Ada apa sebenarnya?

1.1K 50 10
                                        

Karawang, 12 Juni 2020

***
Pagi tak pernah ragu akan fajar.
Begitupun malam yang pernah menaruh curiga pada bulan.

Lalu bagaimana dengan senja? Ia selalu gundah ketika lembayung jingga nya mulai tergantikan dengan gelap yang kelam.

Senja selalu takut lembayung nya pergi, ia terlalu takut akan gelap yang mungkin melukainya.

Baginya cahaya jingga itu adalah lenteranya, ia tak mau kehilangan, ia tak mau berada dalam gelap sendirian.

Aku adalah senja yang selalu menanti sang lembayung dengan cahaya jingga nya.

Wahai kamu, seperti itulah aku, dan seperti itulah kamu bagiku.
Kamu terlalu berarti sampai aku terlalu takut kamu pergi.

***






Sepanjang perjalanan dari kampus kembali ke rumah hanya ada hening diantara mereka berdua. Afnan hanya fokus menatap lurus pada jalanan, sedangkan Fira terlalu takut untuk berkata. Ia kaget tapi senang juga karena pria yang sedang fokus menyetir mobil ini, selalu melindunginya. Karena ternyata ia sungguh sungguh dengan semua perkataannya.

Tapi sikap Afnan yang diam membuat Fira merasa takut, apa Afnan marah karena lagi lagi ia melihat Jevin berada di sekitar Fira? Ataukah pria itu memikirkan hal lain? Sungguh Fira tidak tahu. Afnan adalah tipe manusia yang sulit di tebak isi kepalanya ketika mereka sedang terdiam. Ekspresi datarnya, justru lebih menakutkan, karena Fira jadi tidak tahu apakah Afnan marah, sedih , kaget, atau bahagia. Ia jadi bingung sendiri, mau bertanya tapi takut salah.

Alhasil Fira hanya diam sambil berharap bahwa semuanya baik baik saja. Tanpa ia sadari ternyata mereka sudah sampai di depan rumah. Afnan menghentikan mobilnya, namun lagi lagi ia masih terdiam dan Fira masih terlalu takut untuk berkata. Sampai akhirnya Afnan menoleh.

"Ayok turun."Ucapnya.

" Eh iya kak."Ucap Fira keluar dari mobil mengikuti langkah suaminya itu.

Baiklah mungkin ia harus bertanya sekarang, dan menjelaskan bagaimana sampai ada Jevin dan dua gadis yang menganggu nya di kantin kampus tadi." Kak... "

"Kenapa?"

"Emmm yang tadi itu kakak gak marah kan?"

"Enggak."jawab Afnan.

"Terus kenapa dari tadi diem aja, aku kan jadi takut."jelas Fira.

"Justru kakak kesel sama dua orang yang ganggu kamu itu, dan si Jevin yang cuma diem aja."

"Maaf."

"Kenapa kamu yang minta maaf, seharusnya dua perempuan itu yang minta maaf."jujur saja Afnan masih kesal, tapi karena yang mengganggu Fira itu perempuan Afnan jadi tidak bisa membalas, tapi setidaknya ia masih bisa melindungi istrinya itu.

"Hmmm.... "

"Tapi kakak seneng juga si Jevin itu pasti ngerasa kalah sekarang."ucap Afnan sambil menyungging senyum.

"Ih apaaan sih, kayak kalian lagi maen games aja kalah kalahan."

"Ini bahkan lebih sulit dari pada maen games, ini kan yang diperebutkan kamu, bukan poin."ucap Afnan.

Fira tersipu, ia menahan senyum sambil menepuk lengan Afnan."Idih apasih, receh banget kakak sekarang."

Fira senang sikap pria dingin itu kembali menghangat padanya.

Jodoh Pilihan AbiCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang