Malam Sabtu, tak ada kegiatan spesial yang dilakukan oleh Qila. Gadis itu hanya rebahan sambil memainkan ponselnya. Satu notifikasi membuat Qila beranjak dari posisi rebahannya, gadis itu menuju kamar mandi dan mencuci mukanya lalu mulai memilih pakaian yang cocok untuk ia pakai.
Suara motor dengan knalpot racing memenuhi indra pendengaran Qila, gadis itu tersenyum lalu sedikit memoleskan bedak dan liptint lalu mengambil dompet dan tas selempang kecil berwarna hitam."Mah Qila izin pergi ya, di depan udah ada Galang" izin Qila pada mama nya saat dirinya turun tangga dan mamanya itu sedang mempersiapkan untuk makan malam.
"Loh kamu ga akan makan dulu?" tanya mama nya.
"Engga mah, makan di luar sama Galang," tutur Qila lalu menyalimi wanita paruh baya itu.
"Yaudah hati-hati jangan pulang terlalu malem" perintahnya.
Qila pun membuka pintu rumahnya dan terlihatlah sesosok pria menggunakan celana levis pendek berwarna hitam dan kaos putih polos jangan lupakan tangan yang sedang menyisir rambutnya kebelakang.
"Mama mana Qil?" tanya Galang sambil melirik ke dalam rumah.
"Ada di dalem lagi nyiapin makan malem, mau izin?" tanya Qila yang diangguki Galang.
"Maa sini" panggil Qila sedikit berteriak, tak lama mamanya pun keluar dan tersenyum ke arah Galang.
"Ehh nak Galang, mau main ya?" tanya mama Qila berbasa basi.
"Iya tante, izin ya tan sebentar doang" Izin Galang sesudah menyalimi wanita paruh baya itu.
"Iyaa santai, lagian Qila nya juga gabut daritadi" kekehnya.
"Yaudah tan kalo gitu kita berangkat ya" pamit Galang, lalu beranjak mendekati motor kesayangannya.
Qila menerima helm yang diberikan Galang kepadanya."Mau makan dimana?" tanya Qila saat mereka mulai meninggalkan halaman rumah Qila.
"Cafejom aja gimana?" Saran Galang langsung disetujui oleh Qila.
"Qil kamu tau ga bedanya jakarta sama kamu?" tanya Galang.
"Kalo jakarta kota, kalo aku--- gatau" ucap Qila.
"Kalo jakarta milik negara, kalo kamu milik aku" ucap Galang disertai kekehan di akhirnya.
"Garing mass" ucap Qila disertai tawa yang terbahak-bahak.
"Garing tapi ketawa kan aneh" ucap Galang.
Tiba-tiba Galang memegang tangan kanan Qila yang berada di tangki, lalu ia memperhatikan telapak tangan Qila lalu dibalikkannya untuk melihat punggung tangan Qila, begitu seterusnya membuat Qila heran.
"Kenapa ?" tanya Qila heran.
"Engga, aku cuman mau mastiin tangan yang bakalan ngurus anak kita nanti" ucap Galang dengan watadosnya.
"Gajelass" pekik Qila lalu memukul punggung Galang pelan.
"Qil nama panjang kamu apa ?" tanya Galang.
"kamu lupa ?" tanya Qila tak percaya.
"Engga, sebutin aja napa" ucap Galang.
"Aqila fany aurelia" tutur Qila malas.
"Ah percuma panjang-panjang ujungnya cuman dipanggil sayang eaaa" Garing banget ini orang heran.
"Lang" panggil Qila setelah sekian lama dilanda keheningan.
"Hm"
"Lang" panggil Qila lagi.
"Apa" jawab Galang.
"Kamu sehat ?" tanya Qila yang membuat Galang mendengus sebal.
"Sehat banget" jawab Galang.
"Emang napa?" tanya Galang.
"Ga biasanya aja" gumam Qila.
Akhirnya Mereka sampai disebuah cafe yang sangat populer di kalangan remaja, bagaimana tidak? Desain cafe ini benar-benar unik dan instagramable. Qila turun dari motor besar milik Galang dengan dibantu oleh pria itu.
"Mau dimana?" tanya Galang saat mereka memasuki cafe tersebut, dan seketika tatapan para pengunjung membuat Qila malu. Galang yang terus menggenggam tangan kanan Qila dan tangan yang satunya dipakai untuk menyisir rambut kebelakang.
"Deket jendela" pinta Qila yang langsung dituruti oleh Galang, gadisnya itu tak pernah berubah selalu ingin melihat pemandangan di luar.
"Pesen apa ?" tanya Qila saat ia melihat-lihat menu makanan yang disajikan oleh pelayan.
"Samain" jawab Galang.
Qila pun memesan makanannya lalu mereka menunggu sambil mengobrol ringan.
"Di sekolah jangan deket-deket cowo" ucap Galang sambil memperhatikan Qila.
"Engga" tutur Qila.
"Kamu ko ga balik larang aku deket-deket sama cewe?" tanya Galang.
"Emang kenapa?" tanya Qila heran.
"Kamu ga takut aku sama cewe lain?" tanya Galang.
"Laki-laki itu yang di pegang omongannya, dan kamu bilang waktu pertama kita pacaran katanya kamu ga bakalan deket sama cewe lain. Yaudah kalo kamu beneran cowo berarti kamu pegang omongan kamu" tutur Qila santai.
"Qi-"
"ini pesanannya, selamat menikmati" ucap pelayan memotong pembicaraan Qila dan Galang.
"Kamu bukannya ga suka udang ?" tanya Galang saat melihat se mangkuk udang pedas.
"Aku pesen itu buat kamu" jawab Qila yang langsung mengambil piring berisi Cumi dan nasi.
"Qil mau es krim ga ?" tanya Galang yang langsung diangguk antusias oleh Qila.
Galang pun pergi entah kemana, Qila melanjutkan kembali makannya. Sesekali ia bersenandung mengikuti musik yang terdengar dari arah panggung kecil yang terletak di dalam cafe ini. Qila asik makan sampai ia tak menyadari bahwa Galang sudah meninggalkannya cukup lama, Qila tetap melanjutkan makannya ia berfikir bahwa Galang sedang antri.
Namun naas, sampai gadis itu selesai makan pun Galang tak kunjung datang. Qila berdiri dari duduknya dan melihat sekitar mungkin saja Galang sudah dekat, tapi yang ia lihat hanyalah remaja-remaja asing yang sedang mengobrol ria. Qila akhirnya memutuskan untuk beranjak dan segera membayar makanan miliknya dan juga Galang, setelah membayar Qila keluar dari cafe itu dan menuju ke arah parkiran karena bisa saja Galang menunggunya di sana. Tapi saat ia sampai di tempat Galang memarkirkan motornya, motor itu tidak ada! Kemana perginya pria itu.
Nomor yang anda tuju tidak dapat dihubungi cobalah beberapa saat lagi.
Awalnya Qila menelpon di Wa tapi tak aktif, akhirnya ia menelepon dengan no biasa tapi sama saja. Sebenarnya kemana pria itu ? Kenapa ia meninggalkan dirinya sendiri.
Galang yang ia kenal tak pernah seperti ini, tapi kenapa sekarang begini? Daripada Qila terus bertanya-tanya ia memutuskan untuk menunggu taxi yang lewat karna sekarang sudah menunjukan pukul 20.05'Duh ko gaada taxi yang lewat' gumam Qila seraya melihat jam tangan miliknya.
'Telepon mama udah tidur belum ya' gumam Qila lagi.
Akhirnya ia memutuskan untuk duduk di kursi berkapasitas dua orang sambil terus menghubungi kedua orang tuanya dan menunggu taxi jika ada. Lima menit berlalu sia-sia tak ada yang bisa dihubungi termasuk Mika, mungkin gadis itu sudah tidur. Qila pun memutuskan untuk berjalan kaki karena baru saja ponselnya itu mati habis baterai.
#cerita ini berhubungan sama ceritanya temen aku
MelsandaOkt ya wkwkJangan lupa vote dan komen tapi komen nya jangan 'next' lagi 'next' lagi :(
🙆💜

KAMU SEDANG MEMBACA
LANGIT [COMPLETED]
RomanceAqila Fany Aurelia, gadis manis yang memiliki sifat kekanakan dan mudah sekali untuk percaya pada orang lain. Aqila memiliki kekasih bernama Galang Adhitama siswa berandalan yang memiliki banyak kekasih. Namun Aqila tidak mengetahui karena mereka be...