"benarkah nuna? Wah selamat akhirnya aku dan kai akan menjadi paman muda"
"yak kau sama saja dengan Kai bersorak bergembira" ucap Jira yang mendengar sorakan Jaehyun ditelepon.
"maaf ya nuna aku tak bisa ikutan menjaga mu aku akan berada dilondon ini sekitar 1 tahunan padahal aku ingin sekali melihat keponakan ku nanti" ucap Jaehyun membuat Jira terkekeh.
"yak kan bisa kufoto dam kukirim kepada mu" setelah berbincang beberapa menit akhirnya Jira pun mematikan teleponnya sama halnya dengan Jaehyun.
Kandungan Jira kini sudah memasuki bulan ke 5 ya pastinya kini perut Jira mulai membesar.
"astaga aku kan harus kekantor Hoseok" ucap Jira melihat jam telah menunjukkan pukul 2 siang.
"Kai nuna pergi kekantor Hoseok dulu ya!" teriak Jira dari luar.
"Nee nuna hati hati" ucap Kai lalu Jira pergi bersama supir pribadinya.
"Pak nanti bapak bisa pulang saja soalnya aku akan pulang bersama Hoseok" ucap Jira.
"baik Nyonya" ucap supir tersebut.
Ketika sudah sampai Jira pun turun dan mulai memasuki kantor.
"selamat siang nyonya Jira. Mau ke ruangan tuan?" tanya salah satu karyawan disana namanya Ara.
"ah nee hehe aku sudah lama tidak kekantor ini. Em saya duluan dulu ya" ucap Jira ramah dan dibalas anggukan dan senyuman dari Ara.
Sepanjang menuju ke ruangan Hoseok Jira mendapat ucapan selamat dari para karyawan disana.
Ketika Jira sedang berjalan menuju ke ruangan Hoseok tiba tiba saja ia dihalangi oleh Sanha.
"e-em s-sanha?" ucap Jira gugup jujur saja sebenarnya Jira masih takut dengan Sanha karena kejadian beberapa bulan itu.
"ah maafkan aku nyonya. Aku hanya ingin meminta maaf aku sangat menyesal atas perbuatan ku pada hari itu. Aku hanya ingin meminta maaf saja" ucap Sanha panjang lebar.
"h-hey aku sudah m-memaafkan mu dari dulu. Lagian itu sudah berlalu" ucap Jira sambil tersenyum.
"terima kasih nyonya kau memang benar benar baik sekali" ucap Sanha memeluk Jira.
"kau jangan memanggil ku nyonya panggil Jira saja" ucap Jira.
"baik Jira. Tapi bolehkan kita menjadi teman?" tanya Sanha menatap jira.
Jujur saja Jira masih belum sepenuhnya percaya kepada Sanha.
"kenapa diam saja? Kau tak mau ya menjadi temanku" ucap Sanha tersenyum miris.
"eh? Aku mau kok" ucap Jira memegang pundak Sanha.
"benarkah? Terima kasih!!" ucap Sanha kembali memeluk Jira.
"ah baiklah aku duluan ya" ucap Jira lalu dibalas anggukan oleh Sanha.
Ketika Jira mulai hilang dipenglihatan Sanha ia tersenyum.
"dasar bodoh" ucapnya lalu berjalan kembali kearah mejanya.
"Hoseok?" ucap Jira ketika memasuki ruangan milik suaminya.
"astaga,kau kesini kenapa tidak bilang" ngomel Hoseok sambil menghampiri Jira dan memeluknya.
"kejutan dong kalo aku kasih tau nanti gak suprise tau" ucap Jira duduk disofa dan membuka makanan yang ia bawa tadi.
"wah kimchi? Kau tau saja aku sedang ingin kimchi" ucap Hoseok gembira sambil memakan kimchi tersebut.
"benarkah? Padahal aku hanya random saja" ucap Jira sambil terkekeh.
"em Hoseok-ah ada sesuatu yang ingin kusampai kan kepada mu" ucap Jira yang sebenarnya agak gugup mengatakannya.
"ada apa? Katakanlah" ucap Hoseok memandang Jira.
"sekarang Sanha sudah baik denganku dan aku memutuskan untuk berteman dengannya" ucapan Jira membuat Hoseok sedikit curiga.
"kau yakin dia benar benar baik pada dirimu?" tanya Hoseok.
"sebenarnya aku masih ragu tapi ketika ia memelukku rasanya ia tulus sekali kepadaku" ucap Jira.
"baiklah kau tak apa apa berteman dengan dia tapi ingat kau mesti berhati hati dengannya" ucapan Hoseok dibalas anggukan oleh Jira.
"Hoseok-ah sepulang dari kantor aku kita singgah ditoko es krim yaa" ucap Jira dengan nada manjanya.
"eoh baiklah demi baby kita dan kamu aku siap" ucap Hoseok dan Jira pun bersorak gembira.
"Hoseok-ah aku lelah mau tidur" ucap Jira manja sekali. Biasanya Jira tak pernah semanja ini pastinya ini efek hamil.
"eoh? Tidurlah dikamar ku itu. Nanti ketika sudah selesai akan kubangunkan nee" ucap Hoseok dan dibalas amggukan Jira.
Jadi Hoseok itu sebelum nikah sama Jira dia lebih sering ngehabisin waktunya di kamar yang ada dikantornya.
Jam sudah menunjukkan jam 16.00
Waktunya untuk kembali kerumah.
Hoseok pun menghampiri Jira yang masih terlelap akan tidurnya. Tak tega membangunkan sang istri ia pun menggendong Jira dan berjalan menuju ke pintu.
Jangan lupakan ketika ia sudah berada diluar semua mata tertuju pada dirinya. Hoseok hanya diam dan acuh dengan tatapan para karyawannya.
Ketika ia sudah sampai dimobil Jira pun terbangun.
"Hoseok kenapa aku sudah ada dimobil?" tanya Jira sambil mengucek matanya.
"karena aku yang membawa mu kesini. Aku tak tega membangunkan mu pasti sangat lelah ya" ucap Hoseok mengusap lembut kepala Jira.
"Yaa kamu pasti juga sangat kelelahan Hoseok-ah. Aku ini berat ditambah lagi ada baby kita dikantor mu juga luas" ucap Jira membuat Hoseok tertawa.
"Baik lah. Sekarang jadi beli es krimnya?" tanya Hoseok membuat mata Jira berbinar binar.
"tentu ayoo aku sudah tak sabar" ucap Jira dengan gembira.
Hoseok pun menjalankan mobilnya. Ketika sudah sampai ditoko es krim Jira langsung turun.
"astaga aku ditinggalkan" ucap Hoseok sambil mengikuti Jira.
"Hoseok aku mau es krim itu dan itu juga" ucap Jira menunjuk menu es krimnya.
"baiklah. Mbak saya mau es krim vanilanya 2 dan coklat 1 ya" ucap Hoseok.
Kini mereka tengah memakan es krimnya.
"bagaimana apakah es krim nya enak?" tanya Hoseok kepada Jira.
"eemm enak sekali aku sukaa" ucap Jira.
Tiba tiba saja Jira merasa ada yang melihatnya dari jauh.
"astaga kenapa aku selalu merasa ada yang mengikuti diriku" ucap Jira lirih sekali sambil memandang ke arah kanan dan kiri.
"hei kau kenapa? Ada apa?" tanya Hoseok yang ikut memandang kekanan dan kekiri.
"entahlah s-sebenarnya aku merasa ada yang mengintai kita sejak diparis kemarin hingga sekarang" ucap Jira ketakutan.
"benarkah? Mungkin itu perasaan kau saja. Jira tenang saja selagi ada aku kamu aku lindungi" ucap Hoseok menenangkan Jira.
Sedangkan Jira hanya mengangguk.
.
.
.
.
.
Btw HAPPY ANNIVERSARY uri Bangtan gak kerasa udah festa yang ke 2 bagi aku haha.
Ucapan aku buat Bangtan moga makin jaya lagi. Makasih juga udah jadi orang orang yang menginspirasi aku. Pokoknya banyak lagi lah tapi gak bisa author tulis disini hihi👉👈
Borahe BTS💜
Oh iya bagi kalian ini festa ke berapa?
KAMU SEDANG MEMBACA
Contract Marriage (END)
RomanceMenikah memang adalah sebuah kebahagiaan setiap orang. Berbeda dengan Lee Jira menikah baginya adalah sebuah petaka, ia harus menikah dengan lelaki yang tak dicintainya dan mengidap penyakit bipolar. Demi mencukupi biaya keluarganya ia rela menikah...
