PT 36 (End)

494 30 47
                                        

"Jira?" Hoseok tengah mencari keberadaan Jira. Tetapi ia tak menemukannya.

"Jira? Jisung??? Jaehyun??? Kalian dimana?!" Ucap Hoseok mulai panik. Tiba tiba saja lampu rumah mendadak mati.

Dan semuanya menjadi gelap. Hal yang paling ditakuti oleh Hoseok. Ia sedikit kesulitan bernafas.

"T-tolong...." Lirih Hoseok memegang dadanya. Ia tak tahan dan menutup matanya serta duduk.

"S-siapa pun t-tolong...." Ucap Hoseok disela sela nafasnya yang mulai tak beraturan.

"APPA!!" Hoseok mendengar suara jeritan diruangan yang sangat gelap. Ia berusaha untuk tegak dan mengatur nafasnya.

"J-jisung?! Kalian di m-mana???!!" Teriak Hoseok dan berlari mengikuti suara jeritan Jisung.

Kini ia telah berdiri disebuah pintu yang amat asing baginya. Sebelumnya ia tak pernah melihat pintu ini.

"Jisung?!!" Ucap Hoseok sambil menggedor gedor pintu tersebut.

Ia masih kesulitan bernafas, tetapi ia tetap ingin menyelamatkan keluarganya.

"Sialan, nafas ku..." Lirih Hoseok memegang dadanya begitu kuat. Ia memukul dadanya dengan sangat kuat. Hingga ia terbatuk.

"Huh, seperti nya aku benar benar harus mendobrak pintu ini." Hoseok pun mendobrak pintu tersebut.

Brak!!!

"Appa!!! Tolong kami..." Lirih Jisung yang tengah diikat dan luka disekujur tubuhnya.

"A-apa yang terjadi..." Lirih Hoseok, rasa sesak didadanya tiba tiba hilang karena didepan matanya sang istri sudah terbujur kaku dilantai dengan darah yang banyak sekali.

"Appaa.... Hyung Jaehyun disana." Lirih Jisung menunjuk arah kiri.
Dan benar saja disana ada Jaehyun yang juga sudah tak sadarkan diri dilantai dengan luka tembakan di bagian kepalanya.

"J-jisung a-ay-" Tiba tiba saja Jisung memegang tangan Hoseok dan menggelengkan kepalanya.

"Appa, Jiho dibawa pergi oleh mereka..." Ucap Jisung dengan tatapan kosongnya. Hoseok semakin dibuat bingung dan ketakutan sekali.

Tiba tiba saja Jisung ditembak dari belakang dan darahnya mengenai wajah Hoseok.
































































































































"TIDAKKKK!!!!!!"

"Hoseok sadarlah!" Hoseok membuka matanya dan mendapati Jira yang kebingungan.

Ia begitu berkeringat. Dadanya begitu sesak dan nafasnya tak beraturan. Dan jangan lupakan detak jantungnya berdegup dengan sangat kuat dan kencang sekali.

"Kau kenapa?" Ucap Jira khawatir sambil mengusap keringat diwajah dan leher Hoseok.

"D-dimana Jaehyun, Jisung dan Jiho?" Tanya Hoseok dengan tatapan sayu.

"Mereka sedang bermain diruang tamu." Ucap Jira.

Hoseok pun menutup matanya dan menetralkan detak jantungnya.

"Jira, aku benar benar ingin memelukmu." Ucap Hoseok lalu menenggelamkan wajahnya dileher Jira.

Jira dapat merasakan detak jantung Hoseok yang begitu cepat sekali. Jira mengelus punggung Hoseok dengan sangat lembut.

Contract Marriage (END)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang