PART 41 : RAHASIA DALAM AIR MATA, LUKA DALAM KEHENINGAN

303 8 0
                                        

✨ "Ada rahasia yang disembunyikan di balik air mata, dan ada luka yang memilih berdiam dalam keheningan. Kadang, yang paling sakit bukanlah kata-kata yang terucap, tapi perasaan yang dipendam tanpa pernah tersampaikan."

~

(Flashback on)

“Sanskar, apa botol susu Raj sudah habis?” tanya Swara sambil menidurkan Raj ke dalam box bayinya.

“Iya, Swara,” jawab Sanskar singkat.

“Kalau begitu aku ambil dulu botol susunya. Takut nanti malam Raj menangis.” Swara melangkah ke arah pintu.

“Swara, tunggu—”

Belum sempat Sanskar menahan, pintu kamar sudah tertutup rapat.

“Swara…” gumamnya lirih. Dengan cepat ia pun menyusul ke luar.

Sesampainya di ruang tengah, Sanskar berpura-pura santai. “Aku ingin dibuatkan susu juga. Malam ini dingin… enak kalau ditemani susu hangat,” ucapnya sambil tetap memainkan ponsel, padahal matanya awas memperhatikan ke arah dapur.

Namun langkahnya terhenti. Dari balik pintu, ia mendengar suara yang membuat dadanya bergetar keras.

Laksh… Swara…

Sanskar buru-buru menempel ke dinding, bersembunyi sambil menyalakan kamera ponselnya. Tangannya bergetar saat mulai merekam.

“Aku ingin bicara sesuatu padamu,” suara Laksh terdengar pelan.

“Apa?” sahut Swara.

Laksh tersenyum, lalu dengan lembut menyelipkan rambut Swara ke belakang telinganya.
“Besok hari jadi kita, Swara. Kau masih ingat?”

Swara terbelalak, lalu menepuk dahinya. “Oh iya, Laksh! Aku hampir saja lupa.”

“Wajar saja kalau kau lupa. Kau terlalu sibuk mengurus Raj.”

“Maaf…” Swara menunduk, kemudian menggenggam tangan Laksh.

“Tidak apa-apa. Aku sudah menyiapkan sesuatu untukmu. Nanti aku kirim alamatnya. Kau harus datang… berdandanlah seperti tadi.”

Swara menggigit bibir, lalu mengangguk. “Baiklah. Aku akan mencari alasan pada Sanskar agar bisa pergi bersamamu.”

“Aku juga akan lakukan hal yang sama. Sampai jumpa besok, Swara.”

Swara beranjak pergi. Namun baru saja ia melangkah, Laksh memanggil lagi.

“Swara, tunggu!”

Swara menoleh. “Apa lagi, Laksh?”

“Selamat malam… sayangku.”

Deg. Kata-kata itu seakan menghantam hati Sanskar yang mendengar dari luar dapur. Wajahnya memucat, jantungnya berdegup kencang.

Segera ia menghentikan rekamannya, berlari kembali ke kamar sebelum Swara keluar.

(Flashback off)

"Setelah itu, aku memberitahu Ragini bahwa kalian akan pergi besok pagi," ucap Sanskar.

"Iya… kalian pasti penasaran kenapa aku dan Sanskar bisa tahu bahwa kalian akan berada di hotel ini." Ragini menatap Swara dan Laksh dengan air mata yang sudah menggenang.

"Kau ingat, Swara?" Sanskar menoleh padanya. "Malam itu aku sebenarnya belum tertidur pulas. Kau meninggalkan ponselmu di atas kasur tanpa dikunci. Saat kau pergi menutup pintu balkon, aku… aku membuka ponselmu. Dan di sanalah aku menemukan percakapanmu dengan Laksh. Maaf, Swara… aku membuka ponselmu tanpa izin."

PERJODOHAN💔Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang