7

290 25 8
                                    

"Move on itu hanya sekedar menghilangkan rasa, bukan kenangan."

***

Hari demi hari Qila lalui dengan sangat menjengkelkan karena semakin hari ia selalu jadi bahan omongan di sekolahnya, rumor tentang Qila seorang pelakor semakin menyebar. Netizen memang selalu menjatuhkan seseorang tanpa mengetahui sebuah faktanya. Qila menghembuskan napasnya kasar ketika mengingat sekolah. Qila membaringkan tubuhnya ke kasur, ingin mengistirahatkan badan dan juga pikiran yang kacau, ini hari minggu tepatnya pukul 06.59 gadis itu tak ada rencana apapun hari ini tapi suara dentingan bel rumah mengharuskan ia harus segera bangkit dari posisinya.

Disinilah Qila duduk tegang di sofa ruang tamu, sedangkan seorang laki-laki dihadapannya yang akhir-akhir ini selalu menjemputnya dengan enteng meminum teh yang tadi dibuat oleh Qila dengan sweater hitam yang membaluti tubuhnya.

"Mau apa ?" tanya Qila heran, apa yang membawa manusia ini hingga terhempas kemari.

"Sunmori" jawab enteng lelaki itu membuat Qila melongo, siapa dirinya yang harus ikut sunmori dengan lelaki yang baru kenal beberapa hari ini.

"Ih ogah" ucap Qila sambil mengangkat kakinya ke atas sofa dan duduk sila lalu mencomot beberapa makanan ringan yang tersedia di toples. Matanya kini fokus pada film Spongebob kesukaannya.

"Bocil" gumam Langit saat melihat Qila asik menonton film itu sambil memakan makanan ringan yang sudah berada di pangkuannya.

"Gue denger" ucap Qila tapi matanya masih terfokus pada sosok kuning itu.

"Cepet tar macet" tutur Langit sambil melihat jam nya.

"Kemana ?" tanya Qila.

"Sunmori" jawab Langit yang ikut larut dalam film si kuning itu.

"Ya kemana bocil ?" tanya Qila sedikit mengejek saat melihat Langit menonton film kesukaannya.

"Lembang" jawab Langit membuat Qila mengangguk dan segera ia menuju kamarnya untuk mandi dan ganti baju, lumayan kan daripada gabut di rumah.

"Yu" ajak Qila, Langit pun beranjak dari duduknya. Ia langsung keluar rumah tanpa berpamitan karena ia tahu jika papa dan mama Qila sedang ke pasar, Qila yang memberitahu nya tadi.

***
Qila dan Langit kini sampai di warung yang cukup besar motor-motor besar pun sudah banyak memenuhi  parkiran yang tersedia, kabut tebal membuat suasana pagi hari di Lembang sangat dingin, daerah yang terdengar tak asing di kalangan anak motor. Qila menuruni motor besar itu dengan memegang bahu milik Langit. Qila sangat malu karena banyak laki-laki yang menatapnya seolah tak percaya.

"Anjir si Langit akhirnya bawa cewe juga ke sini" ucap lelaki yang kini menghampiri Langit dan ber tos ala pria.

"Alhamdulillah, gue kira si Langit homo" ucapan itu membuat Langit meneloyor kepala lelaki yang baru saja menghampirinya.

Qila yang memang dasar nya sangat ramah itu kini sudah berbaur dengan mereka dan membuat mereka senang ditambah senyum Qila sangat manis. Disana juga ada beberapa perempuan yang sepertinya pacar dari teman-teman Langit.

"Qil foto bareng dong" pinta seorang lelaki yang diangguki oleh Qila.

"Lang fotoin bentar" pintanya pada Langit, Langit pun dengan ogah-ogahan mengambil kamera yang diberikan lelaki yang sudah memposisikan tubuhnya disamping Qila.

"Lang fotoin bentar" pintanya pada Langit, Langit pun dengan ogah-ogahan mengambil kamera yang diberikan lelaki yang sudah memposisikan tubuhnya disamping Qila

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
LANGIT [COMPLETED]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang