Pagi ini (Namakamu) ingin berangkat menuju kampus nya. Ia ada jadwal pagi hari ini, gadis tersebut hanya seorang diri beda dengan Dianty. Temannya itu sudah bersama Rizky berangkat terlebih dahulu.
(Namakamu) berjalan dengan tatapan kosong yang membuat ia tidak fokus, sudah berapa kali (Namakamu) menabrak seseorang yang sedang berjalan disana.
Seorang lelaki mengambil tangan mungil milik (Namakamu), sontak gadis itu melihat kesamping. Ia melihat Iqbaal disana, (Namakamu) melepaskan genggamannya namun hasilnya nihil.
Iqbaal menggenggam tangan (Namakamu) dengan erat yang membuat gadis itu tidak bisa melepaskan genggaman tersebut. (Namakamu) berjalan seraya di sampingnya tidak ada yang menemaninya.
“Hei. Ko cemberut aja sih?” tanya Iqbaal, tapi sama saja. Hal itu tidak membuat (Namakamu) menoleh kearahnya.
“Baby. What is wrong with you?” tanya Iqbaal kembali yang membuat (Namakamu) menoleh kearahnya dengan tatapan sinis.
“Soal malam itu?” tanya Iqbaal lagi. (Namakamu) muak dengan nya, pagi ini (Namakamu) sedang tidak mood untuk bersama Iqbaal.
“(Namakamu), soal malam itu?” tanya Iqbaal lagi. Tidak ada jawaban dari (Namakamu). “Aku jelasin. Ayo ikut” Iqbaal menarik tangan (Namakamu).
****
“Malam itu aku sama Zidny” ucap Iqbaal mendahului ucapan keduanya. (Namakamu) tidak membalasnya, ia masih asik dengan handphone miliknya.
“Dia minta balikan, cuma aku gak mau. Aku udah terlanjur cinta sama seseorang yang sudah buat aku nyaman. Dia mau ngurusin aku, mau ingetin aku shalat dan bahkan bawel banget untuk kesehatan aku”
“Aku kira bahagiaku ada di London, tenyata ada di Melbourne” ucap Iqbaal lagi. (Namakamu) menatap Iqbaal dengan tatapan kosong, matanya memerah seakan ingin menangis.
“Aku cinta sama kamu, Nam.” ujar Iqbaal kembali yang membuat (Namakamu) membulatkan matanya.
“Kamu mau jadi pacar aku?” tanya Iqbaal yang membuat (Namakamu) menangis saat itu juga. Iqbaal memegang tangan lembut milik (Namakamu) dan duduk di samping gadis tersebut.
“Kamu mau jadi pacar aku?” tanya Iqbaal lagi. (Namakamu) memeluk Iqbaal dengan erat, rasanya tidak ingin melepaskannya begitu saja.
Ia menangis di dalam dekapan Iqbaal. (Namakamu) mencium wangi Vanila yang sering di pakai oleh Iqbaal. Wangi tersebut pun membuat (Namakamu) mengingat akan pertama bertemu dengan Iqbaal.
Iqbaal mengelus puncak kepala milik (Namakamu) dan sesekali ia menciumnya. Iqbaal tersenyum, ia berhasil membuat (Namakamu) menangis karena bahagia.
“Gimana. Mau?” tanya Iqbaal saat (Namakamu) merenggangkan pelukannya. Wanita itu tersenyum dan menganggukkan kepalanya pelan.
****
“Hmmm. Pajak jadian boleh lah” ucap Dianty saat ia melihat (Namakamu) sedang berdua dengan Iqbaal di kantin.
“Pesan aja,” jawab (Namakamu) enteng. “Serius?” tanya Dianty kemudian (Namakamu) menganggukkan kepalanya.
dianty annisa: sini kantin woe, (namakamu) party ni abis jadian.
jefri nichol: sama siapa?
rizky nazar: iqbaal lah, siapa lagi.
amanda rawles: udah di lorong sama jefri
amanda rawles: danty dimana bep?
dianty annisa: di kantin
dianty annisa: langsung aja kesini
jefri nichol: auto di lupain~
Dianty meletakkan handphonenya di dalam tasnya dan segera memesan makanan yang ingin ia santap pada siang hari ini. (Namakamu) tersenyum saat Dianty tertawa lepas.
“Seneng?” tanya Iqbaal lalu mengacak-acak rambut panjang milik (Namakamu) “Seneng banget!!” jawab (Namakamu) semangat.
“Kita kapan libur ya?” tanya Iqbaal. “Aku mau ketemu bunda,” ujarnya lagi dan (Namakamu) hanya mengangkat pundaknya.
“Asik yang udah jadian,” ucap Jefri yang baru saja datang entah dari mana bersama Amanda. “Iya lah, emang lo doang. Gue juga bisa kali ngelupain lo” ucap (Namakamu) kesal saat melihat Amanda di samping Jefri.
“Cih. Udah punya pacar masih aja cemburu” goda Jefri yang membuat (Namakamu) menepis tangan itu.
“Selamat ya, (Namakamu). Langgeng terus ampe kawin” ucap Amanda. “Iya biar bisa mantap-mantap, ya kan itchy?” jawab (Namakamu) seraya mencolek Iqbaal yang berada di dekatnya.
“Hmm. Iya-iya, bener banget!” sahut Iqbaal dengan semangat yang membuat Dianty menutup kupingnya.
“Otak tuh gedein, Baal. Jangan pler aja yang di gedein” goda Dianty seraya menjulurkan lidahnya. Iqbaal menarik jilbab Dianty yang membuat wanita itu memiringkan kepalanya.
“Heh! Pegang-pegang. Doi gue” ujar Rizky yang menepis tangan Iqbaal. “YAAMPUN IQBAAL BIKIN KESEL AJA SIH!” pekik Dianty yang membuat kelima nya tertawa.
****
Iqbaal merebahkan badannya di atas kasur putih milik lelaki tersebut. Ia menaruh tasnya di sembarang tempat, hari ini ia full day yang membuat Iqbaal sangat lelah.
Ia ingin menghubungi (Namakamu) tapi takut (Namakamu) sudah istirahat. Ia melihat saat (Namakamu) masih online di WhatsApp nya. Iqbaal segera menekan tombol video call.
Iqbaal menyeritkan dahinya saat Dianty yang mengangkat telepon Iqbaal. “(Namakamu) udah tidur. Tuh liat” Dianty mengarahkan kameranya kearah (Namakamu) yang sudah tertidur pulas di balik selimut bewarna hitam.
Iqbaal tersenyum saat melihat wajah (Namakamu) yang sangat amat cantik. Tidak hanya hari ini, bahkan setiap hari (Namakamu) tampil cantik di hadapannya.
“Yaudah deh, Dant. Thanks ya” ucap Iqbaal dan segera menekan tombol bewarna merah.
Kamu mau gak jadi pacar aku? -Iqbaal Dhiafakhri Ramadhan or Itchy✨🖤

YEAYY ADA MANISAN NII WKWKWK🤞✨
GIMANA PART INI? SUKA GAK? HARUS YA HARUS SUKA SAMA PART YANG LAIN JUGA!🖤
JANGAN LUPA VOTE AND KOMEN GUYS, JANGAN CUMA JADI SIDERS WKWK🤣🤪
KAMU SEDANG MEMBACA
ITCHY [IDR]
Teenfikce[MOHON FOLLOW DULU SEBELUM MEMBACA, PRIVATE ACAK. JIKA SUDAH DI FOLLOW ANDA BEBAS UNTUK MEMBACA SEMUA PART!] °Previous: Iqbaal or Itchy✨ °After: ITCHY [IDR]. "Ganteng sih, tapi mesum" -(Namakamu). [SLOW UPDATE, JANGAN LUPA VOTE AND KOMEN DI SETIAP P...
![ITCHY [IDR]](https://img.wattpad.com/cover/227136969-64-k174358.jpg)