"Ayo kit-" ucapan Hoseok pun dipotong oleh Jira.
"eomma,,perut ku sakit sekali"ucap Jira sambil memegang perutnya.
Hoseok pun menjadi khawatir dan menuntun Jira duduk disofa.
"Kau kenapa jira?" tanya Hoseok yang sangat khawatir.
"Perutku sakit sekali,t-tak tau k-kenapa" rintih Jira memejamkan matanya dan memegang perutnya.
"astaga,,baiklah kau tunggu disini akan kubuat kan makanan" ucap Hoseok pergi kedapur dan meninggalkan Jira diruang TV.
"maaf Hoseok aku menipumu" kekeh Jira.
Ya Jira hanya berpura pura sakit perut untuk menghindari sifat mesum suaminya.
"Nah ini makanlah,,kau belum makan kan?" tanya Hoseok sambil menyodorkan sendok berisi nasi dengan lauknya.
"b-belum hehehe" kekeh Jira lalu membuka mulutnya.
"patut saja kau sakit perut" ucap Hoseok dan dibalas senyuman oleh Jira.
Karena mereka sangat lelah dan hari sudah menunjukkan pukul 12 malam,,Jira dan Hoseok pun kekamar dan tidur.
........--------------........----------..........-------.........
"Hoseok-ah ayo mandi" ucap Jira yang baru sadar dari tidurnya.
"Apa kata mu tadi?" tanya Hoseok mengucek matanya.
"mandi ayooo" ucap Jira sambil menarik lengan Hoseok.
Detik itu Juga mata Hoseok terbelalak dan memandang istrinya.
"mandi bersama?" tanya Hoseok dengan hati hati.
Plak~
Satu pukulan mengenai lengan Hoseok.
"Yak apa kau bilang?? Jangan mesum cepatlah mandi sana" teriak Jira.
Hoseok pun pergi kekamar mandi dan Jira pun menyiapkan Baju Hoseok,,lalu turun untuk memasak.
Setelah Hoseok selesai Mereka pun bergantian untuk mandi.
Ketika Jira sedang memakai handuk,,tiba tiba saja Hoseok datang.
'Hoseok sabar jangan terpancing' batin Hoseok mati matian menahan nafsunya.
Takut lepas kendali,,Hoseok pun pergi kebawah sambil menunggu Jira dimeja makan.
"Ayo makanlah" ucap Jira menuruni tangga.
Hoseok pun mengangguk dan mereka pun sarapan bersama. Jira merasa heran kenapa Hoseok begitu pendiam pagi ini.
"Hoseok-ah? Tumben jadi pendiam gini?" tanya Jira sambil memasukkan makanan ke mulutnya.
"inikan gara gara kau" lirih Hoseok sambil memainkan sendoknya.
"Apa?? Gara gara ku?" tanya Jira spontan membuat Hoseok terkejut setengah mati.
"a-ani ani aku tak bilang seperti itu" ucap Hoseok tetapi Jira terus memandang Hoseok dengan penuh curiga.
"a-ayo cepat makan,,agar kita bisa cepat ke tempat yg kau suka" ucapan Hoseok membuat Jira tersenyum dan lahap makan.
Setelah sarapan mereka pun bergegas pergi ke tempat yang diinginkan jira.
Selama 2 jam mereka berjalan Jira tak henti hentinya mengembangkan senyumannya.
Hoseok yang melihat itu pun merasa begitu bahagia karena gadisnya tersebut.
"Hoseok-ah aku capek sekali" ucap Jira memandang kearah Hoseok.
"Kau capek? Mari duduk dikursi itu" ajak Hoseok sambil merangkul sang istri.
"Nah kau disini saja,mau beli apa?" tanya Hoseok begitu lembut.
"Ice cream rasa cokelat boleh?" ucap Jira memohon kepada Hoseok.
"tentu saja" Hoseok pun pergi membeli ice cream.
Ketika Jira sedang sendirian ia merasa seperti diperhatikan oleh orang. Ia memandang kanan dan kiri tetapi ia tak menemukan siapa siapa.
Tempat yang diduduki Jira memang sedang sepi pengunjung. Ia pun mencoba untuk berpikir positif.
"Hoseok kenapa lama sekali?" guman Jira sambil melihat kearah bawah.
Tiba tiba saja ada yang menepuk pundaknya.
"astaga!!" teriak Jira dan ternyata itu adalah Hoseok.
"kau kenapa kaget begitu?" tanya Hoseok sambil memegang dua ice cream.
Tapi Jira tak menjawab dan malah memeluk Hoseok.
"Kenapa??" Hoseok semakin bingung dengan Jira.
"t-tidak apa apa,, hm mana ice creamnya?" tanya Jira gugup.
"Ini makanlah" ucap Hoseok lalu mereka menghabiskan ice cream nya.
Setelah puas bermain ditaman mereka pun memutuskan untuk kembali ke villa.
"Waah hari ini sangat menyenangkan sekali" girang Jira sambil menghempaskan tubuhnya sofa.
"ini baru awalan Jira besok pasti sangat menyenangkan" jawab Hoseok membuat mata Jira berbinar binar.
"benarkah?!" tanya Jira dan dibalas anggukan oleh Hoseok.
Mereka pun memasuki kamar. Hoseok pun kekamar mandi dan Jira menghapus make up nya.
Ketika Hoseok selesai mandi Jira tak sengaja melihat tubuh atletis milik sang suami dari pantulan cermin.
"Hei kau melihatku ya?" goda Hoseok mendekati Jira.
"t-tidak,palli pakailah bajumu" ucap Jira memandang kesembarangan arah.
"bukannya tidak apa apa aku kan suami mu" tanya Hoseok santai.
Tapi tiba tiba saja Hoseok mengangkat Jira dari kursi dan mendudukkan jira diranjang.
"Hoseok!!" kejut Jira melihat kelakuan suaminya.
Hoseok pun menatap dengan sendu.
"Kumohon aku suami mu,aku juga laki laki biasa" lirih Hoseok memeluk erat Jira.
Jira pub begitu bimbang apa yang harus dilakukannya.
'bagaimana pun Hoseok adalah suami ku dan tugas ku melayaninya. Kalo seperti ini aku bukanlah istri yang baik. Sepertinya ini adalah saat yang tepat. Aku akan berusaha untuk menerima ini. Ya aku harus menyerahkannya kepada Hoseok' Batin Jira.
"H-hoseok-ah" bisik Jira membuat Hoseok melepaskan pelukan tersebut.
"aku tau kau pasti tidak mau" ucap Hoseok sambil tersenyum miris.
"Siapa bilang? A-ayo" ucap Jira begitu gugup dan dipastikan wajahnya sudah berubah menjadi kepiting rebus.
Mendengar ucapan sang istri membuat Hoseoj membelalakkan matanya.
"kau serius?" tanya Hoseok begitu antusias.
Jira pun hanya mengangguk.
Hoseoj menatap mata Jira sangat dalam dan
Chuup~
Hoseok mencium bibir Jira dengan penuh kelembutan. Dan jangan lupakan Jira yang mulai hanyut dalam ciuman ini. Setelah itu mereka melakukan apa yang seharusnya dilakukan oleh sepasang suami istri.
*oke karena authornya polos jadi gak diketik adegan +18 nya🌚.
Aku serahkan aja deh ama para pembacanya:)
KAMU SEDANG MEMBACA
Contract Marriage (END)
RomanceMenikah memang adalah sebuah kebahagiaan setiap orang. Berbeda dengan Lee Jira menikah baginya adalah sebuah petaka, ia harus menikah dengan lelaki yang tak dicintainya dan mengidap penyakit bipolar. Demi mencukupi biaya keluarganya ia rela menikah...
