Sesampainya di stasiun Bandung, mereka sudah dijemput oleh adik kelas yang tentunya anggota Nostra, para calon penerus Nostra ini semuanya memakai motor klasik dan rata-rata memakai jaket kulit berwarna hitam. Dan tak heran mereka semua menjadi pusat perhatian, bagaimana tidak? Para bocah tengil ini memarkirkan motornya bukan di tempat parkir melainkan di depan pintu tempat menunggu datangnya kereta. Mending jika motornya hanya satu atau dua, ini motornya berjumlah 10 dan diparkirkan dengan cara dijejerakan kesamping sehingga membentuk pagar. Security yang tadi memarahi mereka pun lelah karena setiap dia berbicara pasti hanya dilirik oleh anak-anak itu dan menyemburkan asap rokok ke udara dengan santai.
Langit langsung menghampiri Faresta----calon ketua Nostra. Faresta yang duduk di motornya yang terletak di paling tengah langsung tersenyum tipis lalu memberikan helm pada Langit. Langit menerimanya lalu lelaki itu mengerakan tangannya untuk memberi kode pada Faresta agar dirinya segera pindah posisi dan Langit lah yang akan menyetir.
"Bang ini siapa?" tanya Angga---adik kelasnya dengan suara yang kurang jelas karena lelaki itu berbicara dengan rokok yang masih dicapit oleh bibir atas dan bawahnya.
Langit melirik sebentar "Galang, ketua Cakra." jawabnya singkat.
Angga yang mendapat jawaban seperti itu langsung menatap Galang yang berada di sebelahnya "Hah ketua Cakra? Ko gini?" monolog nya, Galang yang tak sabar ingin bertemu kasur langsung mengambil helm yang masih dipegang oleh Angga. "Buruan lah gausah banyak tanya, ikutin aja si Langit." ucap Galang lalu menguap lagi.
Setelah semuanya siap Langit langsung menjalankan motor klasik milik Faresta membawanya keluar dari stasiun Bandung, dengan helm yang tak memiliki kaca semua orang bisa melihat bagaimana mata elang itu menatap lurus ke jalan dengan sorot yang menajam, alis tebal nya sedikit mengkerut akibat panas matahari, bibir tipisnya mengeluar smirk karena jalanan didepannya tidak macet, Langit melirik sekilas ke arah spion ternyata para adik kelasnya itu berbaris membuat pagar dengan jarak kurang lebih satu meter di belakang motornya.
Tanpa ingin membuang waktu, Langit menambah kecepatan laju motornya dan mulai menyalip diantara angkot dan kendaraan lainnya, pada adik kelas pun segera menyusul sang ketua Nostra dan terus mengikuti Langit dari belakang.
***
"Baju sama barang yang ada di hotel gimana? Masa iya kita balik lagi buat ngambil koper." cerocos Bima, Langit yang sedang menyandarkan tubuhnya di sofa langsung mengacungkan handphone nya.
"Udah suruh orang." balas Langit dengan suara lelah nya. Mereka semua hanya mengangguk kecuali Galang yang tertidur di karpet dengan posisi meringkuk, tak lupa bantal guling milik Langit dipeluk erat-erat.
Arash yang sedari tadi menyimak seketika ingat dengan Qila. "Kita ke Bogor nya pas graduation aja gimana? Liburan angkatan udah kabur, yakali graduation ga kabur." ucap Arash dengan tampang tak berdosa.
Chandra yang sedang asik mengacak-ngacak kulkas di rumah Langit langsung menongolkan kepalanya lalu menoleh pada Arash dengan mulut terbuka, setelah itu tangan kanannya pun menongol dan memberikan jempol tanda setuju dengan ide Arash yang tak waras. Langit yang sedang membuka instagram melirik Chandra dan Arash bergantian, dilihatnya mereka berdua mengangkat kedua alisnya berkali-kali, Langit berfikir sejenak lalu senyuman devil nya muncul secara perlahan. Tangan kanan nya menjentikan jarinya lalu memberi kode pada Bima, Chandra, dan Arash untuk mendekat. Setelah ketiganya mendekat, Langit membisikan sesuatu.
"Serius?" tanya Arash setelah mendengar apa yang Langit bisikan. Langit hanya mengangguk.
Chandra menyipit lalu menatap Langit dari ujung rambut hingga ujung kaki membuat yang ditatap risih. "Apaan lo liat-liat." ketus Langit. Chandra mengusap dagunya lalu kembali menatap Langit dengan tatapan menyipit. "Bukan gaya lo banget, sejak kapan lo mau acara gini-ginian segala?" tanya Chandra bingung.

KAMU SEDANG MEMBACA
LANGIT [COMPLETED]
RomanceAqila Fany Aurelia, gadis manis yang memiliki sifat kekanakan dan mudah sekali untuk percaya pada orang lain. Aqila memiliki kekasih bernama Galang Adhitama siswa berandalan yang memiliki banyak kekasih. Namun Aqila tidak mengetahui karena mereka be...