Marsha mengumpulkan segenap keberaniannya terlebih dahulu sebelum memutuskan untuk
bangun dan membuka matanya .
"Dasar alkohol ga berguna ! "
"Kenapa lo ? masih mabuk ?
bisa²nya langsung ngumpat gitu padahal baru bangun tidur loh "
"Gue juga heran ...
gimana bisa gue inget
semuanya segampang ini "
(Marsha menepuk kepalanya )
"Maksud lo ...
kejadian semalem ? "
"Gue tau situasinya awkward
banget buat dibahas sekarang ,
tapi ... kita juga ga perlu menyangkal atas apa yang udah terlanjur terjadi kan ? "
"Gue ga masalah ...
karena hubungan kita juga ga bakal goyah hanya karena kejadian sekali ini kan Sha ? "
"Ini bukan pertama kalinya buat gue ngelakuin hal itu but ...
jujur rasanya lumayan aneh pas gue sadar kalo ternyata lo udah disamping gue sepagi ini "
(Marsha perlahan menutupi pundak polosnya dengan selimut karena merasa malu )
"Bukan cuma lo kok yang
ngerasa aneh disini ... jujur ini juga canggung buat gue Sha "
"Gue bisa maklumin itu kok Al ,
entah apa yang lo lakuin selama
ini tapi kalo boleh gue saranin ada baiknya belajar sedari awal ,
anggap aja investasi sebelum
menikah demi memuaskan calon
istri lo di masa depan "
"Gue tau lo lebih berpengalaman ,
tapi sejak kapan seorang wanita
bisa bicara se-bar² ini coba ? "
"Yang penting udah gue ingetin
sebelumnya ya Aldo ...
seks itu ga sesederhana bayangan lo yang super payah itu tapi bagaimana cara seseorang untuk mencurahkan sebuah perasaan tanpa perlu mengungkapkannya "
"Lo ? serius nyindir gue nih ? angkuh banget sih sumpah ...
emang gue separah itu ya ? "
(mengusap wajahnya frustasi )
"Gue sungguh berharap kalo bukan gue orang pertama yang pernah lo tiduri sih Al "
"Lo bener tentang itu "
"Serius ? "
(Marsha setengah kaget saat menatapinya dengan intens )
"Jadi gimana sekarang ?
mau tanggung jawab ? "
"Lo kira ini syuting drama ? "
"Woah ... dingin amat responnya,
bahkan image pria baik dari gue sekarang udah hilang hanya dalam semalem loh Sha ,
kalo bukan demi lo ga mungkin
juga gue bersedia begini - "
"Sorry ...
gue bahkan ga cukup pantes buat ngebayar harga atas diri lo dan
gue juga tau itu kok Al "
"Never mind ...
gue juga lega bisa bantu lo kok "
(Aldo tiba² meraih tubuh Marsha dan memeluknya tanpa izin )
"Maaf "
(Marsha yang terdiam mencoba menahan kesedihannya )
"Buat apa lagi ? "
(menatapi manik mata Marsha )
"Karena udah bersikap egois dan
ngebiarkan lo terseret sekali lagi ke dalam hidup gue yang rumit "
(Marsha meneteskan air matanya kali ini )
"It's okay Marsha ...
jujur gue ga nyesel sama sekali asal lo tau aja .
Bisa berada di sisi lo ...
itu masih jadi harapan gue kok ,
from then until now ! "
(tersenyum manis menatapnya )
***
Setelah lebih tenang ...
Marsha pun berpamitan dengan Aldo sebelum meninggalkannya
"Yakin ga mau dianter nih Sha ? "
"Gue bisa sendiri kok ...
lagian gue juga bawa mobil kan "
"Terus gimana dengan Zee ?
gue ga yakin lo bisa hadepin
dia sendirian untuk sekarang ...
please biar gue temeni aja ya "
KAMU SEDANG MEMBACA
Be The Only 1 ( End )
RomanceKisah cinta yang terlambat diantara 3 orang yang saling terlibat dalam sebuah hubungan rumit . Aldo yang terlambat menyadari perasaannya harus merelakan Marsha yang dicintainya menikahi pria lain yaitu Zee . Masalah barupun muncul dimulai dari kesal...
