di ajak dinner sama Itchy.

1.9K 187 2
                                        

“(Namakamu) bangun dong, ayo kuli-ah” ucap Dianty yang sedari tadi membangunkan (Namakamu). Sedangkan sang gadis tidak bangun sedari tadi.

“Nam, Iqbaal mau jemput.” ujar Dianty yang membuat (Namakamu) lompat dari kasurnya.

“Tapi boong!” ucap Dianty kembali dan ia segera berlari menuju dapur yang membuat (Namakamu) melempar bantal nya kepada Dianty.

(Namakamu) membuka handphonenya dan segera membuka WhatsApp. Mana tau dapet notif dari Itchy.

“Humm, gak ada ternyata” gumam (Namakamu). Ia segera bangkit dan membereskan kasur nya dan bergegas mandi untuk berangkat kuliah.

Dianty yang sedang menyiapkan sarapan pun terhenti karena Rizky menghubunginya. Tidak penting, yang terpenting adalah isi perut.

Ia segera memasukkan bawang merah dan bawang putih kedalam wajan yang sudah berisi nasi. Dianty mengoseng-oseng nasi tersebut sampai suaranya terdengar nyaring.

“Wangi, jadi lapar. Mana sini, cepet!” perintah (Namakamu) yang membuat Dianty menarik nafasnya kasar.

“Di kasih hati minta ampela,” celetuk Dianty sedangkan (Namakamu) hanya terkekeh geli.

“Lo berangkat sama siapa?” tanya (Namakamu) di sela-sela mereka sedang makan.

“Sama lo lah, ya ya ya?” tanya Dianty yang membuat (Namakamu) mengiyakan nya.

“Rizky kemana?” ujar (Namakamu) namun tidak ada jawaban dari sang gadis yang berada di hadapan (Namakamu).

****

(Namakamu) baru saja datang ia sudah melihat pemandangan yang membuat ia berdecak kasar. Ia melihat Amanda dan Jefri yang sedang berbincang disana. Biasanya, posisi Amanda adalah (Namakamu) atau biasa Jefri panggil Teri.

(Namakamu) memalingkan wajahnya dan segera berjalan menuju kantin. Ia meninggalkan Dianty seorang diri, sudah biasa bagi (Namakamu) meninggalkan temannya dimana saja.

“KESEL-KESEL. JEFRI MALAH SIBUK SAMA AMANDA!” gumam (Namakamu).

“Hai, selamat pagi. Nam” ucap seorang lelaki yang berada di hadapan (Namakamu).

“Eh. Iqbaal, hai. Pagi juga” sahut (Namakamu) gugup. Sangat gugup, bagaimana tidak. Iqbaal menggunakan kemeja hitam berbalut celana hitam yang ia kenakan. Satu kancing yang terbuka terlihat ia sangat tampan hari ini. Dan rambut lebat miliknya.

“Kok lo disini sendiri? Yang lain mana?” tanya Iqbaal yang membuat (Namakamu) terdiam.

“Eh gue salah ya?” ucap Iqbaal yang membuat (Namakamu) tersenyum tipis. “Gue lagi gak mau aja sama mereka” jawabnya.

Suara yang imut membuat Iqbaal tersenyum lebar, rambut panjang nya yang di gerai oleh nya dan mata yang indah menatap mata milik Iqbaal. Sesekali Iqbaal mencuri pandang yang membuat (Namakamu) tersipu malu.

“Nam. Nanti malem sibuk gak?” tanya Iqbaal dengan hati-hati.

(Namakamu) menggelengkan kepalanya “Enggak, kenapa?” jawab (Namakamu).

“Gue mau ajak lo makan malam. Bisa?”

****

(Namakamu) memandangi foto milik Iqbaal, ia tersenyum melihat foto tersebut yang banyak di dalam galeri milik (Namakamu).

Jefri yang melihat itupun menghampiri (Namakamu) yang sedang duduk sendirian di pojok. “Hayo! Lagi jatuh cinta ni ye.” ujar Jefri.

ITCHY [IDR]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang