🌿 "Terkadang, luka tak butuh obat. Cukup tawa, keikhlasan, dan pelukan hangat dari orang-orang yang peduli."
~
Di kamar Laksh.
"Laksh, kau tidak apa-apa, kan?" tanya Ragini, mendekati suaminya.
"Tidak, Ragini. Aku tidak apa-apa," jawab Laksh pelan.
"Kau sudah meminum susu jahe buatan ibu?"
"Sudah."
"Lalu, kau sudah mengobati lukamu?"
"Sudah. Lukaku hanya sedikit. Tenang saja."
Ragini memandang Laksh dengan bingung.
"Kenapa dia tiba-tiba lembut? Biasanya dia dingin dan kasar... ada apa sebenarnya?" batinnya.
"Kenapa kau melamun?" tanya Laksh, kini berdiri di depan Ragini.
"A-aku cuma sedang berpikir. Kau agak aneh hari ini," ucap Ragini jujur.
"Aneh? Maksudmu?" Laksh mengernyit.
"Iya... biasanya kau bersikap kasar padaku. Tapi hari ini tidak."
"Memangnya kau ingin aku bersikap kasar?" Laksh menggoda, jemarinya menyentuh dagu Ragini.
"Ti-tidak, Laksh. Aku nggak mau. Aku hanya merasa bingung... kenapa kau berubah?" Ragini jujur.
Laksh menarik napas panjang, lalu duduk di sofa. "Aku ingin melupakan masa laluku, Ragini. Aku ingin memulai hidup baru. Aku sadar... aku sudah berkali-kali menyakitimu. Tapi kau tetap bertahan. Kenapa?"
Ragini ikut duduk di sampingnya. "Karena aku mencintaimu. Aku tau di luar sana ada laki-laki yang lebih baik, tapi tidak ada yang bisa menggantikan cintaku padamu."
"Kau wanita baik, Ragini. Kau nggak pantas dengan laki-laki sepertiku."
"Menurutmu begitu. Tapi bagiku, kau pantas. Karena aku mencintaimu."
"Kau bicara begitu karena perasaanmu. Tapi aku... aku sendiri bingung. Kenapa aku tidak bisa mencintaimu? Hatiku cuma bisa untuk Swara."
"Aku tau, Laksh. Aku mengerti. Kalian sudah setahun bersama. Tapi tiba-tiba aku datang dan merusak semuanya... maaf."
"Mungkin ini memang takdirku dengan Swara. Takdir yang memisahkan."
"Aku yakin kau bisa menerimanya," ucap Ragini lembut. "Aku tau kau membenciku. Tapi aku tidak akan memaksamu mencintaiku. Aku hanya ingin kau tetap bersamaku. Aku akan menunggu... sampai suatu saat kau bisa menerimaku sebagai istrimu."
Laksh terdiam. "Maaf... aku selalu membuatmu menangis. Tapi Ragini... aku belum bisa mencintaimu."
"Tidak apa-apa," senyum Ragini sambil menyeka air matanya. "Perasaan bisa berubah, kan? Aku hanya ingin kita tidak seperti ini terus."
"Maksudmu?" tanya Laksh.
"Aku ingin kita menjalin hubungan," jawab Ragini, membuat Laksh sedikit terkejut.
"Hubungan? Tapi Ragini, aku sudah bilang-"
Ragini cepat menempelkan jari di bibir Laksh. "Tenang... maksudku hubungan persahabatan. Boleh kan?"
Laksh tersenyum kecil. "Baiklah. Mulai sekarang, kita bersahabat. Dan aku janji nggak akan bersikap kasar padamu lagi."
"Terima kasih, Laksh!" Ragini memegang tangan Laksh dengan antusias. "Aku bahagia!"
"Kau bahagia?" tanya Laksh.
"Sangat!" Ragini tersenyum lebar.
"Aku yakin ini pasti karena Swara... pasti dia bicara sesuatu ke Laksh," pikir Ragini dalam hati.
KAMU SEDANG MEMBACA
PERJODOHAN💔
FanfictionBagaimana rasanya jika setelah satu tahun menjalin hubungan, orang yang kita cintai justru menikah dengan orang lain? Sakit, bukan? Bagaimana rasanya merayakan hari jadi yang pertama, lalu mendengar bahwa pasangan kita akan dijodohkan dengan orang l...
