berubah.

1.1K 151 6
                                        

Iqbaal sedari tadi memikirkan (Namakamu) dan mengapa ia tidak membalas semua pesan yang di kirim oleh Iqbaal. Baru kali ini (Namakamu) seperti ini, biasanya gadis itu yang paling bawel. Ia suka menyuruh Iqbaal shalat dan makan ataupun yang lain. Dan kini Iqbaal tidak merasakan perhatian yang kemarin-kemarin (Namakamu) berikan.

Iqbaal menghubungi Dianty beberapa kali pun tidak di angkat oleh nya. Iqbaal menghubungi Jefri pun sama hal nya dengan Dianty. Ah iya, Iqbaal lupa menghubungi Amanda.

Ia segera mencari nomor Amanda di kontak handphone miliknya. Iqbaal segera menekan tombol telepon dan menempelkan handphone tersebut di telinganya.

“Hallo, Baal? Ada apa. Tumben banget nelepon?” tanya Amanda di sebrang sana.

Iqbaal bangkit dari duduknya dan keluar menuju balkon kamarnya. “Jefri ada sama lo gak, Man?”

“Enggak. Tadi dia bilang mau nemenin (Namakamu) ke Melbourne Central terus abis itu ke Inflation Entertainment Complexjawab Amanda.

Iqbaal memutuskan sambungannya secara sepihak. Ia terkejut mengapa (Namakamu) mengunjungi Inflation Entertainment Complex. Ia berfikir, tadi lelaki tersebut mengunjungi tempat yang sama juga.

(Namakamu) ngeliat gue apa ya? gumam Iqbaal dalam hatinya. Ia segera mengambil Hoodie nya yang ada di atas kasur miliknya.

Ia segera keluar dari kamarnya dan mengunci pintu kamar tersebut. Kemudian ia turun menaiki lift. Iqbaal harus bertemu (Namakamu) sekarang juga. Ia takut (Namakamu) marah padanya.

****

“(Namakamu), Dianty?” ucap Iqbaal sekalian mengetuk pintu apartemen milik (Namakamu). Ia berkali-kali menekan bel yang ada di samping pintu tersebut namun tak ada orang didalam sana.

“(Namakamu), Dianty? Ada orang?” ucap Iqbaal lagi. Ia melihat ada seseorang yang ingin membuka pintunya. Wanita tersebut Dianty, wanita dengan wajah yang baru bangun tidur yang membuat Iqbaal terkejut.

“Astagfirullah. Saha sia?” ucap Iqbaal yang membuat Dianty mencubit tangan nya.

“Ngapain malem-malem kesini? Mau cari siapa? (Namakamu)? Dia belom pulang sama Jefri” ujar Dianty berbohong, sebenarnya (Namakamu) berada di dalam kamarnya. Namun Dianty di suruh oleh gadis itu.

“Dia kenapa ya, Dant? Chat gue kok gak di bales?” tanya Iqbaal.

“Tadi dia bilang katanya ngeliat lo abis dari club sama cewek. Terus dia katanya mau sama Jefri aja di apartemen cadangan punya Jefri” jawab Dianty yang membuat Iqbaal sedikit menciut.

“(Namakamu) dekat banget ya sama Jefri?” tanya Iqbaal yang di angguki oleh Dianty.

“Dekat banget, lo tau gak? Tadi pagi aja mereka kejar-kejaran. Terus main di kamar, abis itu (Namakamu) nyediain sarapan buat Jefri. Terus abis itu ada adegan dramanya, Jefri meluk (Namakamu) dari belakang terus cium pipi (Namakamu)” panas Dianty yang membuat Iqbaal tersenyum tipis.

“Hem. Yaudah deh, Dant. Gue pamit dulu ya” pamit Iqbaal dan Dianty hanya menahan tawanya karena Iqbaal menunjukkan wajah melasnya.

****

Pagi hari yang cerah Iqbaal bangun dari tidurnya dan segera siap-siap untuk berangkat kuliah. Hari ini Iqbaal ada jadwal kuliah pagi hari. Ia berdoa agar (Namakamu) juga ada kuliah pagi hari ini.

Iqbaal merapihkan kamarnya dan bergegas mandi. Tak butuh waktu yang lama untuk mandi, asalkan tetap Gans.

Iqbaal segera menyisir rambut nya dengan tangan besar milik lelaki tersebut. Iqbaal mengambil tas nya yang berada di nakas miliknya. Ia segera berjalan cepat dan menancapkan gasnya dan membelah jalan Melbourne pagi hari ini.

Iqbaal segera melepas seatbelt nya dan segera turun dari mobil nya yang bewarna hitam. Iqbaal berjalan menuju kelasnya, ia melewati lorong yang masih sepi. Biasanya jam segini sudah ramai mahasiswa atau mahasiswi berlalu lalang.

Iqbaal melihat (Namakamu) dari jauh bersama Jefri. Iqbaal hendak menghampiri nya namun hal itu membuat Iqbaal membuyarkan keinginan nya.

Ia melihat Jefri merangkul (Namakamu) dan sesekali lelaki itu mencium puncak kepala (Namakamu). Iqbaal melihat (Namakamu) tertawa bahagia disana membuat Iqbaal mengepalkan tangannya. Mengapa (Namakamu) berubah?

****

“Jef. Mau makan, yuk ke caffe? Gue yang bayar deh” tawar (Namakamu) dan di-iyakan oleh Jefri. (Namakamu) melihat Iqbaal tersenyum kearahnya seketika hal itu membuat (Namakamu) memalingkan wajahnya.

“Hai, Nam. Jalan yuk?” ajak Iqbaal dengan senyum manisnya. Senyum itu yang membuat (Namakamu) rindu sosok Iqbaal Dhiafakhri Ramadhan.

“Mau jalan sama Jefri. Next time ya” jawab (Namakamu) dan ia segera menarik tangan Jefri pergi dari sana.

“Hei. Apa gak seharusnya lo dengerin penjelasan Iqbaal, Nam?” tanya Jefri. Namun wanita tersebut hanya diam saja.

“Entaran aja deh bahasnya. Gue lagi mau sama lo,” jawab (Namakamu) membuat Jefri tersenyum dan sesekali mengelus-elus rambut panjang milik (Namakamu).

Iqbaal yang melihat (Namakamu) dari jauh pun membuat hatinya seperti ditusuk-tusuk oleh ribuan pisau yang tajam. Iqbaal tersenyum tipis ketika melihat tawa (Namakamu) yang sangat bahagia. Harusnya Iqbaal yang disana.

(Namakamu) berubah..

Uwuu. Update lagi nih!

Gimana makin seru apa makin berantakan?

Ayo komen dong xixi dan jangan lupa juga vote ye!🤏

Ayo komen dong xixi dan jangan lupa juga vote ye!🤏

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Fokusnya kemana guys?🤣❤️

ITCHY [IDR]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang