Yang punya lagu EXO-Miracle in December puter ya.
****
Cahaya mentari pagi mulai masuk lewat celah jendela. Mengusik mata indah seseorang yang sudah melewati malam panjang menyesakkan. Ding Chengxin, ia terbangun. Senyuman ketir terlukis di wajahnya. Setelah apa yang terjadi semalam, dirinya harus sanggup dengan segala resiko yang ada. Akibat keegoisan hatinya pula, ia sudah melibatkan orang lain. Orang yang yang masih ternyenyak di alam mimpi, Liu Yaowen.
Chengxin perlahan menggeser tangan kokoh Yaowen dari pinggangnya. Kemudian ia berbalik menatap wajah pemuda yang sudah ia anggap adik sendiri.
“Maafkan aku.” Lirih Chengxin sambil mengusap pipi Yaowen.
Mengingat kejadian malam tadi membuat Chengxin sesak. Jika ditanya apakah ia sadar ? tentu saja dia sadar. Tapi hatinya sedang kacau. Pikirannya hilang. Chengxin merasa egois, setelah ia memaksa Yaowen agar menerima Yaxuan, tapi dirinya juga yang menarik Yaowen hanya untuk melampiaskan kesakitannya semata.
Chengxin mencoba membangunkan tubuhnya. Namun sayang sekali, tubuhnya terasa remuk.
“Kau sudah bangun ?” suara Yaowen terdengar serak.
Chengxin menoleh, ia memberikan senyuman terbaiknya.
“Jangan terlalu manis, nanti aku sulit melupakanmu.” Yaowen tertawa miris.
Perkataan itu membuat hati Chengxin sakit. Yaowen mungkin sadar, sampai kapanpun Chengxin tidak akan pernah memberikan hatinya. Setelah kegiatan yang mereka lakukan semalam, Yaowen paham Chengxinnya sedang kalut.
Chengxin tiba-tiba memeluk tubuh Yaowen. Ia menangis kembali.
“Hiks.. maafkan aku Yaowen. Aku egois.” Lirih Chengxin.
Yaowen menarik nafas, lalu menghempaskannya perlahan.
“Aku mencintaimu. Tapi perasaanku adalah urusanku. Kuharap kau menemukan orang baru. Jangan kembali kepada Yuhang ge. Aku tak ingin melihatmu seperti ini lagi.”
Si cantik semakin mengeratkan pelukannya. Andaikan ia punya hati untuk Yaowen, tentu saja takkan ia biarkan laki-laki sebaik Yaowen harus menerima cinta sepihak. Tapi sayang, hati tidak bisa dipaksa. Perasaannya kepada Yaowen hanya sebatas kakak dan adik.
“Siapapun nanti yang akan menjadi istrimu. Kupastikan dia orang paling beruntung di dunia ini.” ucap Chengxin.
Yaowen terkekeh, “Kalau dia tahu masa laluku, mungkin Ding Chengxin adalah orang yang paling dicemburui.”
“Terimakasih Liu Yaowen.”
“Kenapa senyumanmu selalu indah hm ?”
“Suatu saat kau akan sadar, senyuman Song Yaxuan adalah hal terindah dalam hidupmu.”
Mengingat nama Song Yaxuan, Yaowen terdiam. Biarkan hari ini menjadi hari terakhirnya mencintai Chengxin. Karena esok, ia akan mencoba mencintai Yaxuan.
“Bolehkah aku menciummu untuk terakhir kali ?” pinta Yaowen.
Chengxin mengangguk, dirinya mengizinkan Yaowen. Karena ia juga tahu, Yaowen sedang mengakhiri perasaannya.
‘Cup’
Yaowen mengecup bibir manis Chengxin. Mengecupnya dalam seolah itu adalah sebuah perpisahan.
Tiba-tiba pipi Chengxin basah, padahal ia tidak menangis sama sekali. Adiknya menangis. Menangis tanpa suara di tengah ciuman mereka.
“T-terimakasih sudah datang padaku.”
‘Cup’
“Terimakasih telah memberikan hadiah terindah.”
‘Cup’
KAMU SEDANG MEMBACA
Dia (Completed)
Fanfiction"Aku tidak mengenalmu, tapi mengapa setiap kali kita bertemu aku selalu merasakan bahwa kita pernah saling kenal" -Su Xinhao/Xiaohao/Shuai- "Maafkan aku Shuai, aku mohon..." -Zhu Zhixin- Genre : friendship, bromance Cast : Su Xinhao Zhu Zixin Ding...
