31. Winter With You

1.3K 120 23
                                        

Hari ini salju lebat turun dipenjuru kota seoul, mungkin sebagian penduduk merasa senang dan bermain setelah hujan salju ini berhenti. Namun bagi seungmin ini tak ada bedanya dengan musim dimana hujan biasa turun, suasananya pun sama jadi seungmin begitu malas keluar. Siapa juga orang gila yang akan keluar di suhu ekstrim dingin seperti ini, bukan seungmin sekali.

Namun pada akhirnya seungmin harus keluar dari kamar ternyamannya karena sebuah tugas dari dosen menyebalkannya yang mengharuskan seungmin harus berjalan diatas salju tebal setelah hujan salju berhenti sepanjang perjalanannya ke perpustakaan kampusnya, menyebalkan tapi mau bagaimana lagi. Bahkan seungmin tak bisa berhenti mengomel semenjak dia bangun sampai dia berjalan sekarang dan dia tak bisa berhenti mengutuk dosennya itu.



"Oh! Permisi! Tuan yang disana? Halo!" teriak seseorang, seungminpun berhenti berjalan dan melihat kesana kemari karena merasa tak ada orang lain disekitarnya. Seungminpun melihat orang itu dan disaat itulah waktu disekitarnya terasa berhenti ketika seungmin melihat seseorang dengan senyuman sehangat matahari itu terarah kepadanya dan pemuda yang tadi memanggilnya berlari kearahnya dengan pakaian hangat tebal yang nampaknya kebesaran itu orang itu. Oh sial, bisakah seungmin mengabaikan hal terakhir?

"I-iyah?"

"Kau asli warga sini?" tanyanya, seungmin yang ditanyapun hanya mengangguk dan memasang wajah bingung.

"Kau tersesat?"

"Oh apa terlihat jelas? Haha, aku tersesat karena begitu senang hujan salju turun dan berlari kesana kemari. Tanpa sadar aku malah tersesat disini."

Bodoh, tapi seungmin merasa itu menggemaskan.



"Aku baru pindah kesini beberapa minggu, dan belum sempat berjalan-jalan. Aku baru melewati jalan ini, bisakah aku bertanya karena aku meninggalkan ponselku dirumah?"

"O-oh tentu saja, kau tinggal di jalan mana?"

"Samcheong! Kau tahu?"

"Ah itu, aku juga tinggal didekat sana." ucap seungmin gugup, dan seungmin semakin gugup ketika pemuda itu kembali tersenyum lebar.

"Benarkah? Bukankah itu benar-benar kebetulan? Sepertinya kita benar-benar berjodoh!" ucapnya ceria, pemuda tersebutpun membersihkan tangannya dengan menepuk-nepuknya heboh dan mengusapnya ke celananya semangat sebelum mengulurkan tangannya kearah seungmin untuk berjabat tangan.

"Perkenalkan, aku lee yongbok felix. Kau bisa memanggilku semaumu, tapi banyak yang memanggilku yongbok."

"Bagaimana jika aku memanggilmu felix?"

"Itu manis, namamu?" seungminpun membalas jabatan tangannya dan tersenyum.

"Kim seungmin." ucapnya, felixpun terkekeh dan mengangguk.

"Namamu tampan, sama seperti orangnya." tanpa felix sadar, karena ucapannya itu seungmin merasa dadanya berdebar hebat dan seungmin menyukai sensasinya.



.

.

.

Setahun berlalu, seungmin pikir setelah pertemuan setahun lalu dia tak akan mudah bertemu dengan felix. Nyatanya tidak, pemuda manis berfrecklees itu sering menemuinya dan bahkan mereka sudah saling tahu rumah masing-masing bahkan keluarga mereka juga sudah sangat akrab.

Seungmin tahu felix sangat menyukai salju, anak itu bahkan tertawa girang melihat salju padahal pipi anak itu sudah memerah karena kedinginan namun saja dia amat bahagia melihatnya. Jadi untuk menyenangkan felix, seungmin berencana membawa felix jalan-jalan ditengah kota untuk melihat beberapa keramaian taman kota ditengah salju.

"Masih lama yah?" tanya felix, seungmin pun hanya bisa tersenyum dan menggenggam tangan felix erat tanpa menjawab pertanyaan seungmin.



"Hey, seungmin..."

"Kau hanya harus menurut koala kecil." ucap seungmin, felixpun berdecak. Seungmin membelokkan kemudinya dan memarkirkannya ditempat yang memang khusus untuk mobil diparkirkan dan membawa kembali felix berjalan. Seungmin sengaja menjauhkan mobilnya dari tempat tujuannya agar felix terkejut.



"OH! Oh! Seungmin, lihatlah!" teriak felix antusias melihat taman kota sudah dihias dengan berbagai pernak-pernik natal karena memang kebetulan natal sebentar lagi dan salju sudah turun menyertainya.

"OH! Oh! Seungmin, lihatlah!" teriak felix antusias melihat taman kota sudah dihias dengan berbagai pernak-pernik natal karena memang kebetulan natal sebentar lagi dan salju sudah turun menyertainya

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

(Anggap saja ada saljunya yah)



"Santa!"

"Kau mau kesana?" tanya seungmin, felixpun mengangguk antusias dan berlari kearah santa meninggalkan seungmin yang terkekeh gemas melihat tingkah felix sebelum seungmin berjalan menghampirinya.



"Seungmin, ayo foto!"

"Tentu." ucapnya dengan mengeluarkan kameranya, seungminpun meminta bantuan orang yang lewat dan mereka pun berfoto sebanyak mungkin. Setelah puas, merekapun berjalan-jalan disekitar tempat itu dan memutuskan untuk beristirahat sebentar didepan pohon natal besar dengan lampu-lampu dan hiasan indah yang menempel dipohon itu sehingga felix hanya melihat pohon itu kagum dan seungmin memandang felix.

"Fel?"

"Hm?" dehem felix dengan memandang seungmin, seungminpun tersenyum dan menggenggam kembali tangan felix.

"Sudah setahun berlalu, kau masih betah berteman denganku?" tanya seungmin, felix mengangguk antusias.

"Tentu saja, seungmin baik." ucap felix seadanya, seungminpun tersenyum tipis.

"Tapi aku sudah bosan berteman denganmu." ucapnya, felixpun sepenuhnya memandang seungmin dan mereka bertatapan mata.

"Seungmin... bosan berteman denganku?" tanya felix sedih, seungmin menghela nafas sebentar dan memberanikan diri untuk menangkup pipi felix dengan lembut.

"Hm, karena aku mencintaimu dan ingin menjadikanmu kekasihku maka dari itu aku sudah tak mau berteman denganmu lagi." ucapnya, felixpun mengedipkan mata beberapa kali.

"H-hah?"

"Aku menyukaimu, lebih jelasnya aku mencintaimu. Kurang jelas?"

"Itu jelas tapi... tiba-tiba felix merasa tuli." ucapnya, seungminpun terkekeh.

"Jadi?" tanyanya, felixpun berkaca-kaca dan beberapa detik kemudian menangis bak anak kecil.



"Aku pikir aku saja yang suka pada seungmin, padahal felix siap terjebak friendzone." ucapnya dengan nada merengek, dan seungmin hanya bisa tertawa tanpa berniat menenangkan bocah ini karena baginya felix sekarang sangat lucu.





Menurut kalian ini happy ending? Well, ini bisa jadi sad ending tergantung keputusan kalian.

TBC or END?





hehe, hai?

maaf sebelumnya aku malah curhat dan ngebacot unfaedah

cuman, gak tau kenapa? ada rasa yang mengganjal aja. Kalau diandaikan begini, kalian melihat orang yang membuat kalian menderita bahagia tanpa mereka sadari kalian sebagai korban masih terjebak di masa lalu yang buruk karena mereka. Sakit gak sih? aku gak punya teman curhat jadi malah ngeluapin disini.

Kalau kalian setuju, aku bakalan publish cerita aku selama ini masalah mental healthy dan sebabnya distory ini dalam tokoh felix. Setuju nggak?

Kalau setuju aku langsung publish hehe

MINE (Felix Harem)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang