PART 15 : SUSU YANG SALAH, HASRAT YANG TAK TERDUGA

384 20 1
                                        

"Kesalahan kecil bisa membuka pintu menuju takdir yang tak terduga."

~

Di balkon kamar.

"Swara, kamu sedang apa?" tanya Sanskar saat melihat istrinya di balkon.

"Aku lagi nyiram bunga," jawab Swara tanpa menoleh.

"Biar pembantu saja yang nyiram," kata Sanskar mendekat.

"Nggak apa-apa, Sanskar. Aku memang suka nyiram tanaman, terasa tenang aja," balas Swara sambil tersenyum tipis.

Sanskar hanya mengangguk.

Saat Swara hendak masuk ke kamar, kakinya terpeleset. Tapi sebelum tubuhnya benar-benar jatuh, Sanskar dengan sigap menangkapnya. Mereka pun terjebak dalam tatapan cukup lama.

"M-maaf, Sanskar..." gumam Swara canggung.

"Hati-hati," bisik Sanskar pelan.

Suasana mendadak hening dan canggung. Swara buru-buru membalikkan badan ingin masuk, namun tiba-tiba...

"Ehh... Sanskar, kenapa kamu nahan aku?" tanya Swara panik.

Sanskar melirik ke bawah. "Aku nggak nahan kamu, tapi... kain sarimu nyangkut di kancing kemejaku."

Swara langsung terdiam, wajahnya memerah.

"Sudah lepas," ucap Sanskar sambil melepaskannya dengan hati-hati.

"Te-terima kasih..." Swara buru-buru pergi, menahan rasa malunya.

Sanskar hanya tersenyum melihat tingkahnya.

Di kamar Ragini.

"Aku akan menyimpan obat ini di lemari bajuku," gumam Ragini sambil membuka lemari dan menyembunyikan bungkus obat di balik tumpukan saree.

Setelah selesai, ia melihat seorang pembantu sedang mengganti gorden di dekat jendela.

“Bibi, biar aku saja yang menggantinya,” ucap Ragini sambil menghampiri.

“Tidak usah, Nyonya. Biar saya saja,” jawab pembantu itu sopan.

“Tidak apa-apa. Lagian pekerjaanmu masih banyak, kan? Jadi biar aku saja, ya,” Ragini tersenyum.

“Baik, Nyonya,” ujar pembantu itu sebelum meninggalkan kamar.

Ragini pun naik ke atas kursi kecil dan mulai memasang gorden. Karena posisinya terlalu tinggi, ia pun berjinjit. Namun tiba-tiba kursi yang ia pijak goyah.

“Aaaa!!” teriak Ragini panik.

Dalam hitungan detik, tubuh Ragini jatuh—tepat ke dalam pelukan Laksh yang kebetulan masuk ke kamar.

“L-L-Laksh...” ucap Ragini kaget dan gugup.

Tanpa berkata apa-apa, Laksh langsung melepaskannya dan berjalan menuju meja, duduk kembali di depan laptopnya seolah tidak terjadi apa-apa.

“Terima kasih... sudah menolongku,” bisik Ragini lirih.

Laksh tetap diam, tidak menanggapi.

Namun Ragini tersenyum kecil. Meski dingin, hatinya hangat karena satu hal: Laksh masih peduli.

Malam harinya.

"Ibu sedang buat apa?" tanya Swara ketika melihat Sujata di dapur.

"Ibu sedang membuatkan susu untuk Sanskar. Dia selalu minum susu hangat sebelum tidur," jawab Sujata sambil menuang susu ke gelas.

PERJODOHAN💔Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang