"Sanha kau tak kan menjadi sekretarisku lagi" ucap Hoseok sambil memandang Sanha dengan tajam.
"a-apa t-tuan? A-aku dipecat?" ucap Sanha yang sudah ketakutan.
"Tidak,karena istriku tak mau kau dipecat jadi sebagai hukuman kau menjadi karyawan biasa" balas Hoseok.
"Tuan k-kumohon a-aku akan meminta maaf pada istri tuan"
"siapa bos disini? Kau atau aku!!" bentak Hoseok membuat nyali Sanha menciut.
Sanha akhirnya pasrah dan menganggukkan kepalanya. Ia mulai mengemasi mejanya untuk dipindahkan.
'perempuan sialan itu,awas saja kau akan kubalas' Batin Sanha sambil mengeluarkan smirknya.
"Nuna,apakah masih sakit?" tanya Kai yang khawatir sekali dengan Jira.
"tidak apa apa,ini sudah mendingan kok" ucap Jira sambil tersenyum.
"Nuna tunggu disini aku akan mengambilkan makanan untuk Nuna" ucap Kai lalu pergi ke dapur untuk mengambil makanan.
"Kenapa Hoseok lama sekali?" lirih Jira sambil menundukkan kepalanya.
Tiba tiba saja......
"Huek....huekk astaga aku ken- Hueekk" Jira pun berlari kearah kamar mandi.
"Nun- Astaga nuna?!" Kai pun menyusuli Jira dikamar mandi.
"K-kai kenapa N-nuna m-mual seperti ini" ucap Jira sangat lemas sekali.
"aku tak tau nuna,mari aku gendong ke kamar" ucap Kai yang mulai menggendong Jira.
Ketika Jira melingkarkan tangannya di leher Kai tiba tiba saja ia pingsan.
"N-nuna?!" ucap Kai yang panik lalu membawa Jira masuk kekamar dan menghubungi Hoseok sekaligus dokter untuk datang kerumah.
"h-hyung! P-pulanglah N-nuna pingsan!!" ucap Kai yang tampak sangat panik sekali.
Setelah mendengar itu Hoseok langsung mematikan telepon.
Setelah beberapa menit,dokter pun datang dan memeriksa Jira.
"Dok,bagaimana keadaan nuna saya?" tanya Kai.
"selamat ya,Ibu Jira sedang mengandung dan kandungannya baru 2 minggu" ucap dokter tersebut sambil tersenyum.
"J-jinja?! T-tapi kenapa Nuna bisa pingsan?" tanya kai Lagi.
"Sepertinya dia sangat kelelahan" ucap Dokter tersebut lalu pamit kepada Kai.
Jujur Kai begitu senang sekali mendengar bahwa Jira hamil ia pun duduk ditepi ranjang dan mengusap kepala Jira.
"Nuna selamat ya sebentar lagi aku akam jadi paman" ucap Kai pelan sambil terkekeh.
Tiba tiba saja dari arah pintu Hoseok pun masuk.
"Bagaimana ia bisa pingsan?" tanya Hoseok yang panik sekaligus mengatur napasnya.
"Hyung tenang jangan panik nuna tidak apa apa" ucap Kai menenangkan Hyungnya tersebut.
"bagaimana aku tenang? Jira pingsan begini" ucap Hoseok.
"hyung selamat ya!" ucap Kai sangat ceria.
"Apa apaan kau ini? Apa maksudmu?" tanya Hoseok yang heran dengan sikap kai.
"Sebentar lagi kau akan menjadi appa!" ucap Kai membuat Hoseok membelalakkan matanya.
"Ha? Maksudmu J-jira hamil?!" ucap Hoseok memandang kearah Jira.
Kai pun mengangguk. Hoseok mendekati Jira dan memeluknya.
Ketika Hoseok sedang memeluk Jira,ia merasakan kepala Jira yang bergerak.
KAMU SEDANG MEMBACA
Contract Marriage (END)
RomanceMenikah memang adalah sebuah kebahagiaan setiap orang. Berbeda dengan Lee Jira menikah baginya adalah sebuah petaka, ia harus menikah dengan lelaki yang tak dicintainya dan mengidap penyakit bipolar. Demi mencukupi biaya keluarganya ia rela menikah...
