Selamat Tinggal

490 37 4
                                        

Karawang, 8 November 2020

***

Terkadang Tuhan mempertemukan kita dengan seseorang bukan untuk dipersatukan
Terkadang Tuhan menghadirkan cinta bukan untuk dimiliki
Mungkin Tuhan ingin membuat kita belajar, tentang ikhlas dan merelakan
Mungkin Tuhan ingin tahu sejauh mana kita bisa menerima takdirNya.

***

***

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.



Lebih dari siapapun dan lebih dari apapun sungguh rasanya ia ingin melarikan diri saja. Pergi sejauh mungkin, meninggalkan setiap luka yang masih terasa menyiksa. Melupakan setiap kenangan yang masih terbayang. Biarkanlah ia menjadi pengecut untuk kali ini, karena hanya dengan begini ia mampu mengobati lukanya. Jevin mengusap wajahnya pagi itu, terbangun dari tidur dan kembali pada kenyataan yang terasa seperti mimpi buruk.

Bukan hanya karena cintanya yang tak berbalas, namun juga karena sang Papah yang mengusirnya. Katakan saja ini adalah saat terburuk dalam hidupnya, dimana ia bukan hanya kehilangan cinta nya tapi juga keluarga dan tempat tinggal. Tak ada gunanya nya berandai andai, tak mungkin juga memutar waktu. Yang bisa ia lakukan saat ini hanyalah berusaha untuk menjalani hidupnya dengan lebih baik.

Jevin bangkit dari tempat tidur lalu mengambil ponselnya, menelpon seseorang yang mungkin bisa membantu nya.

"Halo tante. "

"Halo ada apa tumben kamu pagi pagi udah nelpon. "

"Aku mau tinggal di bandung sama tante. "

Bip.......

❤❤❤

Pagi itu terasa berbeda dari pagi pagi sebelumnya, Fira berdandan sangat heboh. Entah sudah berapa kali ia berganti kerudung, dan entah sudah berapa kali juga ia menghapus riasan di wajahnya. Padahal Afnan sudah pegal menunggunya sejak tadi, kalau Fira tidak segera selesai Afnan akan terlambat ke kantor. Tapi gadis itu tak peduli, bukan apa apa, hanya saja ini adalah hari ujian sidang skripsi nya jadi ia ingin terlihat cantik dan rapi.

Lagi Afnan menghela napas, mencoba untuk bersabar dengan gadis di hadapannya ini. Padahal yang terpenting dari sebuah ujian sidang skripsi adalah bagaimana kita bisa menerangkan materi yang kita teliti dan menjawab dengan baik setiap pertanyaan. Tapi Fira malah sibuk mengatur penampilan. Ah wanita memang begitu bukan.

"Kamu udah cantik kok Fi."ucap Afnan berharap Fira akan segera selesai berdandan.

"Aduh aku degdegan nih, gimana kalo nanti pas sidang presentasi aku gak lancar, gimana kalo aku gak bisa jawab pertanyaan dari dosen."ucap Fira sambil meletakan lipstik yang baru saja ia pakai.

"Tenang aja, kamu jangan gugup gitu, kakak juga dulu pas sidang kelulusan gitu kok, yang penting kita lakuin  yang terbaik aja."ucap Afnan.

Fira beranjak dari meja rias."Tapi Kakak janji dateng ke kampus aku kan?"

Jodoh Pilihan AbiCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang