"Sudah kubilang anakku masih hidup!!" Teriak Jira begitu gembira.
Dengan cepat para perawat mengambil anak Jira dan kembali memeriksa keadaan bayinya.
Hoseok menangis bahagia dan memeluk istrinya yang berada dikursi roda itu.
"Hoseok-ah hatiku mengatakan kalo anak kita masih hidup. Kau lihatkan." Hoseok pun menganggukkan kepalanya.
Mereka pun kembali keruangan Jira sambil menunggu kedatangan anaknya yang masih diurus oleh dokter dan perawat.
"Eomma!!" Teriak Jisung digendongan Yoongi.
"Jisung!! Kamu gak papa kan nak?" Tanya Jira sambil mengelus rambut sang anak.
"Aku baik baik saja eomma." Ucap Jisung memperlihatkan deretan giginya.
"Syukurlah. Kalo begitu sini sama eomma." Ucap Jira menepuk kasur nya yang masih kosong.
Yoongi pun meletakkan Jisung disamping Jira yang duduk di kasurnya.
Hoseok dan Yoongi memandang mereka dengan senyuman yang merekah di mulut mereka.
"Hyung. Aku ingin bicara denganmu. Ini tentang Taemin dan Windy." Ucap Yoongi dan dibalas amggukam oleh Hoseok.
"Jira aku keluar sebentar ya bersama Yoongi." Jira pun menganggukkan kepalanya dan kembali mengelus rambut Jisung.
Kini Hoseok dan Yoongi sudah berada diluar ruangan.
"Soal Taemin dia sudah ditangkap oleh polisi. Kau hukumlah ia seberat beratnya seperti Sanha. Dan soal Windy dia sudah meninggal karena tembakan itu." Ucap Yoongi dan Hoseok pun hanya menganggukkan kepalanya.
"Tapi bagaimana bisa kau datang bersama polisi?" Itulah yang ada dipikiran Hoseok.
"Ya! Aku tak bodoh. Aku tak akan membiarkan mu pergi sendiri. Setelah kau pergi aku menelepon polisi dan melacak ponselmu." Hoseok pun tersenyum.
"Terima kasih karena sejauh ini kau sudah menolong keluarga ku." Ucap Hoseok memeluk Yoongi.
"Santai saja sudah ku bilang kita ini masih sahabat." Ucap Yoongi melepaskan pelukan dan memegang pundak Hoseok.
"Oh iya aku juga ikut senang ketika mendengar kabar bahwa anakmu selamat." Ucap Yoongi.
.
.
.
.
"Hoseok-ah lihat kemari." Ucap Jira menggendong anaknya yang sangat kecil itu.
"Aigoo... Sepertinya dia lapar." Ucap Hoseok menyentuh pipi mulus anaknya.
"Kau lapar sayang? Sini eomma akan memberimu asi." Ucap Jira dan ia pun memandang kearah Yoongi.
"Apa? Kenapa kau memandang ku seperti itu?" Ucap Yoongi seperti orang yang tak tau apa apa.
"Astaga kau ini cepatlah menikah hal ini saja tidak tau. Jira ingin memberi anakku asi terus kenapa kau masih disini?!" Hoseok sedikit ngegas karena tak tahan melihat tingkah Yoongi.
Sang nama hanya nyengir sambil menggaruk tengkuknya yang tak gatal dan pergi dari ruangan tersebut.
"Kau tau? Kalian adalah kebahagiaan ku." Ucap Hoseok memandang Jira dengan penuh ketulusan.
"Begitu pun aku." Balas Jira tersenyum ramah.
"Terima kasih karena kau sudah mau bertahan dengan sikap emosi ku dan membuat ku kembali menjadi manusia normal pada umumnya." Ucap Hoseok mengelus surai rambut Jira.
"Tentu saja. Kau itu adalah suamiku." Mereka berdua pun terkekeh.
Anak mereka sedikit merengek. Mereka pun memandang kearah anak mereka.
KAMU SEDANG MEMBACA
Contract Marriage (END)
RomanceMenikah memang adalah sebuah kebahagiaan setiap orang. Berbeda dengan Lee Jira menikah baginya adalah sebuah petaka, ia harus menikah dengan lelaki yang tak dicintainya dan mengidap penyakit bipolar. Demi mencukupi biaya keluarganya ia rela menikah...
