PART 31 : ANTARA MAAF DAN TAWA

488 17 1
                                        

"Kadang, memaafkan bukan soal melupakan kesalahan, tapi membuka pintu bagi tawa baru yang mungkin sedang menunggu di sisi lain luka."

~

Di kamar Laksh.

"Bagaimana? Kau sudah bicara dengan Sanskar?" tanya Laksh saat Ragini masuk ke dalam kamar.

Ragini menggeleng pelan. "Belum. Tadi aku berbicara dengan Swara... dan dia bilang akan membantuku bicara pada Sanskar. Tapi..."

"Tapi kenapa?" tanya Laksh dengan dahi mengernyit.

"Tapi tadi Swara seperti ingin mengatakan sesuatu padaku, tapi belum sempat. Sanskar memanggilnya, jadi pembicaraan kami terpotong."

Laksh mendesah. "Mungkin Sanskar sengaja melarang Swara untuk bicara denganmu."

"Kalau itu benar..." Ragini menunduk lesu. "Aku kecewa, Laksh. Dan aku makin merasa bersalah."

Laksh meraih tangan Ragini dan menggenggamnya lembut. "Tenang saja. Kalau aku dan Swara bisa memaafkanmu, kenapa Sanskar tidak bisa? Aku yakin waktunya akan tiba."

"Aku harap begitu, Laksh." Ragini menghela napas panjang.

"Kau sudah bicara dengan nenekmu?" tanya Laksh lagi.

"Belum. Aku yakin Nenek pasti marah padaku. Aku juga belum bicara dengan Ibu Sharmistha. Aku..." Ragini menutup wajahnya sejenak, lalu memijat pelipisnya. "Aku pusing. Andai saja aku tidak melakukan semua ini, semuanya pasti tidak akan serumit ini."

Laksh menatap Ragini dengan penuh empati. "Ragini, dalam hidup ini... setiap tindakan ada konsekuensinya. Tapi yang paling penting adalah kau berani bertanggung jawab."

Ragini mengangguk pelan dan menyenderkan kepalanya di bahu Laksh. "Iya, Laksh..."

"Tenang saja. Aku akan membantumu sebisaku."

"Tidak usah, Laksh. Ini salahku. Aku yang harus menyelesaikannya."

Tiba-tiba terdengar ketukan di pintu.

Tok tok tok.

"Iya, sebentar," ujar Ragini sambil berjalan ke arah pintu.

Begitu pintu dibuka, terlihat Swara berdiri dengan wajah bersalah. "Ragini... maafkan aku."

"Silakan masuk, Swara," ucap Ragini lembut. Laksh ikut mempersilakan Swara duduk.

"Ragini, aku sungguh minta maaf. Aku sudah membuatmu menunggu terlalu lama," kata Swara dengan tatapan tulus.

"Tidak apa-apa, Swara. Aku mengerti. Kalian pasti saling merindukan satu sama lain, apalagi sudah delapan bulan tidak bertemu," balas Ragini dengan senyum tipis.

Swara duduk di tepi ranjang, menarik napas sebelum akhirnya berkata,
"Oh iya... Aku ingin bicara sesuatu padamu."

"Apa itu?" tanya Ragini pelan.

Melihat ekspresi Swara yang berubah serius, Laksh segera bangkit dari duduknya.
"Sepertinya ini pembicaraan penting. Aku keluar dulu, kalian bicara saja."
Ia tersenyum tipis, lalu melangkah keluar meninggalkan mereka berdua.

Setelah pintu tertutup, Ragini menatap Swara dengan penasaran.
"Ada apa, Swara?"

Swara menatap Ragini lekat-lekat sebelum bertanya,
"Bagaimana hubunganmu dengan Laksh?"

Ragini terdiam sejenak, lalu tersenyum samar.
"Hubunganku dengan Laksh sekarang... sangat baik. Dia sudah berubah, Swara. Dia jadi lembut, perhatian... tidak seperti dulu."

PERJODOHAN💔Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang