"Hyung sudahlah, kau sudah mabuk berat." Tahan jeongin ketika melihat felix terus menuangkan cairan berwarna coklat itu pada gelasnya dan meminumnya cepat. Namun felix tak menghiraukannya dan tetap meminum minumannya kalap dan tertawa.
"Jeongin, apa salahku? Kenapa chan hyung teha memutuskanku? Apa kesalahanku?" Tanya felix lirih, jeonginpun hanya bisa menghela nafasnya lelah dan memeluk sahabat kecilnya tersebut.
"Hyung, mungkin kau dan chan hyung memang harus berpisah. Kau harus merelakan chan hyungn dan lanjutkan hidupmu."
"Haruskah aku?" Tanya felix pelan.
"Yah, kau harus."
"Karena aku ingin menjadi bagian dari masa depanmu, hyung."
.
.
.
"Chan hyung..." gumam felix yang tengah duduk dipinggir jalan, jeongin? Dia kehilangan jejak felix setelah sebelumnya jeongin membereskan kekacauan yang felix perbuat dan sekarang jeongin kelimpungan mencari felix.
Felix mengeluarkan ponselnya dan mencari kontak seseorang dan menelponnya setelah menemukannya dengan isakan yang tak berhenti pria manis itu keluarkan.
"Halo? Felix?" Ucap seseorang diseberang sana.
"Chan hyung? Tadi aku dan teman-temanku pesta minum dan aku mabuk berat sekarang." Adunya.
"Felix..."
"Kau minum juga tidak hyung?" Tanya felix, chanpun hanya diam dan tak lama kemudian menghela nafas.
"Tidak, aku tak minum."
"Benarkah? Padahal kau lebih sering minum daripada aku. Hahaha, kau ada dirumah?"
"Ya."
"Boleh aku ke rumahmu?" Tanya felix, chanpun kembali menghela nafas.
"Tidak."
"Kenapa? Aku akan membawakan makanan kesukaannu hyung, aku akan memesan taksi sekarang dan membelikanmu..."
"Felix." Potong chan, felixpun terdiam.
"Kita sudah putus, kau tak boleh ke rumahku dan berhentilah menghubungiku lagi."
"Hyung..."
"Dalam perjalanan pulang, jangan lagi menelponku dan berhentilah mabuk hanya karenaku."
"Hyung, aku merindukanmu..."
"Dan, jangan merindukanku." Putus chan sebelum mengakhiri sambungan keduanya, felixpun kembali menangis dan suaranya langsung teredam oleh dada seseorang yang menarik felix dan memeluknya erat.
"Menangislah hyung, aku ada disini." Ujar jeongin, felixpun kembali menangis dengan hebat dan jeongin mengelus kepala felix lembut dan memejamkan matanya.
Setidaknya jeongin harus ada disamping felix sampai felix dalam keadaan baik-baik saja, meskipun jeongin juga harus merasa sakit karena kepura-puraannya namun ia tak apa selama felix baik-baik saja.
Karena bagi felix, jeongin hanyalah seorang adik untuknya.
End
Skip aja kalau gak suka, ini iklan doang wkwkwkwk
Gua lagi kerja so jadi agak ngaret bikin wp tapi gua usahain bikin ok? Next story kayaknya gua mau bikin jeonglix lagi atau chanlix, hyunlix disave dulu hehe
Bhay!!!
KAMU SEDANG MEMBACA
MINE (Felix Harem)
FanfictionNggak ada deskripsinya cuman tentang 8 bucin felix dengan latar cerita yang berbeda-beda BxB Non baku yang nggak suka BL menjauh sana!!!
