TigaPuluh

127 4 0
                                    


Tasya pun sudah sampai rumah namun baru saja sampai depan pintu rumahnya abangnya sudah berada di depan pintu.

"Kamu engga papa kan dek?!engga di apa-apain sama diakan?!kamu baik-baik aja kan?!ada yang sakit?!cowok itu siapa sih dek?!"Tanya Alvin bertubi-tubi sambil memutar-mutar badan Tasya yang membuatnya pusing.

"Kepala ku pusing bang,jangan diputer-puter akunya!"Ucap Tasya memegangi kepalanya yang pusing karena Abang satunya ini.

"Yang mana yang sakit sini biar Abang sembuhin"Ucap Alvin khawatir.

"Hehehe bercanda bang,kalau Abang engga kenapa-kenapa?!"Tanya Tasya khawatir.

Terbesit lah ide jahil dikepala Alvin"aduh duh deh kepala Abang sakit aduh duh"Ucapnya dramatis namun sukses membuat Tasya khawatir.

"Eh bang bang,perasaan kalau di tonjok tuh yang kena pipi kalau engga hidung nah ini kok pala?!"Heran Tasya .

"Ya kan nipu ups keceplosan hehehe"Ucap Alvin terkekeh.

"Ih Abang Syila ngambek nih"Ucap Tasya dengan nada kesal dan tangannya di depan dada.

"Ngambek kok ngomong-ngomong Hahahaha"Ledek Alvin.

"BUNDAAAA BANG ALVINNN JAHAT"Teriak Tasya dan langsung lari mencari Zahra langsung memeluk Zahra.

"Abang udah tau adeknya kaya gini masih aja diledekin"Nasehat bunda.

"Bukan Abang Bun emang syilanya aja yang lebay "Ucap Alvin terkekeh.

"Bundaaaa"Adu Tasya.

"Udah-udah sana baikan sama Abang kamu bunda mau bikin kue"Putus Zahra dan pergi meninggalkan Tasya yang kini tengah mencak-mencak kesal dengan abangnya yang satu ini.

"Aelah,adek Abang yang satu ini ngambek terus sini duduk Deket Abang"Ucap Alvin menepuk-nepuk sofa sebelahnya dan Tasya pun dengan pasrah duduk di samping abangnya yang lucknat ini.

"Syila kalau kamu ngambek tambah jelek loh kan udah jelek"Ledek Alvin sambil menoel dagu Tasya.

"BUNDAAAA"Teriak Tasya.

"Abang jangan jahil"Teriak Zahra dari dapur.

Langsung terjadi keheningan mereka berdua sama-sama fokus melihat Chanel TV yang biasa aja sih tapi yang namanya juga musuhan cari kesibukan sendiri.

Hingga Alvin pun menyenggol lengan tasya,Tasya pun menengok dan menaikan sebelah alisnya 'apa'.

"Cowok yang mukul Abang pacar kamu ya?!"Tanya Alvin dengan tampang serius.

"Bu-kan lah bang engga mungkin"

"Tapi dari pukulan nya tuh kaya orang cemburu"

"Emang Abang tau pukulan cemburu?!"

"Tau lah Abang gitu loh"

"Dih Sotoy"

Dan terjadi keheningan lagi hingga akhirnya Alvin berbicara lagi"dek jalan-jalan yuk?!"Ajak Alvin.

"Engga ah bang males"

"Yah dek ayolah,ke mall deh entar beli es krim yang banyak"

Mendengar kata es krim Tasya pun teringat kalau stok es krimnya sudah menipis sekali"Oke Tungga ya bang aku ganti baju dulu"Ucap Tasya dan pergi ke kamar nya untuk menganti baju.

"Giliran es krim aja gercep"Gumam Alvin.

"Ayo bang Udah"Ucap Tasya turun dari tangga Tasya menggunakan baju kodok Levis dengan tas selempang berwarna hitam.

"Eh,cepet amat lu Abang aja belum ganti baju"Ucap Alvin terheran-heran.

"Engga usah ganti baju Abang ganteng kok,ayo bang buruan"Ucap Tasya mendorong-dorong tubuh Alvin dan Alvin hanya pasrah menuju mobil dan menancapkan gas menuju mall dekat komplek rumahnya.

Sesampainya dimall Alvin pun langsung mengajak Tasya ke bioskop untuk melihat film-film Indonesia 'ya maklum kan hidupnya di London gitu loh'"Dek mau nonton film apa?!"Tanya alvin.

"Romane aja bang kan seru tuh biar baper kan Abang jomblo hehehe"Ledek Tasya.

"Ihh engga engga,entar jiwa jomblo Abang bergejolak lagi engga engga mau,horor aja ya oke engga ada penolakan"Ucap Alvin dan Tasya pun hanya pasrah mengikuti sang Abang lacknut ini 'demi es krim'gumamnya selama didalam bioskop.

Setelah keluar bioskop pun mereka langsung ke area kebutuhan pokok untuk membeli makanan atau cemilan yang mereka butuhkan dengan akhir Alvin pun menjadi bangkrut seketika,sehabis itu Tasya menarik Alvin untuk ke Gramedia membeli novel yang telah terbit dari aplikasi wattpad nya.

"Dek makan yuk Abang laper"Ucap Alvin dengan nada manja.

"Iya iya ayo"

Mereka pun memasuki salah satu restoran nasi goreng.

"Waiters"

"Iya mas mau pesan apa"Ucap waiters tersebut memberikan buku menu.

"Gue mau nasi goreng iga bakar satu sama soda kalengnya satu sama air putih,lu mau apa dek?!"

"Aku mau nasi goreng seafood sama jus jeruk satu"

"Oke saya ulangi nasi goreng iga bakar satu,nasi goreng seafood satu,soda kaleng satu,air putih satu,jus jeruknya satu"Ucap waiters dan di angguki oleh dua orang ini, mereka pun sibuk dengan kegiatannya masing-masing dan makanan mereka pun datang langsung disatap dengan tenang.

"Dek mau engga cobain punya abang aaaa"Ucap Alvin menyodorkan satu sendok nasi gorengnya ke Tasya belum sempat Tasya memasukkannya ke mulut Alvin sudah terjungkal akibat satu pukulan......

Bugh

Tasya pun melongo melihat abangnya di pukuli dengan membabi buta membuat Tasya ketakutan hidung dan mulutnya sudah penuh dengan darah Tasya pun terlintas potongan masalalu yang kelam.

"Ahkkk,to-long le-pasin hiks hiks hiks sa-kit hiks sa-kit"Teriak Tasya meremas-remas kepalanya orang yang tadinya memukul Alvin kini berhenti.

"Lu kenapa?!"Tanyanya khawatir memegangi pundak Tasya namun Tasya langsung menepis nya dan lari memeluk Alvin yang kini berhasil berdiri.

"Udah tenang ya dek disini ada Abang"Ucap Alvin dan Alvin pun menggendong Tasya meninggalkan orang ini yang bingung dengan kata dek dan Abang yang diucapkan oleh Alvin.

Dan ada yang menepuk pundaknya"Bos dia abangnya ternyata,salah cemburu si bos"Ucap Gavin Yap benar yang memukul Alvin adalah Beni sebenarnya Beni dkk ikut namun ya biar akan bosnya saja yang mengurusnya.

"Arghhhhh"Ucapnya frustasi sambil mengacak rambutnya menendang bangku restoran dan pergi meninggalkan perbuatanya itu.
•••











Follow wattpad:@SeembunFajar

TASYA(SLOW UPDATE)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang