PART 14 : CINTA YANG TERLUKA, RENCANA YANG TERSEMBUNYI

310 12 0
                                        

"Cinta bisa menyembuhkan, tapi juga bisa menjadi alasan seseorang hancur dalam diam."

~

Di kamar Swara.

“Waktunya beristirahat,” gumam Swara pelan sambil naik ke tempat tidur. Ia mematikan lampu, menarik selimut, dan memejamkan mata.

Beberapa detik kemudian, terdengar suara pintu kamar terbuka… lalu tertutup kembali.

“Sanskar? Kamu cepat banget pulangnya,” ucap Swara setengah mengantuk, masih membenamkan wajah di balik selimut.

Tiba-tiba, ia merasakan seseorang mengelus rambutnya.

“Sanskar, kamu ngapain—...” Swara membuka selimut perlahan… dan matanya membelalak.

“Swara...”

“Laksh? A-a-apa yang kamu lakukan di sini?!” Swara langsung duduk tegak di ranjang, kaget.

“Aku cuma ingin bicara,” ucap Laksh perlahan, matanya tajam menatap Swara.

“Katakan saja dari situ,” jawab Swara gugup, lalu turun dari tempat tidur dan membalikkan badan, membelakangi Laksh.

“Swara… aku mencintaimu. Aku sungguh-sungguh mencintaimu,” ucap Laksh, berjalan mendekatinya.

Swara menarik napas panjang. “Laksh, aku sudah bilang berkali-kali. Hubungan kita sudah selesai. Kamu harus terima dan belajar melupakan semuanya!”

“Aku nggak bisa, Swara! Aku nggak bisa!” suara Laksh meninggi, putus asa. “Kamu tahu sendiri hidupku berantakan tanpamu! Kosong! Gelap! Aku nggak bisa jalan tanpa kamu!”

“Laksh, tolong!” Swara memalingkan wajah. “Lupakan masa lalu kita! Kita nggak akan pernah bisa bersama lagi!”

“Kita masih bisa!” Laksh menghampirinya cepat, menarik tangan Swara hingga wajah mereka hanya sejengkal.

“Laksh, lepaskan aku!” Swara berusaha melepaskan diri, tapi cengkeraman Laksh terlalu kuat.

“Swara, dengarkan aku! Kita bisa mulai dari awal. Kita pergi dari sini, tinggal di tempat baru, dan hidup bahagia. Menikahlah denganku!”

“Tidak, Laksh! Aku tidak mau! Lepaskan aku!!” teriak Swara panik.

“Kenapa? Karena kamu masih mencintaiku, kan?” desak Laksh.

“Tidak! Aku sudah tidak mencintaimu, Laksh!” Swara mencoba menatap ke arah lain, menghindari sorot mata pria itu.

“Kamu bohong, Swara! Aku sudah cukup lama mengenalmu untuk tahu saat kamu berbohong!”

“Aku tidak bohong!!” seru Swara, suaranya mulai bergetar.

“Kalau begitu, tatap mataku… dan bilang kalau kamu benar-benar sudah nggak mencintaiku lagi!” Laksh menarik pinggang Swara, membuat tubuh mereka semakin dekat.

“Ayo, Swara! Katakan! Tatap mataku dan bilang kalau hatimu bukan untukku lagi!”

Mereka kini saling bertatapan. Degup jantung Swara berdentum cepat, antara takut, marah, dan luka lama yang terbuka kembali.

“Laksh, aku…” Swara tergagap.

“Ayo jawab, Swara,” desak Laksh, sorot matanya penuh tekanan.

“A-a-aku tidak mencintaimu,” ucap Swara akhirnya, lalu mendorong tubuh Laksh dengan sekuat tenaga hingga ia berhasil melepaskan diri.

“Aku tahu kau berbohong!” teriak Laksh, emosinya meledak. “Aku tahu kau masih mencintaiku! Kenapa, Swara? Kenapa kau nggak bisa jujur? Kenapa menolak hidup bersamaku?!”

PERJODOHAN💔Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang