PART 32 : SAAT LUKA BERTEMU CINTA

410 19 7
                                        

"Cinta tidak selalu datang di awal, tapi saat ia datang dengan jujur... ia menyembuhkan semua luka."

~

Pagi harinya.

“Raj sayang, Ayah pergi dulu ya. Kamu baik-baik di sini sama Ibu.” Sanskar mengelus pipi Raj yang sedang terlelap di keranjang bayi. “Swara, tolong jaga pangeranku ini, ya.”

Swara tersenyum lembut sambil merapikan kerah kemeja Sanskar. “Tentu saja. Aku pasti menjaganya dengan baik. Kamu hati-hati di jalan, Sanskar. Kalau harus lembur, kabari aku.”

“Siap, Bu Ibu.” Sanskar mengedipkan mata lalu mencium kening Swara. “Aku berangkat dulu.”

Swara mengangguk, mengantar Sanskar hingga pintu. Tatapannya masih tertinggal lama setelah Sanskar menghilang dari pandangan.

---

Sementara itu, di kamar Laksh.

“Ragini, ternyata pakaian yang kamu siapkan keren juga,” ucap Laksh sambil bercermin, menyisir rambutnya.

Ragini melipat tangan bangga. “Iya dong. Aku ini ahli mix and match. Kamu tinggal pakai aja, pasti keren.”

Laksh menoleh dan mengangguk puas. “Kalau begitu, aku pergi dulu, ya. Jaga dirimu.”

“Laksh!” panggil Ragini cepat.

Laksh berhenti dan menoleh. “Iya?”

Ragini berjalan mendekat, lalu menatap Laksh sejenak. “Hati-hati di jalan… dan pulanglah cepat.”

Laksh tersenyum lebar. “Wah, kamu merindukanku, ya? Sampai nyuruh aku cepat pulang?”

“Kau banyak bicara!” Ragini mendorong pelan dada Laksh. “Cepat pergi sana, nanti kamu telat!”

Laksh terkekeh. “Kalau ada apa-apa, kabari aku.”

“Baik.”

Sebelum membuka pintu, Laksh menoleh lagi dengan senyum jahil. “Ragini!”

“Apa lagi?” Ragini mendengus.

“Hati-hati… di rumah ini banyak hantuuu~” godanya sambil membuat suara menyeramkan.

Ragini spontan melempar bantal ke arahnya. “Laksh! KAU!!!”

Laksh langsung lari keluar sambil tertawa, lalu menutup pintu.

“Dasar menyebalkan…” gumam Ragini sambil menggeleng pelan.

Namun senyum pelan terbit di wajahnya.

“…Tapi aku sayang.”

❤❤❤❤❤❤❤❤

Swara sedang mengayun pelan Raj di pangkuannya tertidur ketika Ragini datang menghampirinya dengan ragu-ragu.

“Swara.”
Ragini berdiri di samping Swara, menatap wajah kakaknya yang sedang tersenyum melihat Raj.

“Iya, kenapa Ragini?” Swara menoleh, menjaga nada suaranya tetap pelan agar tidak membangunkan bayinya.

“Boleh aku bertanya sesuatu?”

“Tentu. Mau tanya apa?”

Ragini menggigit bibir bawahnya gugup, lalu mengusap lengan bajunya sendiri.
“Makanan apa yang disukai Laksh?”

Swara mengerutkan alis, lalu menatap Ragini curiga.
“Hm… sepertinya kamu sedang merencanakan sesuatu. Apa itu? Beritahu aku!”

PERJODOHAN💔Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang