25. Korea

1.2K 140 14
                                        

Euna menghela nafasnya, sebelum akhirnya menggandeng Jiah melewati kerumunan orang di bandara incheon. Hari ini Euna berniat untuk mampir di kota Seoul sebelum melanjutkan perjalanan ke Ilsan kurang lebih tiga jam lamanya.

Euna menggandeng Jiah dengan erat karena memang Jiah tidak ingin di gendong olehnya, sembari Seoyun membawa barang-barang mereka. Padahal Euna mengatakan pada Seoyun agar membawa sendiri barangnya, tetapi Seoyun menolak.

Jiah yang memang baru pertama kali berada di bandara merasa sangat bersemangat. Ia bahkan membawa minnie—nama boneka beruang kesayangan Jiah— dalam gendongannya sembari memberi tahu minnie tentang apa yang ia lihat.

"minnie lihat, ada banyak kopel di dolongan itu. Pamannya sangat kuat ya, seperti laksasa." oceh Jiah saat melihat seorang calon penumpang yang tengah mendorong tumpukan koper. Euna yang mendengar ocehan Jiah hanya tersenyum sembari mengeratkan genggaman tangannya.

Akhirnya Euna sampai di loby bandara, ia memutuskan untuk duduk disana sembari memesan taxi yang akan mengantar mereka.

"Eun-ie, aku belikan minuman dan cemilan sebentar ya." pamit Seoyun lantas menghilang begitu saja seperti ditelan oleh kerumunan orang.

Ini adalah kali pertama setelah tiga tahun Euna meninggalkan Korea. Dan ini adalah kali pertama bagi Jiah berada di Korea. Jadi Jiah merasa sangat asing dengan suasana di bandara ini.

Jiah sadar Seoyun pergi ke sebuah supermarket yang berada cukup jauh dari tempatnya berdiri. Mendadak Jiah ingin sekali membeli susu pisang yang selalu Seoyun bawa saat berkunjung ke Orlando. Jiah ingin menyusul Seoyun yang sudah menghilang begitu saja di tengah keramaian. Jiah sempat menoleh ke arah Euna yang duduk di sebelahnya sembari memainkan ponselnya.

'eomma sibuk, Jiah mau belsama Yun imo.' batin Jiah.

Jiah segera melangkahkan kaki kecilnya, berharap dapat menemukan Seoyun. Tapi, tanpa sengaja minnie terlepas dari tangannya saat tersenggol seorang laki-laki dan terpental karena tidak sengaja tertendang orang.

"minnie!" teriak Jiah spontan sambil berusaha berlari sekuat mungkin untuk menyelamatkan minnie.

Jiah terus berlari dengan langkah kecilnya, membelah kerumunan orang hingga ia menemukan Minnie diambil oleh seorang laki-laki.

Laki-laki yang seharusnya belum bertemu dengan Jiah.

***

"jika bukan karena paksaan eomma, aku tidak akan pergi bersamamu." bentak Jimin sembari melangkahkan kakinya menuju loby bandara.

Nyonya Park baru pulang dari Rusia, dan ia meminta Jimin agar menjemputnya dengan Ha Neul. Tentu saja dengan paksaan kalau ia akan menghentikan pencarian Euna jika Jimin berani menolak.

Ha Neul terus berusaha mensejajarkan langkahnya dengan Jimin karena Jimin terus saja berjalan cepat di depannya.

Sejujurnya, Ha Neul juga tidak suka situasi ini, dia tidak suka jika harus dijodohkan dengan Jimin atau terlibat hubungan asmara dengan Jimin. Tapi tentu saja, nyonya Park dengan ke-egoisannya kembali mengancam akan memecat Ha Neul dari pekerjaannya.

Oh ayolah, bagaimana Ha Neul bisa menolak kalau pekerjaannya itulah yang bisa menopang hidupnya?

Jimin terus berjalan cepat dengan wajah dingin sampai tiba-tiba ia berhenti saat tak sengaja menginjak sebuah boneka. Jimin lantas mengambil boneka itu dan berniat membersihkannya sedikit dari debu.

Saat Jimin mengambil boneka itu, tanpa diduga seorang gadis kecil berlari sambil berteriak padanya dengan mata berkaca-kaca.

"ahjussi jangan sakiti minnie, minnie punya Jiah, jangan dibawa pelgi. Kembalikan." paksa Jiah sembari mengusap air matanya.

DestinyTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang