"Ketulusan tidak selalu datang dalam bentuk perhatian, kadang ia datang sebagai pengorbanan yang diam."
~
Di butik gaun pengantin.
"Sanskar, menurut kamu... gaun ini cocok nggak?" Swara berdiri di depan cermin, memegang dua pilihan gaun pengantin dan membandingkannya.
Sanskar memperhatikan dengan seksama. "Coba yang ini deh," katanya sambil menunjuk gaun berpotongan sederhana namun elegan.
"Oke, tunggu sebentar ya." Swara pun masuk ke ruang ganti.
Beberapa menit kemudian, ia keluar mengenakan gaun yang tadi dipilih Sanskar.
"Sanskar?" panggil Swara dengan senyum malu-malu. "Gimana? Cocok nggak?"
Sanskar yang semula duduk langsung berdiri. Pandangannya terpaku sesaat sebelum buru-buru mengalihkan mata. "Co... cocok," jawabnya canggung, mengusap tengkuknya.
Swara tertawa kecil. "Ya udah, kita ambil yang ini ya, Mbak," ujarnya pada pramuniaga. Ia kembali masuk ke ruang ganti.
Tak lama, giliran Sanskar memilih setelan jas.
"Kayaknya jas ini cocok deh buat kamu, Laksh..." ucap Swara sambil membawa satu setelan jas.
Sanskar mengernyit. "Laksh?"
Swara terdiam sejenak, lalu buru-buru mengoreksi, "Maksudku Sanskar... maaf."
Sanskar tersenyum tipis. "Nggak apa-apa, aku ngerti, kok."
Ia menerima jas itu tanpa banyak bicara. "Urusan baju terserah kamu aja. Toh, pernikahan ini cuma buat nyenengin orang tua kita, kan?"
Swara mengangguk pelan. "Iya, jadi kita harus pura-pura bahagia... di depan mereka."
"Yup. Harus terlihat sempurna," balas Sanskar dengan suara datar.
"Baik, Mbak. Jasnya yang ini aja ya," ucap Swara pada pegawai butik.
♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡
Di rumah keluarga Maheshwari.
“Laksh, kamu dari mana saja? Lihat tuh, Ragini nungguin kamu dari tadi,” tegur Annapurna lembut namun tegas.
“Bu… Laksh capek. Laksh pengin istirahat. Suruh dia pulang aja,” jawab Laksh dingin tanpa memandang Ragini.
“Laksh, tolong hargai Ragini. Dia nggak bersalah. Dia nggak tahu apa-apa,” ucap Annapurna dengan nada memohon.
Laksh menatap ibunya dengan mata yang penuh amarah yang tertahan. “Kalau dia memang nggak tahu apa-apa, seharusnya dia nolak perjodohan ini. Biar semuanya selesai. Tapi dia nggak nolak, kenapa, Bu?”
Ragini akhirnya maju perlahan, menatap Laksh dengan mata yang mulai berkaca. “Karena… aku mencintaimu, Laksh,” ucapnya pelan.
Annapurna menghela napas dan mundur. “Ibu masuk dulu,” katanya lalu pergi meninggalkan mereka berdua.
Laksh menatap Ragini tajam. “Tapi aku nggak mencintaimu, Ragini.”
KAMU SEDANG MEMBACA
PERJODOHAN💔
FanfictionBagaimana rasanya jika setelah satu tahun menjalin hubungan, orang yang kita cintai justru menikah dengan orang lain? Sakit, bukan? Bagaimana rasanya merayakan hari jadi yang pertama, lalu mendengar bahwa pasangan kita akan dijodohkan dengan orang l...
