Merekapun makan malam bersama diselingi obrolan ringan seperti tentang makanan favorite dan hal² kecil lainnya .
Setelah kelar acara makannya ,
si mama pun memulai aksinya .
"Bagaimana hubungan kalian ? "
"Baik kok ma "
(Marsha segera menjawab tanpa panjang lebar untuk melindungi Zee agar tidak terganggu oleh pertanyaan mamanya )
"Sudah berapa lama kenal Marsha ? "
(menatap ke arah Zee kali ini )
"Hmmh ... kenalnya udah lama karena kita berdua itu teman sekolah dulu ,
jadiannya aja yang baru hari ini "
(Zee tersenyum malu karena terlalu gugup )
"Kamu serius kan ? "
(Terdengar mengintimidasi )
"Iya ?
Zee serius kok sama Marsha tan "
"Mama !
jangan panggil tante lagi kalo kamu udah yakin bakal jadi keluarga nantinya "
"Iya ma "
(Zee mencoba menampilkan senyum terbaik dengan tangannya yang mulai basah karena berkeringat )
"Syukurlah kalau begitu ,
kalian tau kan ?
tidak ada gunanya membuang waktu untuk menjalani sebuah hubungan tanpa tujuan yang bisa jadi malah berakhir sia2 nantinya "
"Mama ga perlu khawatir kok ,
Zee janji bakal cintai putri berharga mama dengan setulusnya "
(Zee meraih tangan si Marsha dan menggenggamnya erat untuk menarik perhatiannya )
"Perkataanmu terdengar
begitu menjanjikan ...
mulai saat ini mama bisa percayain Marsha ke kamu kan ?
anak ini terkadang nyebelin
memang tapi cukup cantik untuk diminati juga kok ...
iya kan Zee ? "
"Bagi Zee itu bukan masalah ma ,
toh cantik aja ga cukup buat
modalin cinta iya kan Sha ? "
"Apaan sih Zee ,
kalo mau ngegoda ya
jangan di depan mama gue bisa ?
malu-maluin banget dah "
"Anak ini mulutnya benar² ya !
udah sering mama ingetin tolong perbaiki gaya bicara kamu yang ga sopan itu Marsha "
(Mama tiba² menepuk keras kening putrinya )
"Aww ... mama ga kreatif amat sih dari dulu hukumannya ga ada perubahan sama sekali "
(Mamanya yang mulai kesal terlihat hendak memukulinya dengan sendok kali ini tapi tangan Zee bergerak lebih cepat untuk segera melindunginya )
"Udah ya ma ...
kasihan keningnya loh "
(Zee terdengar sedikit manja )
"Oh iya Zee ...
udah malam loh ini "
(Marsha mengisyaratkan sebuah kode pengusiran )
"Hmmh ? oh iya ga berasa aja udah jam segini ya rupanya ,
mama Zee pamit pulang dulu- "
"Justru karena udah malam ,
bahaya juga kalo kamu pulang
sendirian selarut ini loh Zee ? "
(Mama segera memotong perkataan Zee dan mencoba untuk menahannya)
"Baru jam 23:00 juga ,
mana berani penjahat beraksi di
saat jalanan aja masih ramai begitu mama lebay amat dah "
(Marsha mulai sedikit kesal )
"Zee bawa mobil juga kok ma ,
jadi lebih aman - "
"Ya mama kan cuma cari alasan biar Zee jangan pulang dulu ,
masa kalian berdua ga peka sih ?
bukannya lebih baik menginap
semalam agar bisa lebih dekat dengan calon mertua ya Zee ? "
"Hmmh ...
Zee bisa balik lagi besok- "
"Mama please deh berhenti memprovokokasinya boleh ?
Zee bakalan terbebani kalo mama terlalu maksa begitu "
"Kesempatan langka begini
seharusnya jangan disia² kan "
(Mama tersenyum manis menatapi ke arah Zee )
"Oke deh ma ...
Zee nginap aja kalo begitu "
KAMU SEDANG MEMBACA
Be The Only 1 ( End )
RomanceKisah cinta yang terlambat diantara 3 orang yang saling terlibat dalam sebuah hubungan rumit . Aldo yang terlambat menyadari perasaannya harus merelakan Marsha yang dicintainya menikahi pria lain yaitu Zee . Masalah barupun muncul dimulai dari kesal...
