PART 1 - Hoodie pink?

195 19 25
                                        


Jangan lupa vote anda komen nya guys ;v

"Moccacinooo, ihh sumpah ngeselin banget tuh orang. Sengaja banget mau bikin adeknya telatt" aku menggerutu sambil memasang sepatu.

"Maaahh, Micca berangkat yaaa" aku berteriak.

"Sarapan dulu Ca, ini udah Mama siapin."

" Ga sempet Maa, ini aja Micca udah telat pake banget. Mama sama Mocca kenapa nggak bangunin siih."

"Palak mu itu nggak bangunin, kamu aja yang tidurnya kaya kebo."

Tidak sempat lagi aku mendengar ocehan Mama, langsung ku tancapkan gas motor matic kesayanganku menuju sekolahku yang baru. SMA Razarda. SMA yang konon surganya para wanita. Dimana cowok-cowok ganteng berkumpul di situ semua.

Hari ini hari pertamaku sekolah setelah kelulusan SMP. Wajib hukumnya setiap siswa baru untuk mengikuti masa orientasi sekolah. Jujur, aku benci dengan kegiatan ini. Para anggota OSIS dengan belagaknya menyuruh-nyuruh hal yang nyeleneh, apalagi jika ada salah satu oknum yang sengaja mencari kesalahan dan menghukum sesuka hati. Ahh, aku berharap bisa lompat ke hari di mana masa orientasi ini selesai dilakukan.

Tiiiiinnn..tiiiiinnn.. aku refleks membunyikan klakson motor saat seseorang menyebrang jalan tanpa aturan. Jantungku berdebar, mood ku benar-benar hancur pagi ini.

"Woy, kalo mau nyebrang liat-liat dulu, ada motor nggak. Ada mobil enggak. Kalo jalanan kosong baru tuuhh, boleh nyebrang ke tengah jalan. Joget-joget pun nggak masalah." Teriakku pada seseorang yang sudah berada di seberang jalan. Tidak menoleh apa lagi menjawab, cowok itu terus berjalan seolah-olah tidak merasa bersalah sama sekali. 

Aku melirik jam kotak yang melekat di tangan kananku. 07.54. Gilaaa.. Telat hampir sejam di hari pertama sekolah. Firasatku buruk.

Langsung ku tancapkan gas, untuk meminimalisir waktu yang terbuang. Walaupun sudah pasti kena hukum. Ahh, terserah lah.

"Akhirnya" desisku. Buru-buru tegakkan tongkat motor dan langsung berlari di mana acara dilaksanakan.

"Baguuusss, baguuusss" seru cowok yang memakai jas osis sambil bertepuk tangan. Ku lirik name tagnya yang berada di atas saku jas. Tommy Baretto.

"Hebat ya Lo! Jam segini baru datang? Siswa yang lain, sudah dari subuh di sini. Lo nggak baca jadwal hah?" Dia meneriaki ku di depan siswa-siswa yang lain. Kurang ajar ni orang.

Tapi tetap saja, nyali ku ciut saat di hadapan dengan manusia seperti ini.

"M-mmaaf Kak" hanya kata itu yang keluar dari mulutku. Kepalaku celingak-celinguk mencari Mocca, berharap aku bisa meminta bantuan kepadanya. "Manasih tu orang" gerutu ku dalam hati.

"Cari apa lo? Orang ngomong tu di dengerin. Dilihat matanya. Nggak sopan banget. Anak baru aja songong Lo" sambungnya lagi.

"Udah lah Tom, kasian anak orang" ucap seseorang bername tag Deneb Ruzain.

"Orang yang ga disiplin tu nggak berhak di kasihanin, ntar malah nglunjak. Udah, Lo harus dihukum. Keliling lapangan basket 5 kali. Habis tu baru boleh gabung sama temen-temen yang lain" ucapnya enteng.

"Gilaa, bener-bener tuhh orang. Ngeeseliinnnn" gerutu ku dalam hati sambil menghentak-hentakkan kan kaki untuk menyalurkan rasa kesalku saat ini.

Derap kaki mulai ku percepat. Berlari menyusuri lapangan basket yang lumayan luas. "Oh My God" desisku.

1 putaran, 2 putaran, 3 putaran. Kepalaku mulai berkunang-kunang. Mungkin jika terlihat, sudah muncul bintang-bintang yang melingkar di kepalaku.

Samar-samar terdengar suara ketua osis menghukum siswa lain yang terlambat. "Gila, masih ada yg lebih telat dari pada aku?"

"Putar lapangan basket 10 kali" suaranya terdengar lebih menyeramkan kali ini.

Tak lama suara derap kaki berlari mulai terdengar. Ia menyalipku. Langkahnya lebar, badannya tegap, tinggi dann tunggu duluuu. Hoodie pink, celana biru dongker khas seragam SMP, dan sneakers lusuh. Bukankah ni orang yang tadi hampir saja membuatku jatuh? Tidak salah lagi.

"Heh kamu" seru ku yang kini berada di belakangnya.

Seperti angin lalu, pria berhoodie pink itu tidak mendengarkan suara yang keluar dari mulutku.

"Wooyy" aku mengeraskan volume suaraku.

Dia menghentikan langkahnya. Aku berlari menyusul ke tempatnya berdiri.

"Kamuu kan yang tadi nyebrang jalan sembarangan?" Aku mencak-mencak dari belakang.

Tidak menoleh ke belakang, apa lagi menjawab, dia malah melanjutkan langkah kakinya. "Woy, tunggu dulu" aku menyusulnya. Langkahnya benar-benar lebar, menyulitkanku untuk menyamakan langkah kaki ku yang pendek.

Tanganku terulur, meraih hoodienya dari belakang.

"Mau apa sih Lo?" Tangannya menepis tanganku yang mencekal Hoodie nya.
***

Aku mengerjap, kepala ku pusing. Aku benar-benar tidak ingat kejadian setelah adegan tepis menepis.

"Ca, gimana? Apa yang sakit?" suara itu terdengar familiar.

"K-kkamu siapa?" Tanyaku. Aku berniat mengerjainya. Gara-gara dia aku berakhir di ranjang UKS tepat hari pertama masuk sekolah.

"Caaaa, apasih loo, Jangan bercanda ahh" suaranya terdengar bergetar.
Aku menyemburkan tawaku saat melihat ekspresi wajahnya. Jika saja aku membawa ponsel, sudah pasti ku potret Mimik mukanya yang terlihat menggemaskan.

Mocca menoyor kepalaku dengan jari telunjuknya.

"Lagian, aku telat gini gara-gara kamu Occaa, ngeselin banget. Sengaja kamu ya" rajukku pada perempuan yang lahir setahun lebih dulu dariku.

"Woy, Lo tu yang tidur kayak orang mati" katanya ngegas.

Kini giliran aku yang menonyor kepalanya. "Amit-amit ya Allah,"

"Ehh, siapa tadi yang gendong Lo kesini?"

"Lah siapa emang?" Aku mengerutkan dahi.

"Cowok yang pakek Hoodie pink" jawab Mocca menyeringai.

"Hahhh???" Aku melongo. "Emang iya?" tanyaku lagi seakan tidak percaya.

"Lah siapa lagi tadi yang di lapangan selain kalian berdua? Mocca balik bertanya.

Tapi lucu juga sih tu orang, masa iya cowo pakek Hoodie pink" Sambungnya lagi.
"Lucu dari mana? Aneh iya," sewotku.

Ditengah perbicangan absurd ini, seseorang masuk keruang UKS.

"Nih, buat Lo. Hari pertama udah telat, pingsan lagi" dia menyodorkan sebungkus roti coklat dan susu coklat.

Aku melongo, tidak percaya dengan orang yang berdiri di depanku.
***

Hallo, assalamualaikum..
Kenalan dulu yuk sama emaknya si Micca Lottena.
Namanya Siti nofiyani. Cari aja di Instagram: @siti_nofyiani. Orangnya ramah kokk, pendiem lagi. Beda sama anaknya, si Micca yang absurd. Hihihi.

MICCA [END]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang