"Cinta kadang datang bersamaan dengan rasa bersalah yang tak bisa ditepis."
~
Di ruang makan.
"Kalian tahu siapa yang memasak hari ini?" tanya Annapurna sambil tersenyum misterius.
"Siapa?" sahut Durga penasaran.
"Chef Swara dan Chef Sujata!" jawab Annapurna penuh semangat.
"Iya! Kalian semua harus coba masakan kami," ucap Swara sambil menyajikan hidangan bersama Sujata.
"Ugh, wanginya enak banget," komentar Ram.
"Pasti rasanya juga lezat," sahut Durga.
"Lain kali, aku dan Ragini yang akan masak. Eh, ngomong-ngomong, Ragini di mana ya?" tanya Annapurna sambil celingukan.
"D-dia... ada di kamar. Mungkin capek, jadi istirahat," jawab Laksh cepat dan gugup.
"Baiklah," Annapurna mengangguk.
"Semuanya, silakan makan," ajak Durga.
"Yuk, coba gimana masakan aku dan Ibu. Enak nggak?" tanya Swara penuh antusias.
"Enak sekali," kata Ram sambil mengangguk puas.
"Sudah kubilang masakanku selalu juara!" bangga Swara.
Sanskar terlihat diam dan agak canggung.
"Ohiya, Sanskar, gimana masakan istrimu? Enak, bukan?" tanya Sujata sambil melirik geli.
"E-enak," jawab Sanskar sambil tersenyum tipis.
"Kamu nggak mau puji istrimu ini, hm?" goda Sujata lagi.
Sanskar hanya bisa tersenyum makin canggung.
Tiba-tiba...
"LAAAKSH!!!" suara Ragini terdengar nyaring dari arah tangga.
"Ra-ragini?!" Laksh terperanjat.
"Tadi Nyonya Ragini terkunci di kamar," lapor seorang pelayan yang membuntuti dari belakang.
"Baik, kau boleh pergi," ujar Annapurna tenang.
Semua menoleh ke arah Ragini—kain sarinya berantakan, wajahnya tampak gelisah.
“Semoga pengaruh obatnya sudah hilang... aku mohon,” doa Laksh dalam hati panik.
"Laksh, kau janji akan menemaniku hari ini! Tapi kau malah kunci aku di kamar! Kenapa? Aku ingin bersamamu sekarang!" Ragini langsung memeluk Laksh.
"Ra-ragini... kau kenapa?" tanya Laksh sambil berusaha melepaskan pelukannya.
"Sial! Obat itu belum hilang efeknya!!" pikir Laksh makin kacau.
"Laksh, aku mencintaimu... sangat mencintaimu," ucap Ragini sambil memegang pipi Laksh lembut.
Keheningan di meja pecah.
"Err... Laksh, sebaiknya kau temani dulu Ragini," ujar Sujata menengahi.
"I-iya... sepertinya dia memang butuh kamu," sambung Annapurna, setengah khawatir.
"Bukan butuh lagi, tapi kayaknya sudah ngidam ditemani!" Sujata menggoda lagi.
"Ragini, makan malam dulu ya. Habis itu baru deh kamu pergi sama Laksh," saran Durga mencoba mengalihkan.
"Tidak, Ayah! A-aku akan makan setelah kita—"
Laksh buru-buru menutup mulut Ragini. "Ayah, sebaiknya aku bicara dulu dengan Ragini. Nanti aku kembali," katanya cepat.
KAMU SEDANG MEMBACA
PERJODOHAN💔
FanfictionBagaimana rasanya jika setelah satu tahun menjalin hubungan, orang yang kita cintai justru menikah dengan orang lain? Sakit, bukan? Bagaimana rasanya merayakan hari jadi yang pertama, lalu mendengar bahwa pasangan kita akan dijodohkan dengan orang l...
