Setelah menyelesaikan ritual mandinya Aldo pun segera turun ke cafe dengan penampilan casualnya yang seperti biasa .
"Udah sembuh lo ? "
(Dio memperhatikan gelagat si Aldo dengan teliti )
"Udah mendingan "
"Drastis amat efeknya "
"Ya namanya juga obat "
"Yang bener nih ? "
(Dio menatap tak yakin padanya)
"Kenapa ?
serius amat liatin guenya "
(Aldo terlihat kurang nyaman karena si Dio terus menatapnya )
"Syukur deh kalo gitu "
"Mikirin apa sih serius amat ? "
"Banyak ... tapi dilihat dari raut wajah lo sepertinya emang ga ada masalah "
"Apaan sih Dio ?
masih pagi loh ini ...
udah ngajak rusuh aja lo ,
oh iya si Marsha mana ?
kok ga kelihatan ya ? "
"Marsha cuti hari ini "
"Loh kok mendadak gitu ? "
"Pacarnya jemput tadi "
"Serius lo ? masa sih ... pacar ? "
"Ngapain bercanda coba ?
gue ga segabut itu kali Al "
"Ya maksud gue tuh ...
kok main pergi² aja tanpa minta izin ke gue sama sekali ? "
"Toh ga ada alasan kenapa dia
mesti laporan dulu ke lo kan ? "
"Tapi kan ... ini cafe gue loh Dio "
"Marsha mah ga tau kalo faktanya pemilik asli cafe ini adalah Aldo dan bukan gue "
"Ya tetep aja ga bisa seenaknya gitu dong lagian lo juga ...
ngapain malah diizinin sih ?
sekarang kan masih jam kerja ,
tunggu jam pulang aja kenapa ? "
"Udah deh Al berhenti rese bisa ?
belakangan ini cafe juga sepi , lagian pelayan disini juga ga cuma Marsha kali ... apalagi pacarnya juga udah bayar mahal sebagai biaya sewa jasa "
(Dio memamerkan segepok uang yang diterimanya tadi )
"Gue ga nyangka kalo lo ternyata sematre itu ya Dio ! "
(Aldo terlihat kesal saat melempari uang itu ke lantai )
"Hello ... Aldo are you okay ?
lo serius marah nih sekarang ? "
"Please deh Dio jaga image bisa ?
lo ga semiskin itu sampe harus
bersikap rendahan hanya demi segepok uang kan ? "
(Aldo meluapkan emosinya )
"Sorry Al ... salah gue udah
berlebihan sampe buat lo kesal ,
meskipun gue ngelakuin ini juga demi kebaikan lo tadinya ,
buat bantuin kisah cintanya
sahabat tersayang lo biar cepet
diseriusin ama pacarnya "
"Udah deh ... lo ga perlu mikirin banyak alasan lagi "
"Aldo please stop sensinya oke ?
semuanya emang salah gue ... udah puas kan sekarang ? "
(El yang akhirnya lebih memilih untuk mengalah karena enggan memperpanjang perdebatan itu )
"Dio ... gue mau nanya ? "
"Apa ? "
"Ga jadi deh "
(Dio hanya menatapnya frustasi )
"Dio ... "
"Hmmh ... "
(Dio kini terlihat begitu sibuk memainkan ponselnya )
" ... "
(Aldo kembali terdiam )
"Lo penasaran kan ? "
(Dio memutuskan untuk membuka suara pada akhirnya )
"Gue laper ...
beliin makan gih sono "
"Oh laper ...
susah amat bilang gitu doang "
"Buruan !
makanan berat ya "
KAMU SEDANG MEMBACA
Be The Only 1 ( End )
RomanceKisah cinta yang terlambat diantara 3 orang yang saling terlibat dalam sebuah hubungan rumit . Aldo yang terlambat menyadari perasaannya harus merelakan Marsha yang dicintainya menikahi pria lain yaitu Zee . Masalah barupun muncul dimulai dari kesal...
