wake up Itchy..

974 112 3
                                        

“Iqbaal!”

“(Namakamu)!”

Seruan dari Jefri membuat kedua pasangan tersebut menoleh ke sumber suara. Jefri tengah berlari bersama Dianty di samping nya, (Namakamu) menyunggingkan senyuman nya.

“IF AGAIN AT THE AIRPORT DON'T RUN!” ucap seorang wanita paruh baya. Jefri dan Dianty terdiam saat wanita itu menegurnya, karena mereka berdua menabrak wanita tersebut.

“I'm sorry,” ucap Dianty. Sedangkan Jefri? Ia hanya terdiam tidak bertanggung jawab atas perlakuan nya.

Dianty menarik Jefri dari sana dan memiting leher nya. Jefri terkekeh geli saat melihat Dianty merasa gemas karena nya.

“Lu teh kalo lari pake mata. Nenek-nenek lo tabrak, ya marah lah bego!” protes Dianty.

“Gak tau anjir!” bantah Jefri. Dianty menjewer telinga Jefri hingga sampai ke tempat (Namakamu) dan Iqbaal disana.

“Ada apaan si?” tanya (Namakamu) penasaran.

“Jefri narik gue sampe ketabrak nenek-nenek. Terus malah gue yang di omelin!” jelas Dianty sambil membanting kakinya ke lantai.

“Udah gitu mentang-mentang si Jefri ganteng nenek-nenek nya gak mau ngomelin dia. Malah ngomelin gue aja! Nyesel kesini sama Jefri,”

(Namakamu) dan Iqbaal tertawa terbahak-bahak melihat Dianty dan Jefri tidak pernah akur. Kenapa harus ada dua manusia ini di sini? Bisa di buang ke sungai Amazon gak ya?

“Yaudah yaudah mana mobilnya. Orang ganteng kepanasan ni,” ujar Iqbaal sambil mengipas wajah nya dengan topi hitam milik Iqbaal.

“Najis!” celetuk Jefri. Sudah di bilang kalau sudah ada Iqbaal keduanya tidak akan ada yang mau ngalah, dan tidak akan ada yang mau tersaingi. Iqbaal yang pede nya nauzubillah dan Jefri yang sok cool nya bikin teman dekatnya merasa enek.

****

“Huh! Cape,” lirih (Namakamu) sambil membanting badan mungilnya ke kasur empuk itu.

“Kita kuliah libur 2 Minggu. Kemarin di umumin,” ucap Dianty sambil menutup pintu kamar nya.

“Hah?! Mending gue gak usah kesini!” ucap (Namakamu) kesal. Lebih baik ia menemani Ibu nya di rumah dari pada di sini, tidak ada saudara dan cuma ada temannya.

“Oh ya gue mau nelepon Ibu sama Bunda dulu,” (Namakamu) mengambil handphone nya dan segera menghubungi Ajeng.

“Hallo. Ibu?”

“Ya sayang kenapa? Ibu lagi masak,”

“Terili udah sampai Melbourne bu. Bilang sama Abang ya!” ucap (Namakamu).

“Iya sayang. Jaga pola makannya jangan bergadang dan jangan lupa shalatnya ya,”

“Iya ibu. Yaudah ibu lanjut masak aja. Aku mau nelpon Bunda Rike,”

(Namakamu) memutuskan sambungannya dan segera beralih ke Rike. Ia memandang layar handphone nya, mengapa Iqbaal sudah 2 jam tidak menghubunginya?

“Bunda. Terili sudah sampai,”

“Alhamdulillah. Yaudah nak istirahat ya. Jangan lupa shalat sayang,”

“Iya bunda. Salam sama Teteh dan Ayah ya, Bun.”

“Iya sayang. Bunda nitip Iqbaal ya, yasudah Bunda mau shalat dhuha dulu,”

ITCHY [IDR]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang