dan Sanskar melakukannya dengan sengaja. Dan Ragini sendiri bahkan pernah mencoba hal yang sama. Bedanya, aku berhasil menahannya," pikir Laksh, menatap semua orang dengan wajah getir.
"Sanskar, aku tidak mencampurkan apa pun ke dalam susumu!" Swara berseru, gemetar.
"Berhenti berbohong!" bentak Sanskar tajam. "Kau sudah tidur dengan Laksh, lalu kau hamil. Saat kau tahu sedang mengandung, kau tidur denganku agar aku percaya ini anakku. Dasar perempuan rendah!"
"S-Sanskar... jadi kau tidak percaya padaku?" suara Swara pecah bersama air matanya.
"Tidak."
Satu kata itu menghancurkan Swara seketika.
"Sanskar... ini anakmu, bukan anak Laksh. Aku bersumpah demi Tuhan! Aku mohon... percaya padaku..." Swara berlutut, menggenggam tangan Sanskar yang menepisnya dengan dingin.
"Cukup, Swara. Hentikan drama ini."
Semua terdiam. Suasana menegang.
"Ragini! Kenapa kau membuat semuanya semakin rumit?! Kenapa kau harus melebih-lebihkan semua ini?!" hardik Laksh.
KAMU SEDANG MEMBACA
PERJODOHAN💔
FanfictionBagaimana rasanya jika setelah satu tahun menjalin hubungan, orang yang kita cintai justru menikah dengan orang lain? Sakit, bukan? Bagaimana rasanya merayakan hari jadi yang pertama, lalu mendengar bahwa pasangan kita akan dijodohkan dengan orang l...
