Disinilah Qila dan Mika menunggu jemputan masing-masing, sebenarnya Qila tak akan pulang bersama Galang ia hanya menemani Mika sampai mama nya datang.
"Eh qil gue duluan ya, mama udah di depan" tunjuk Mika pada sebuah mobil yang berwarna putih itu.
"Iyaa, ati-ati di jalan" ucap Qila lalu membalas lambaian tangan Mika.
Qila pun bangkit berniat untuk menuju halte bus, tapi sebelum itu sebuah sepeda motor berhenti tepat di depan Qila. Qila menghela napasnya dan segera melangkahkan kakinya kembali, tapi saat melewati motor itu sebuah suara mengintrupsi untuk berhenti tapi Qila tak mengubrisnya ia tetap saja berjalan dengan langkah yang ia percepat.
"Qil" berbarengan dengan suara, sebuah tangan kini mencekal lengan kiri gadis itu.
Dengan cepat Qila menepisnya kasar.
"Apa ?" tanya Qila datar.
"Pulang sama gue" perintahnya mutlak.
"Ga" tolak Qila mentah-mentah.
"Lo harus pulang sama gue" perintahnya dengan menekankan setiap katanya.
"Gue gamau Galang !" tolak Qila lagi, ia pun memutuskan untuk berbalik dan melanjutkan langkahnya. Dengan cepat Galang mencekal lengan Qila dengan sangat erat, melampiaskan amarahnya karna di tolak Qila.
"Lepas" ucap Qila sambil berusaha melepaskan tangan Galang yang mencekal lengannya dengan sangat erat. Bukannya melepaskan Galang malah menyeret Qila menuju motornya, tentu saja Qila memberontak.
"Lepas Galang !" teriak Qila, tak banyak yang melihat mereka karena jam pulang sekolah sudah setengah jam yang lalu.
"Diem!" bentak Galang membuat Qila tak percaya, ini pertama kalinya Galang membentak dirinya.
Galang yang tak pernah kasar
Galang yang tak pernah membentaknya
Galang yang selalu bersikap manis
Galang yang selalu berbicara lembut
Galang yang selalu memperlakukannya bak seorang putriKemana semua itu ?
"Lang sakit " ucap Qila meringgis kesakitan. Galang terus menyeretnya menuju motor besar miliknya yang berada di dekat gerbang sekolah.
"Naik" Galang memerintah dengan mata tajamnya se akan ingin menusuk bola mata milik Qila.
"Naik !" teriak Galang membuat nyali Qila ciut, akhirnya ia pun menaiki motor Galang dengan terpaksa. Galang pun menjalankan motornya dengan kecepatan yang tidak bisa dibilang pelan. Qila pasrah dengan keadaan ini, dimana ia hanya bisa menangis sambil memeluk Galang. Qila pun memberanikan membuka matanya saat mereka berhenti karna sedari tadi ia hanya memejamkan matanya sambil menangis. Tunggu, ini dimana ? Pemandangan yang ia lihat adalah sebuah rumah susun bertingkat yang entah sudah tidak berpenghuni sejak kapan yang jelas bangunan itu berwarna putih namun sangat kotor ditambah dengan sebagian bangunan itu hancur, mereka jauh dari jalan besar dan disini sepertinya tidak ada orang selain mereka, di sekitar juga tidak ada apa-apa selain rumput liar yang menghiasi tanah. Terdengar suara bising kendaraan yang mendekat ke arah mereka. Motor besar itu berjumlah lebih dari 20 motor, mereka membuka helm nya masing-masing dan ternyata itu adalah teman-teman tongkrongannya Galang, ia tahu karna dulu ia diperkenalkan oleh Galang di hadapan mereka. Dan kini mereka sudah berada di dekat Qila dan Galang.
"Turun ! Tetep di samping gue" ucap Galang dengan penuh penekanan. Tak lama setelah itu suara bising motor mulai terdengar kembali, tapi sepertinya ini lebih banyak. Qila sedikit mendekatkan dirinya pada Galang saat melihat motor-motor yang baru saja datang, mereka membuka helmnya dan menatap Galang dengan sangat tajam.
"Serang !" Teriak Galang sangat kencang, setelah berteriak semua orang berkelahi dengan sangat brutal membuat Qila melangkah mundur dan menutup mulutnya tak percaya melihat Galang seperti orang kesetanan. Sedikit demi sedikit teman-teman Galang tumbang, darah berceceran dimana-mana Seragam yang sudah tak layak pakai ditambah tanah yang menempel disana. Qila sangat bingung kenapa Galang mengajaknya kesini ? Apa dia ingin menunjukan dia itu monster ?
Setelah memakan cukup banyak waktu akhirnya teman-teman Galang tumbang semua dan tak ada yang tersisa kecuali Galang sendiri, walaupun lelaki itu memiliki luka di lengannya tapi ia masih tak ingin menyerah. Qila tak menyadari bahwa dirinya sudah menempel pada motor milik Galang, namun dia masih terus saja mundur dan akhirnya motor Galang terjatuh menyebabkan suara yang sangat keras, Qila hampir saja terjatuh berbarengan dengan motor Galang. Galang yang melihat itu sangat marah, itu motor kesayangannya dan lihat lah sekarang bahkan oli dan bensin sudah mulai menetes dari motornya.
Dengan langkah lebar dan tergesa Galang menghampiri Qila dan menamparnya Qila pun menutup matanya takut. Tapi sebelum itu sebuah tangan kekar mencekal lengan Kanan Galang yang sudah melayang ingin menampar Qila. Qila membuka matanya dan Galang saat ini sedang dipukul oleh lelaki berseragam sama seperti dirinya dengan tak berbelas kasihan.
"Cupu !" teriak lelaki itu lalu menonjok tulang hidung Galang membuat darah segar keluar dari hidungnya.
"Banci beraninya sama cewe" teriak lelaki itu lagi lalu menyimpan kaki kanannya di dada Galang yang saat ini sudah terkapar tak berdaya, ia sengaja sedikit menekankan kakinya membuat Galang terbatuk-batuk. Sedangkan teman-teman lelaki yang memakai seragam sama percis seperti Qila hanya menatap Galang datar.
"Makasih" cicit Qila saat lelaki tak dikenal itu menghampirinya. Alih-alih menjawab lelaki itu malah memegang tas Qila dan menyeretnya ke arah motor milik lelaki itu membuat badan Qila secara otomatis berbalik dan berjalan mundur.
"Eh eh" pekik Qila karna langkah lelaki itu terlalu besar sedangkan dirinya susah payah menyamai langkahnya apalagi dengan keadaan mundur seperti ini.
Hallo
Jangan lupa vote dan komen
Sorry kalo ada kesalahan🙆💜💜💜💜

KAMU SEDANG MEMBACA
LANGIT [COMPLETED]
RomanceAqila Fany Aurelia, gadis manis yang memiliki sifat kekanakan dan mudah sekali untuk percaya pada orang lain. Aqila memiliki kekasih bernama Galang Adhitama siswa berandalan yang memiliki banyak kekasih. Namun Aqila tidak mengetahui karena mereka be...