Jangan lupa like and comment guyss::
"Nih, buat Lo. Hari pertama udah telat, pingsan lagi" dia menyodorkan sebungkus roti coklat dan susu coklat.
Aku melongo, tidak percaya dengan orang yang berdiri di depanku.
Baju seragam keluar, rambut pirang ala-ala bule, pokoknya nggak ada rapi-rapinya Sama sekali. Ehh, kok ada siswa model beginian?
"Tutup tuh mulut. Ntar lalat masuk ke goa busuk" ucapnya.
Aku memutar bola mata jengah. Apa-apaan nih cowok. Kenal aja engga, berani-beraninya ngatain.
"Maksudnya apa nih, enak aja ngatain orang sembarangan. Otaknya geser ya? Apa mulutnya aja yg perlu di kasih les tambahan? Kenal aja ka--, mmpphhhh" belum kelar ngomong, mulutku sudah bekap sama Mocca, tatapannya langsung menajam kearahku.
"Ngapain Lo?" Tanya Mocca kepada si rambut pirang.
"Eehh, ada si Mocca. Tadi gue liat cewek ini dihukum kan sama Tommi. Tadinya mau gue temenin lari gitu, ehh udah ambruk duluan. Dan sekarang, gue mau ngasih ini biar dia kuat." Dia menyodorkan lagi roti dan susu coklatnya.
"Yaudah tarok aja di situ" Mocca menunjuk meja di samping tempat tidur.
"Udah kan? Sekarang mendingan Lo keluar dari sini."
"Okee Moccaa."
"Jangan lupa dimakan ya cantik, biar ga pingsan lagi" cowok itu mengedipkan sebelah matanya kepadaku sebelum balik badan.
Iuuhh, aku menatapnya jijik. Apa-apaan tuh orang. Kenapasih? Awal masuk sekolah harusnya seneng ya kan? Cuci mata ngelirik yang bening-bening. Lah ini, realita mematahkan ekspetasiku tentang cowok-cowok di Razarda. Emang pada ganteng-ganteng sih, tapi kok pada gesrek semua.
Ini kenapa lagi? Tangan Mocca masih nangkring aja di bibirku. Gigit aja kali ya.
"Awww, jorokk ihh" Mocca mengibaskan tangannya.
"Asiinnnn, bwleeekkk"
"Okkee, gini adikku sayang, gue kasih tau ni ya. Lo wajib inget dengan nama yang gue sebutin. INGET-INGET. jangan sampe lupa. Pertama, Aldo Razarda. See, dari namanya aja lo pasti udah tau kan. Dia anak pemilik dari sekolah ini. Sekaligus ketua geng motor Alastor. Geng motornya Aldo ada 5 anggota. Si Carl, Hazel, Arven, Nollan, ama Agam. Nah, orang yang baru keluar dari sini itu Agam Prasraya. Gue ga tau motif dia apa ngasih ginian sama Lo. Pliss, jangan pernah sekalipun Lo mau dideketin sama dia. Otaknya udah ilang separo." Ucap Mocca tanpa jeda sedikitpun.
"Eittssss, Nollan gimanaa?" Aku senyum menyeringai. Karena aku tau kalau si Moccacino ini suka sama dia.
"Apa sih loo, ENGGAK" lagi-lagi Mocca menoyor kepalaku.
"Udah ya, gue mau lanjut nge-MOS anak baru. Daaahh" sambungnya seraya berjalan keluar ruangan.
"Ikutt Mo" pintaku. "Lagian udah ga pusing lagi kok" sambungku lagi.
"Beneran, gapapa?"
Aku mengangguk kan kepala. Sebenarnya masih agak pusing sih. Tapi nggak papa lah. Dari pada harus di sini sendirian. Ogah banget.
"Astaga" aku terlonjak kaget saat di depan pintu tiba-tiba muncul si rambut pirang.
"Ngagetin aja sih kak, kalo jantungku copot kakak bisa balikin ke tempat semula? Hah!! Ucapku ngegas.
Bukannya merasa bersalah, pemilik rambut pirang ini malah terbahak-bahak. Kan, bener apa yang dibilang Mocca, otaknya ilang separo.
"Lo ngapain sihh, Gam?" Tanya Mocca geram. Tangannya berkacak di pinggang siap memangsa predator di depannya.
"Gue nungguin adik manis ini." Katanya menatapku, memasang senyum mengerikan. Aku membelalakkan mata. Gila ya ni orang.
"Eh, Lo minta di gorok ya, Gam? Sana Lo jauh-jauh."
"Lo tu yang minta digorok!! Pakek ngatain otak gue ilang separo lagi. Niihh, perhatiin kepala gue baik-baik," Agam menunduk, menyodorkan kepalanya.
"Masih bulat kan kepala gue, berarti isinya masih utuh. Enak aja Lo," Sambungnya lagi.
"Yeee, siapa tau di balik kepala kakak yang bulet itu, isinya zonk alias kosong" ucapku tak tahan.
"Adik manis ga boleh ngomong gituu, dosa Lho ngatain Kakak kelas."
"Stop manggil adik manis, aku nggak kenal kakak dan kakak gak kenal aku. Jadi ga usah sok deket gitu dehhh" ucapku bersidekap.
"Kalo bukan adik manis apa dong? Sayang? Apa bebeb? Eh iya, kita belum kenalan ya. Kenalinn, gue Agam. Cowok paling kece di Razarda. Lo harusnya beruntung, bisa kenalan sama cowok keren kayak gue."
"Beruntung kaga, stress iya" desisku.
"Gam, cabut yuk ahh. Ngecengin anak baru terus Lo. Ada tugas negara yang perlu kita selesaikan neehh" teriak salah seorang cowok yang ku rasa juga personel geng Alastor.
"Noohh dipanggil tuh sama temennya kakakk, sana gihh" aku mengibaskan tanganku. Gerakan isyarat untuk menyuruhnya pergi.
"Oke adik manis, kakak ganteng pergi duluu yaa. Nanti gue samperin lagi" katanya sambil berjalan mundur. Lalu berbalik badan, berlari menyusul temannya yang sudah berjalan lebih dulu.
"Moo, setauku seleksi masuk sekolah sini ketat lho. Kok bisaa, yang model begituan lolos seleksi" tanyaku heran.
"Jangan tanya gue, karena gue ga tau. Lo bisa bayangin kan, tiap hari gue ketemu model yang beginian di kelas."
"Kalian sekelas? Pantesan."
Mocca menggumam lirih sambil memutar bola matanya.
Kami berjalan menyusuri koridor kelas. Berkali-kali naik lift untuk sampai ke aula tempat acara dilaksanakan. Acara yang tadinya di lapangan utama, sekarang berpindah ke aula yang ada di lantai 7 untuk acara selanjutnya.
Sesampainya di aula, aku langsung gabung dengan anak baru lainnnya. Sedangkan Mocca gabung dengan anak OSIS.
"Hay, ngapain nih" tanyaku setengah berbisik pada seorang gadis gempal di sampingku.
"Pengenalan area sekolah" jawabnya setengah berbisik juga.
"Aku Micca, kamu?" Aku mengulurkan tangan.
"Gue Jeni, orang biasa manggil gue Jeje sih."
Aku mengangguk-anggukkan kepala tanda mengerti. Aku mengedarkan pandangan, mencari dimana si hoodie pink. Tidak susah untuk menemukannya warna hoodienya yang mencolok.
"Nah ketemu," desisku.
****
Hay, hayy, Assalamualaikum. Aku kembali. Gimana nihh, gemes engga sama Agam yang gangguin Micca teruss? Aku aja gemesss, engga abis pikir sama kelakuan tuh cowok.
Tinggalkan jejak sebelum pergi yaa. Jangan lupa votenya juga. Salam sayang dari emaknya Micca🤗
KAMU SEDANG MEMBACA
MICCA [END]
Novela JuvenilMicca Lotenna, Gadis mungil yang memiliki kepribadian yang luar biasa. periang, usil, dan ceroboh. Awal masuk SMA, wajar jika ia bertemu dengan teman baru. Yang menarik perhatiannya adalah pria yang selalu memakai hoodie berwarna pink. Dia pendiam...
![MICCA [END]](https://img.wattpad.com/cover/230271123-64-k804077.jpg)