Kami telah memperbarui Pedoman Konten kami.
Tinjau pedoman terbaru untuk terus berbagi cerita dengan aman.

BAB 31 ~ RIGAL

6.3K 173 5
                                        

Aruna meraih ponselnya dengan mata yang masih terpejam. Siapa yang menelponnya di pagi pagi buta seperti ini. Ia menempelkan ponsel itu di telinganya, tanpa mengecek siapa yang menelponnya. Tangannya meraih sebuah bantal guling lalu memeluknya erat. Menarik selimutnya sampai dada.

"Halo?" ucap Aruna dengan suara khas bangun tidur.

"Lo dimana geblek? Gue dari tadi nelpon lo," cerca si penelpon dengan kasar. Aruna mengenali suara itu. Matanya masih terpejam dengan indah. Untuk apa juga pria itu menelponnya pagi pagi seperti ini.

"Apaan sih, Sat. Ini masih pagi, ganggu tau!" kesal Aruna pada orang yang berada di seberang.

"Hee, buka mata lo. Ini udah siang, udah jam 9 Aruna!"

"Yah terus? Yaudah sih!"

"Lo nggak tau hari ini Rigal kemana?" tanya Satya tiba tiba. Mendengar nama Rigal, Aruna langsung membuka matanya dengan cepat. Ia teringat dengan percakapan mereka saat terakhir bertemu.

Rigal yang bertanya tentang kuliah di luar negri, tidak mendapat respon apapun dari Aruna. Ia bahkan langsung di usir, dan menolak pertemuan dengan pria itu. Sedangkan dengan Cici, Aruna membuat alasan agar gadis mungil itu percaya. Setelah percakapan terakhir itu, mereka tidak pernah bertemu. Rigal selalu menghubunginya, namun Aruna menolak panggilannya. Ia tidak menyukai pertanyaan Rigal hari itu.

"Gue nggak tau!" jawab Aruna dengan datar. Ia bangkit dari tidurnya.

Terdengar erangan frustasi dari seberang. "Bego. Hari ini Rigal ke Prancis. Mau daftar kuliah!" ucap Satya dengan penuh penekanan. Agar si gadis kepala itu mendengar semuanya.

Deg...

Aruna merasa jantungnya berhenti berdetak sejenak. Ia yang baru saja ingin turun dari king bad size miliknya, langsung menghentikan aksinya. Mengerjapkan matanya berkali kali, mencoba mengingat pertanyaan Rigal yang terus berputar di pikirannya selama beberapa hari. Dan ini jawabannya.

"Se-sekarang lo dimana?" tanya Aruna dengan terbata-bata. Masih mencerna semua ucapan Satya.

"Di bandara. Satu jam lagi Rigal berangkat,"

"Gue kesana sekarang!" ucap Aruna dengan final. Ia menutup panggilan dari Satya secara sepihak. Turun dari ranjangnya dengan kecepatan kilat, lalu memasuki kamar mandi. Mencuci wajahnya, menggosok gigi dan keluar. Ia meraih sweater hitam miliknya. Tidak peduli dengan penampilannya saat ini. Ia hanya mencepol asal rambutnya, namun tak perlu di ragukan jika Aruna cantiknya alami.

*****

Rigal menatap ponselnya. Ia di buat bimbang dengan keadaan. Saat ini Aruna masih marah dengannya. Menghubungi gadis itu sekarang sepertinya percuma. Ia melirik sekilas pada Satya yang sedang berada di samping kirinya, dan Ozi di samping kanannya. Mereka bertiga kini sedang berada di sebuah kursi tepatnya dalam bandara. Menunggu penerbangan Rigal yang sebentar lagi.

"Lo habis nelpon siapa?" tanya Rigal tanpa mengalihkan tatapannya. Satya berdehem, ia tau jika Rigal bertanya padanya.

"Sebentar lo juga tau," jawab Satya dengan tenang. Tidak peduli jika Rigal akan menatapnya dengan tatapan membunuh.

"Siapa? nyokab gue?"

"Lagian yah Gal, nyokab lo juga akan datang kali tanpa gue hubungi," terang Satya. Ozi memperhatikan keduanya.

"Lo nggak telpon bokab lo?" tanya Ozi.

Rigal menggeleng. "Hanya sebentar. Gue bakal balik,"

"Yakin?" Satya memicingkan matanya. Melihat barang barang Rigal yang seperti orang tidak akan balik cepat, membuat Satya sedikit curiga.

RIGAL [TAMAT]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang