Sungguh apa yang dilihat oleh Jaehyun begitu sesuatu hal yang sangat mengejutkan.
Jira menembak Hangyul dengan sebuah pistol.
"NUNA?! APA YANG KAU LAKUKAN?!" teriak Jaehyun melemparkan pistol itu hingga menjauh dari mereka.
"Jae,,apa yang aku lakukan?"lirih Jira menunduk melihat tangannya.
"a-aku membunuh nya" kini pecah sudah tangisan Jira didalam dekapan Jaehyun.
"Nuna jangan khawatir aku akan membereskan semuanya"ucap Jaehyun melepaskan pelukan Jira dan menelepon ambulance.
Jaehyun membuat kematian Hangyul seakan akan ia mati bunuh diri,,dengan cara melenyapkan pistol yang dipegang Jira dan menggantikannya dengan yang dipegang oleh Hangyul.
Dan tentu saja Jaehyun menggunakan sarung tangannya.
Setelah selesai dengan semuanya Jaehyun pun menyusul ke Jira yang sudah diam terpaku didalam mobil.
"Nuna ,jangan khawatir tentang itu,,sekarang kita bertemu hyung ya?"ucap Jaehyun dan dibalas anggukan oleh Jira.
Beberapa menit kemudian mereka sampai dan melihat keadaan Hoseok.
"Hoseok,,ini aku Jira" ucap Jira mengetuk pintu kamar milik Hoseok.
Ketika itu juga Hoseok keluar dan memeluk erat istrinya tersebut. Pecah sudah tangisan mereka berdua.
"kau darimana saja?? Aku begitu mengkhawatirkanmu! Kenapa bibir dan hidung mu terluka"Hoseok menyerang Jira dengan pertanyaan yang bertubi tubi tak hentinya.
Sedangkan Jira hanya diam dan terus mengeluarkan air matanya.
"Hei kau tau aku sangat terpukul melihat kau menangis seperti ini" ucap Hoseok menenangkan Jira.
Sungguh Hoseok adalah laki laki yang sempurna untuk siapa saja. Dia saat dirinya terpukul ia masih bisa menghibur orang yang disayanginya.
Kini Jira dan Hoseok berada dikamar.
"Hoseok-ah aku minta maaf,,karena aku keadaan mu semakin parah maafkan aku" bisik Jira memandang wajah Hoseok yang sedang tertidur pulas. Ia mengelus pipi Hoseok secara halus.
'tuhan aku harus kuat,,aku harus menerima kalau sebenarnya pernikahan kami hanyalah sebuah kontrak'
Sebenarnya Jira begitu mencintai pria yang ada disamping nya ini. Ia ingin pernikahan yang bertanda tangan ini menjadi pernikahan sungguhan.
Perlahan mata Jira terasa berat dan ia pun terlelap dengan posisi memeluk tubuh Hoseok.
Dipagi hari yang cerah matahari bersinar dan merambat masuk keruangan yang ditempati Hoseok dan Jira.
Merasa terganggu Jira pun membuka matanya dan segera beranjak dari tempat tidur. Ia tak tega untuk membangunkan Suami nya.
Setelah mandi ia pun membuat sarapan.
"Pagi Nuna" ucap Jaehyun dan Kai serentak.
Sedangkan Jira hanya mengangguk dan tersenyum. Tetapi senyuman yang terukir diwajah Jira pun pudar karena berita di TV.
Jantung Jira berdetak begitu kencang sekali seluruh badannya sudah melemas sekali.
Menyadari akan hal itu Kai pun memopong Jira untuk duduk disofa.
"Nuna ada apa? Kenapa kau bergetar?" ucap Kai yang bingung.
"N-nuna m-membunuh d-dia..." lirih Jira sedangkan Jaehyun hanya pasrah menunduk.
Berita itu menyiarkan tentang Hangyul yang ditemukan tewas tak bernyawa dikarenakan melakukan bunuh diri.
Jira begitu ditimpa rasa bersalah yang bertubi tubi.
"Jir- YA KENAPA DIA MENANGIS DAN BERGETAR SEPERTI ITU?!" teriak Hoseok yang baru bangun dan langsung mendekap Jira
"Hei kau kenapa? Siapa yang membuat mu seperti ini?" ucap Hoseok mengusap usap kepala Jira.
Sedangkan Jira terus menangis.
"Nuna,,aku sangat benci dengan kau" ucap Kai.
Tiba tiba saja Hoseok pun berjalan ke arah Kai.
Bugh
Bugh
"HYUNG?!" teriak Jaehyun menarik tubuh Hoseok kuat sekali.
"BERANI BERANI NYA DIA MENGATAKAN ITU DIDEPAN KU?!" ucap Hoseok yang sudah emosi.
Sedangkan Kai kini hanya terdiam dan memegang pipinya merah.
"K-kai kau tak apa apa?" ucap Jira lirih ingin memegang pipi Kai,,tetapi ditepis oleh Kai.
"Jangan menyentuhku pembunuh! Aku kecewa dengan mu!" ucap Kai pergi meninggalkan Jira.
Jira begitu kaget dengan apa yang diucapkan oleh Kai. Dia tak pernah memanggil Jira tanpa Nuna
Hoseok pun membawa Jira pergi kekamar.
"kenapa kau memukul Kai?!" ucap Jira sedikit membentak.
"DIA TAK MEMPUNYAI SOPAN SANTUN TERHADAP DIRIMU!" pecah sudah emosi Hoseok.
Jira pun mulai takut jika Hoseok mengamuk.
"KAU TAU?! AKU SANGAT MEMBENCI ORANG YANG MEMBUAT JIRA KU MENANGIS!" ucapan Hoseok itu mampu membuat Jira terdiam.
Dia mengatakan "Jira ku?" maksudnya dia mencintai ku.
Jira pun langsung memeluk Hoseok dari belakang.
"Maafkan aku Hoseok ah" Jira pun membalikkan badan Hoseok dan mempererat dekapan tersebut.
Sedangkan Hoseok membalas dekapan Jira sambil mencium pucuk kepala Jira.
Mereka pun tak ingin melepaskan pelukan hangat ini satu sama lain.
Setelah beberapa menit mereka pun melepaskan pelukannya.
"Hoseok ah bagaimana jika Kai membenci ku?" ucap Jira memandang wajah Hoseok
"ceritakan semuanya secara detail" ucap Hoseok.
"kau taukan dia itu orangnya sangat keras kepala" ucap Jira menenggelamkan wajah nya didada bidang milik Hoseok.
"biar aku bantu menyadarkan adikmu itu"
Disisi lain Kai begitu kecewa dengan apa yang dilakukan oleh Nuna nya sendiri.
"Nuna,,aku tak menyangka kau bisa sejahat itu,,aku sangat membencimu" ucap Kai melempar bantalnya kesegala arah.
"aku akan pergi dari sini,,tak ada yang memihakku" ucap Kai memasukkan barang barangnya kedalam koper.
"Kai?" ucap Jira melihat Kai yang sedang mengemasi barangnya.
"kau mau kemana?"
"bukan urusan kau"
"Jaga bicara mu aku ini Nuna mu!"
"Aku memang mempunyai Nuna tapi dia bukan seorang pembunuh"
"Kai nuna mohon dengar kan penjelasan ku dulu"
"aku mau pergi minggir!!"
Bruk
Kepala Jira mengenai sudut dinding yang lumayan tajam.
"NUNA?!" teriak Kai membawa Jira kedalam kamarnya.
"nuna?! Kepala mu berdarah? Maafkan aku nunaaa" ucap Kai memeluk sang kakaknya.
"Hyung!! Nuna terlukaaa!!" teriak Kai didepan kamar Hoseok.
"kenapa?! Mana dia?! Kita harus membawanya kerumah sakit sekarang" ucap Hoseok dibalas anggukan Kai.
Disisi lain
"bagaimana?"
"sudah tuan semuanya sudah beres"
"bagus kau boleh pergi"
'jira kenapa kau begitu bodoh sama seperti adik iparmu'
KAMU SEDANG MEMBACA
Contract Marriage (END)
RomanceMenikah memang adalah sebuah kebahagiaan setiap orang. Berbeda dengan Lee Jira menikah baginya adalah sebuah petaka, ia harus menikah dengan lelaki yang tak dicintainya dan mengidap penyakit bipolar. Demi mencukupi biaya keluarganya ia rela menikah...
