28

232 18 38
                                        

Semuanya hanya diam tak bergeming melihat sesosok tak diundang ini, makhluk itu sangat mengincar harta awalnya ia mendekati Langit tetapi lelaki itu sudah muak dan sekarang gadis itu mengincar sahabat Langit sendiri, Arash. Kalian tahu siapa dia?

Ya kalian benar... Dia Ayara, gadis pecinta rupiah.

"Haduh emang bener ya kata pepatah, setan itu banyak dan selalu ada dimana-mana." celetuk Chandra tetapi tatapannya fokus pada ponselnya.

"Lo ngapain sih ngikutin Arash mulu? Ga cape?" tanya Evano dingin sambil melipat tangannya di depan dada.

Arash hanya menghela nafas pasrah, lelaki itu sudah lelah dengan kelakuan Ayara yang selalu tak terduga.

Ayara yang mendengar nada tak suka dari Chandra dan Evano langsung mengerucutkan bibirnya sambil melipat kedua tangannya. "Kalian kenapa sih gitu banget sama aku?" tanya Ayara dengan nada yang membuat mereka enggan mendengarnya.

Bima yang sedari duduk santai pun seketika menegakkan tubuhnya dan menatap Ayara datar. "Bukan kita yang kenapa, tapi lo sendiri yang kenapa? Pertama lo kejar Langit sampe hubungannya sama Qila ancur gara-gara lo. Sekarang lo ga cape ngikutin Arash kemanapun dia pergi dan ujung-ujungnya lo selalu minta beliin ini-itu?" Skak, Ayara diam mematung tetapi tak lama setelah itu ia langsung meraih tangan Arash dan digenggamnya dengan lembut.

"Rash temen-temen kamu ko gitu sih, aku perasaan ga bikin salah apa-apa deh," tutur Ayara seraya mengelus lengan berotot milik Arash. Arash yang muak dan malu pun langsung melepas kedua tangan Ayara yang menempel di lengannya.

"Percuma cantik kalo gatau malu," gumam Evan.

"Mau kemana?" tanya Arash datar tetapi mampu membuat Ayara langsung mengembangkan senyumnya. Arash menoleh pada Qila dan teman-temannya lalu memberi kode agar menunggu dirinya dan jangan kemana-mana.

Setelah itu Ayara langsung membawa Arash yang sangat tampan dengan balutan jas hitamnya itu ke dalam toko pakaian wanita. Arash melihat sekilas harga yang tertera disana dan  bukan main-main, harga paling murahnya sekitar 200 ribu. Dompetnya bisa-bisa kelaparan kalau begini terus menerus, tolong di ingat jika Arash baru lulusan SMA bukan karyawan yang sudah memiliki penghasilan wow setiap bulannya.

Ayara yang sedari tadi mengelilingi rak baju itu kini menghampiri Arash dengan tatapan berbinarnya, Arash yang mengetahui hal yang akan terjadi selanjutnya langsung mendelik dan berdecak tak suka. "Pilih 2 baju yang lo suka," perintah Arash, Ayara langsung mengangguk dengan wajah yang sangat bahagia.

Ayara kembali asik memilah-milih baju yang cocok denganya, Arash terus melihat ke arah jam tangannya. Apakah semua wanita jika berbelanja akan menghambur-hamburkan waktu seperti ini? Arash yang membayangkan bagaimana jika ia berkeluarga dan memiliki istri hobby shopping seperti Ayara hanya bergidik ngeri sambil mengelus perut datarnya seraya mengucap 'amit-amit jabang bayi'

"Arashhh sini," teriakan Ayara membuat acara mengelus perut Arash  terhenti begitu saja, Arash menghampiri Ayara yang sudah berada di kasir dengan wajah tak sabarnya dan Arash pun langsung memberikan kartu atm nya pada petugas kasir.

Setelah melakukan pembayaran Ayara terus saja menebarkan giginya yang rapih tapi tak serapih akhlaknya, dan tak lupa tangannya terus menggandeng Arash walaupun sudah beberapa kali ditepis oleh lelaki itu. Tak terasa kini mereka berdua sampai di tempat Qila dan yang lainnya menunggu Arash.

"Nyengir mulu, ga takut garing tu gigi." sindir Chandra.

Arash langsung mengambil paper bag di tangan Ayara lalu dengan santainya ia memberikannya pada Qila. Sedangkan Ayara tak terima dan langsung menempatkan dirinya dihadapan Arash yang menampilkan wajah datarnya. "Ko dikasih ke Qila, itu kan buat gue," sewot Ayara tak suka.

LANGIT [COMPLETED]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang