Pagi ini semua siswa dan siswi terlihat khidmat mengikuti upacara bendera, ya walaupun banyak sekali siswa-siswa yang tak ikut upacara dan bersembunyi di gudang yang berada di belakang kantin. Langit dan teman-temannya terlihat sangat tampan dengan posisinya yang sedang hormat sambil menatap sang saka merah putih yang sedang dikibarkan lalu ditambah lagi cahaya mentari menyinari wajah rupawan mereka membuat siswi-siswi tak jarang mencuri-curi pandang ke arah mereka. Sebenarnya Chandra dan yang lainnya ingin sekali membungkukan badannya atau menggoyangkan kakinya tapi mereka takut jika Langit akan memarahinya seperti saat mereka kelas 10.
Jadi saat mereka kelas 10, Chandra, Bima, dan Abimanyu itu jika sedang upacara selalu saja jongkok dan beralasan sedang membenarkan tali sepatunya yang lepas, dan pada saat ada aba-aba untuk hormat kepada bendera mereka masih saja jongkok dan itu membuat Langit ingin sekali memarahi mereka. Dan benar saja, ketika upacara selesai mereka semua masuk ke dalam kelas, Langit langsung menceramahi mereka dengan alasan jika sang saka merah putih sudah dikibarkan maka tak boleh ada yang main-main dan harus hormat dengan benar kepada bendera Indonesia, jika sudah beres acara pengibaran mereka baru boleh main-main atau jika mau langsung pergi pun tak apa Langit tak peduli, tapi satu hal yang harus mereka terapkan.
'Di mana pun jika melihat bendera merah putih sedang dikibarkan maka wajib bagi mereka untuk hormat,'
Walaupun Langit di cap sebagai anak nakal yang sering membolos dan tak mengerjakan tugas, Langit tak memperdulikan omongan netizen karena yang penting hatinya tetapi cinta kepada negara ini.
"Lang," bisik Chandra dari belakang, Langit diam saja dan terus memperhatikan Qila yang terkekeh ketika mendengar ucapan pembina ucapaca.
"Lang," panggil Chandra lagi.
Langit mendengus dan sedikit menolehkan kepalanya ke belakang.
"Gue cabut ya ? Panas nih," keluh Chandra.
"Ga malu sama cewe ?" ucap Langit lalu melirik siswi di sebelahnya, Chandra hanya terkekeh sambil menggaruk tengkuknya.
"Bentar lagi, tahan" lanjut Langit lalu asik menatap Qila lagi, gadis itu sangat cantik dengan topi SMA yang menghiasi kepalanya dan ditambah rambut yang terbawa angin sepoi-sepoi membuatnya beberapa kali menyelipkan rambutnya ke belakang telinganya.
Selang beberapa menit kemudian akhirnya Chandra bisa bernapas lega karena upacara telah selesai.
"Lo kemarin kemana aja ? Qila ke Warbon," Bima memulai percakapan saat mereka jalan berbaris di koridor.
"Ada urusan," jawab Langit tanpa berniat melihat ke arah Bima.
"Lang gue mau ngomong," Arash kini memberhentikan langlahnya dan otomatis mereka semua juga berhenti.
"Duluan," titah Langit pada Bima, Chandra, Abi dan Evan.
Arash berjalan di depan dan Langit pun hanya mengikuti langkah Arash dari belakang, langkah mereka berhenti di ujung lorong lantai 2 yang berarti kelas mereka sudah terlewat karena kelasnya terletak di dekat tangga yang mereka naiki tadi.
"Soal apa ?" tanya Langit tak ingin basa-basi.
"Ayara," jawab Arash membuat Langit mengalihkan pandangannya pada pohon-pohon tinggi yang rimbun.
"Gue harap lo bisa bijak," ucap Arash serius.
"Dan lo bisa milih," lanjut Arash karena Langit sama sekali tak berkutik.
"Gue bingung Rash," keluh Langit.
"Bukan ini jawaban yang gue mau," balas Arash, memang disini yang paling bijak dan dewasa adalah Arash maka jangan heran jika Langit selalu bercerita pada lelaki yang satu ini.
KAMU SEDANG MEMBACA
LANGIT [COMPLETED]
RomansaAqila Fany Aurelia, gadis manis yang memiliki sifat kekanakan dan mudah sekali untuk percaya pada orang lain. Aqila memiliki kekasih bernama Galang Adhitama siswa berandalan yang memiliki banyak kekasih. Namun Aqila tidak mengetahui karena mereka be...
![LANGIT [COMPLETED]](https://img.wattpad.com/cover/224693624-64-k332005.jpg)